Archive for July, 2006

Anggrek Apa Kaktus?

Monday, July 24th, 2006

Sekilas anggrek ini mirip banget dengan kaktus di film-film koboi. Tapi jangan salah… tanaman yang berevolusi dengan ekosistem gurun ini masih satu saudara dengan anggrek di kebun kita.
(more…)

Anggrek Merak

Thursday, July 20th, 2006

burung raja

Siapa yang tidak tercengang begitu melihat kemolekan anggrek tanah ini. Bunganya bagaikan burung merak yang sedang mengembangkan sayap dan ekornya. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang lembab dan banyak mengandung bahan organik (seresah). Bunganya yang mempesona merekah dari sebuah tandan setelah tanaman pada kondisi dewasa. Dalam satu tanaman hanya dihasilkan satu buah bunga dan akan muncul pada pertengahan musim kemarau. Anggrek ini memiliki bunga terbesar di genusnya. Lidah anggrek ini cukup lebar dengan warna hijau beludru, sedangkan kedua sepalnya yang berwarna merah marun berdiri tegak bagaikan sayap burung yang sedang terangkat. Sedangkan sebuah petalnya yang lebih lebar dibanding sepalnya juga terangkat tegak, sehingga nampak bagaikan ekor merak yang sedang merekah. Tidak hanya itu, columnya yang berwarna hijau kuning menyala semakin memperindah bentuk “ekor” anggrek burung raja ini. Meskipun sangat indah, anggrek ini cukup “pemalu” karena dia hanya dapat tumbuh pada tempat ternaungi sedikit bayang-bayang pepohonan hutan. Adakah yang bisa menebak..siapakah nama si molek ini??

Melirik Konservasi Anggrek Vanda tricolor di Merapi

Thursday, July 20th, 2006

Keberadaan Vanda tricolor di Lereng Selatan Merapi
Lereng Selatan Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Sleman Jogjakarta masih menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Vegetasi yang menutupi wilayah ini meliputi padang rumput, semak belukar dan vegetasi pohon besar. Struktur vegetasi demikian merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan anggrek, baik itu anggrek tanah maupun anggrek epifit. Eksplorasi dan identifikasi yang dilakukan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta menemukan sekitar 53 jenis anggrek alam. Sebagian besar anggrek tersebut adalah epifit (menempel pada batang pohon). Salah satu anggrek khas daerah ini yang hampir punah keberadaannya di lereng Selatan Merapi adalah Vanda tricolor.
(more…)

Skenario Penyerbukan Si Anggrek

Thursday, July 20th, 2006

anggrek madu

Anggrek termasuk tanaman spermatophyta atau tanaman yang memiliki organ reproduksi dalam satu rangkaian yang disebut bunga. Anggrek atau famili Orchidace ini termasuk tanaman yang mengalami evolusi yang sempurna. Bentuk bunganya sangat atraktif dan memiliki maksud tersendiri yang tujuan akhirnya akhirnya adalah terjadinya pembuahan (benang sari jatuh di putik). Untuk mencapai tujuan ini, si anggrek melakukan berbagai upaya dengan menyesuaikan diri dengan lingkungan tumbuhnya.

Penyerbukan anggrek di alam tidak hanya dibantu oleh serangga, tapi juga angin, air (hujan), mamalia (mis:kelelawar) bahkan manusia (vanili). Salah satu bentuk penyerbukan yang kita soroti saat ini adalah penyerbukan dengan bantuan serangga. Banyak cara yang telah ditempuh anggrek untuk menarik perhatian serangga penyerbuk, diantaranya dengan membentuk labelum/lidah yang besar dengan margin yang bersurai, warna sepal dan petal yang mencolok dan memantulkan ultraviolet shg sangat mencolok bagi mata majemuk serangga seperti kupu-kupu dan lebah, adanya senyawa terpena atau senyawa aromatik yang berasal dari pembuluh di pangkal petal untuk menarik serangga yang kepekaan antennya tinggi, dan banyak cara lainnya.

Gambar diatas adalah salah satu contoh kebesaran Tuhan YME melalui karya agungnya yang berbentuk bunga anggrek. Bunga anggrek ini telah mengalami evolusi yang mengagumkan. Labelum/lidah nya termodifikasi dengan memiliki jaringan epidermis yang berbentuk bulu dengan kombinasi warna gelap terang menyerupai abdomen serangga (lebah besar). Sepal lateralnya condong kebawah dengan warna terang menyerupai sayap serangga, sedangkan kedua petalnya tereduksi dan menciut menyerupai anten serangga.

bentukanggrek
Gambar oleh. Stephen D (2005)

Kemolekan bunga anggrek ini tentu akan menarik perhatian serangga karena dianggap sebagai “lawan mainnya”. Saat serangga hinggap di bagian labelum maka kepala serangga yang berbulu tersebut melakukan kontak fisik dengan plat perekat benang sari. Dengan sedikit gerakan maju kedepan, maka plat perekat benang sari tersebut akan lepas dan menempel di kepala si serangga sehingga tampak kepala si serangga memiliki anten kecil berupa benang sari. Skenario penyerbukan berlanjut saat si serangga mencium aroma harum yang dihasilkan kepala column atau dari cekungan ovary. Si serangga tentu akan meneroboskan kepalanya masuk ke column, dan saat itu pula benang sari yang sejak tadi berada di kepala serangga langsung bersentuhan dengan cekungan ovary. Bersamaan dengan terjadinya kontak antara benang sari dengan ovary putik maka berakhirlah skenario penyerbukan si anggrek. Untuk selanjutnya benang sari yang melekat di kepala si serangga masih dapat menyerbuki beberapa bunga anggrek lainnya. Bahkan sering pula memunculkan banyak silangan alam.

Masih tertarik mengkoleksi anggrek???? Tentu saja, karena anda telah masuk sebagai peran utama dalam “skenario penyerbukan” si anggrek. Bayangkan…betapa hebatnya kemolekan bunga si anggrek sehingga mampu “membius” manusia untuk melakukan penyerbukan sekaligus perbanyakannya hingga jumlahnya menjadi ribuan. Siapa kira mahluk terpandai di dunia masih bisa “terbius” oleh kepandaian si anggrek.

See u..
By. Destario Metusala
2006

Anggrek Jenggot

Saturday, July 15th, 2006

aneh euy
gambar diambil dari www.fendersflora.com

Ho ho ho!!…saat mendengar suara ini tentu kita akan diingatkan oleh Sinterclass yang membawa sekarung hadiah. Sinterclass sangat identik dengan jenggot putihnya yang lebat terjurai. Lalu apa kaitannya dengan anggrek???, Begitu juga dengan keluarga Orchidaceae ini. Anggrek yang satu ini memiliki “jenggot” yang sangat lebat yang sekilas memang tampak mirip dengan jenggot Sinterclass. (more…)

Anggrek Hantu

Friday, July 14th, 2006

Siapapun yang mendengar kata “hantu” tentu akan bergidik dan mulai terbesit berbagai bayangan aneh di pikiran kita. Lalu bagaimana jika hantu itu muncul di semak-semak hutan tepat di hadapan anda. Jika anda seorang kolektor atau penggemar anggrek, tentu bukannya takut, anda justru dibuat kagum dengan keunikan hantu yang satu ini. (more…)

Air Kelapa Pemacu Pertumbuhan dan Pembungaan Anggrek

Thursday, July 13th, 2006

kelapa
Gambar diambil dari http://www.mindforum.com/

Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di Lab sebagai nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan. (more…)

Mengawetkan Kesegaran Bunga Anggrek Potong

Thursday, July 13th, 2006

Phalaenopsis
Gambar diambil dari http://www.votawphotography.com

Bunga anggrek makin diminati. Pada saat ini makin banyak dihasilkan varietas baru anggrek didalam negeri. Tantangannya adalah menjaga agar bunga anggrek potong dapat tetap segar dalam waktu cukup lama. Pengiriman bunga anggrek potong tanpa pengawet kesegaran bunga, dikhawatirkan menurunkan umur peragaan bunga dan diameter bunga.
Biasanya dilakukan pulsing, yaitu mencelupkan tangkai bunga potong sedalam 4 cm kedalam larutan nutrisi selama 16 jam dalam ruang sejuk (21 derajat celcius), guna memberi bekal nutrisi cadangan sekaligus dapat melindungi tangkai bunga dari serangan mikroorganisme penyumbat pembuluh tangkai. Selama ini dipergunakan larutan pulsing berupa sukrosa 50 g/l, perak nitrat 25 ppm, asam sitrat 200 ppm. (more…)

Pupuk Organik Untuk Anggrek

Thursday, July 13th, 2006

manure
Gambar diambil dari http://www.orchid.or.jp/

Seringkali apabila kita memelihara anggrek jenis terestrial, litofit, saprofit atau semi terestrial untuk menambahkan pupuk organik kedalam media tanamnya sebagai sumber unsur hara makro dan miro dan juga dapat untuk memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisik tanah disekitar perakaran anggrek. Selain itu jika kita kreatif, maka sumber bahan organik dapat kita peroleh dengan mudah dari lingkungan sekitar kita, bahkan dari diri kita sendiri (ups!!). Berikut saya sajikan nilai kandungan rata-rata pupuk organik dari berbagai sumber bahan organik. (more…)

Dendrobium capra

Thursday, July 13th, 2006

dendro
gambar dari www.orchidsindonesia.com

Anggrek dendrobium yang dikenal juga sebagai anggrek bintang hijau ini merupakan anggrek dataran rendah yang pertumbuhannya relative lambat, akan tetapi memiliki vigor tunas yang cukup tinggi. Persebaran Dendrobium capra tidak terlalu luas atau dapat dikatakan endemik daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, namun ada pula laporan yang mengatakan anggrek ini ditemukan pula di daerah kepualauan Bali hingga Nusa Tenggara. (more…)