Archive for September, 2006

The Lost Orchid

Friday, September 22nd, 2006
Dendrobium Annae Dendrobium Annae

Gambar oleh Destario Metusala (2006)

Dendrobium ini pertama ditemukan pada 1905 oleh J.J. Smith dan masih terdengar kabarnya hingga 1925. Namun setelah itu, anggrek ini telah “menghilang” selama sekitar 75 tahun hingga akhirnya telah ditemukan kembali pada pertengahan 2006 ini. Dan untuk pertama kalinya di dunia, gambar anggrek ini dipublikasikan dalam bentuk foto. Untuk itu, perkenankan web ini mempersembahkan gelar “the lost orchid” kepada anggrek bernama asli Dendrobium annae ini atas ditemukannya kembali harta bangsa yang pernah hilang dari belantara Sumatera.

Sosok tanaman anggrek ini menyerupai Dendrobium sanguinolentum, hanya saja ukurannya bisa mencapai 3 meter lebih. Struktur daun sangat tipis menyerupai kertas dengan panjang mencapai 6 cm dan lebar 1-1,5 cm. Bunganya berwarna dasar putih dengan ukuran lidah (labellum) yang cukup besar. Corak unik anggrek ini terletak dari warna totol merah semu orange yang terdapat di tengah labellumnya, serta semburat warna keunguan di ujung petal dan ujung labellumnya. Secara keseluruhan, penampakan bunganya cukup besar, yaitu sekitar 4 cm panjangnya. Anggrek ini memiliki batang yang lentur berwarna kemerahan dengan diameter 1-1,6 cm. Tidak hanya sosok tubuhnya yang mirip, sosok organ bunga dan coraknya pun hampir serupa dengan Dendrobium sanguinolentum, sehingga penulispun berkeyakinan bahwa Dendrobium annae ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Dendrobium sanguinolentum, dan merupakan bentuk perkembangan lanjut akibat adanya isolasi dan adaptasi terhadap lingkungan tumbuh. Dendrobium dari section Calcarifera ini dikabarkan memiliki habitat asli di Sumatera utara, Sumatera selatan dan Lampung.

Note : Thank’s a lot to Mr. Peter O’Brien….^_^

Salah Penyiraman Bisa Berakibat Busuk Tunas Anakan

Monday, September 4th, 2006

Tak ada salahnya berhati-hati saat anda melakukan penyiraman di rumpun anggrek anda. Penyiraman yang kurang hati-hati dapat menyebabkan pembusukan pada tunas anakan. Tunas anakan anggrek, khususnya pada golongan dendrobium saat tumbuh akan membentuk kuncup daun yang menyerupai mahkota pada bagian atasnya. Kuncup yang menyerupai mahkota ini tak lain adalah ujung-ujung daun muda yang belum membuka sempurna dan posisi ujung daun tegak keatas dengan membentuk suatu cekungan/rongga sempit di bagian tengahnya, persis menyerupai mahkota.
(more…)

Hobi Anggrek…. Siapa Takut???

Monday, September 4th, 2006

Dimulai dari mata turun ke hati. Mungkin kalimat inilah yang paling banyak melatar belakangi seseorang untuk memulai hobi memelihara anggrek. Pesona bunga anggrek dapat menghipnotis setiap mata untuk mengagumi keindahannya. Tak hanya serangga, manusiapun di goda hatinya untuk semakin “mendekatkan diri” dengan si anggrek. Memulai untuk menyukai anggrek bukanlah hal yang sulit. Lagipula, kegemaran yang satu ini memiliki banyak dampak positif. Memelihara anggrek dapat dilakukan baik yang muda maupun yang tua, laki-laki maupun perempuan. Mau tau seperti apa sih seluk beluknya berhobi anggrek.
(more…)

Kenapa Kuntum Bunga Anggrek Rontok?

Sunday, September 3rd, 2006

null
Gambar oleh Sukmanaya (2006)

Melihat tonjolan kecil muncul dari tubuh tanaman anggrek kita mungkin sudah sering kita alami. Akan tetapi akan sangat membahagiakan bila tonjolan kecil tadi tumbuh menjadi sebuah tandan bunga dengan calon kuntum yang berderet di sepanjang tandan bunga. Setelah hari demi hari dilalui, calon kuntum semakin membesar dan….tiba tiba 1-2 buah calon kuntum menguning dan rontok….!!?? meskipun beberapa calon kuntum lainnya berhasil dewasa dan mekar sempurna, namun dalam hati ada rasa penasaran, mengapa hal tersebut terjadi….
(more…)