Phalaenopsis kunstleri
Tuesday, November 21st, 2006
Gambar oleh Rahkmat Fitriawan 06
Anggrek.Org
Gambar oleh Rahkmat Fitriawan 06

Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06

Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06

Gambar oleh HweDongLee 06
Dear para anggreker’s…
Disinilah forum buat temen2 membarter anggrek nya atas dasar suka sama suka.
Untuk sementara formatnya yang sederhana aja dulu ya ^_^
Caranya:
Klik “comment”
Isi segala ketentuannya, lalu
tulis di kolom comment:
Kalimat pertama Punya : nama anggrek yng dimiliki dan mau dibarter/nama latin nya
Kalimat kedua Ingin : keterangan jenis anggrek yang diinginkan sebagai penukar, boleh secara umum atau khusus dengan menyebut nama species yg diinginkan
Kalimat ketiga alamat email atau no hp
*jika ternyata temen2 menemukan person yang ternyata tidak menawarkan anggrek untuk dibarter (ternyata untuk jual-beli), maka silahkan kontak ke
(neo_evanggelion00@yahoo.com) untuk diberi penjelasan.
Selamat berbarter ria

Gambar oleh Destario Metusala 06
Anggrek ini akrab disebut sebagai anggrek kantong, karena labellumnya yang menyerupai kantung kecil. Sosok tanaman anggrek ini cukup pendek (tinggi tanaman sekitar 5-7 cm) dengan posisi daun yang berselang seling. Daunnya melebar dengan ujung membulat. Lebar daun sekitar 3-6 cm dengan panjang daun bervariasi antara 15-20 cm. Tanaman ini termasuk anggrek terestrial, artinya anggrek ini memiliki habitat tumbuh di tanah, dengan mengandalkan organ akarnya sebagai alat untuk menyerap air dan unsur hara. Anggrek ini senang dengan kondisi media yang cukup lembab, akan tetapi jika terlalu lembab bisa menyebabkan pembusukan pada pangkal batangnya. Anggrek yang dahulu diisukan sebagai anggrek yang sulit dipelihara ini, ternyata justru memiliki kelebihan lain, yaitu toleran terhadap kekeringan dan toleran dengan rentang suhu yang lebar. Selain itu, dalam satu tandan bunga bisa memunculkan lebih dari 3 kali bunga. Bunganya yang unik muncul bergantian satu per satu dengan masa mekar tiap kuntum bunga lebih dari 1 minggu. Pemeliharaan anggrek ini cukup mudah, hanya dengan menjaga kelembaban media dan melakukan pemberian pupuk organik pada media tanamnya. Oh iya…satu hal yang cukup penting yaitu tempatkan anggrek ini pada tempat yang ternaungi, misal dibawah paranet 50 % atau di bawah tajuk pepohonan. Meskipun bunganya unik dan indah, sayangnya pertumbuhan anggrek ini termasuk sangat lambat.
Media tumbuh anggrek ini dapat berupa campuran tanah (usahakan yang kadar lempungnya rendah) dan pupuk organik. Atau media kombinasi seperti cacahan pakis/arang/kerikil + potongan sabut, pupuk organik + sedikit moss.

Gambar oleh Destario Metusala 06
Sosoknya bunganya anggun layaknya seorang putri yang bersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Sang putri yang elok dan menawan ini memiliki nama Coelogyne speciosa. Meskipun persebarannya sangat luas, bukanlah alasan untuk menelantarkannya. Hampir banyak pedagang tidak terlalu memperdulikannya dengan alasan harganya yang kurang bersaing. Sikap yang sama sering datang dari para pembeli yang sering mencibir saat melihat sosoknya teronggok di stand pameran, bahkan diantaranya berkomentar “walah…anggrek kaya gitu kan dah sering liat..dimana-mana juga ada, heran…hari gini masih ada yang ngejual”. Demikian pilu kisah sang putri hutan.
Keberadaannya di alam memang tidak selangka teman-temannya, namun hal ini semata-mata akibat upaya si anggrek. Kemampuan adaptasinya yang luas, tingkat pertumbuhan yang cepat, rajin berbunga, serta kemampuannya melakukan selfing secara alami merupakan kelihaian khusus yang menyebabkan keberadaannya akan terus langgeng di alam…dan juga dirumah kita. Tidak mau kalah dengan temannya terdahulu, sang putri juga menyampaikan harapannya kepada siapapun agar dirinya dapat dikembangbiakkan yang kemudian disisihkan sebagian sebagai hiasan alam. Siapapun dia, sang putri akan berterima kasih dan tersenyum bahagia kepada sang pahlawan.

Gambar oleh Destario Metusala 06
Siapa sangka si molek ini ternyata jagonya anggrek dataran rendah. Sosok tanamannya sekilas menyerupai pohon pandan. Anggrek ini memiliki tipe pertumbuhan monopodial. Tandan bunganya muncul dari ketiak daun, dan dalam satu periode berbunga bisa mengeluarkan 2-3 tandan sekaligus. Meskipun tahan suhu panas, anggrek ini ternyata rakus juga dengan air, oleh karena itu kelembaban media musti terjaga. Tinggi tanaman dapat mencapai 2 m lebih, dan akan terus meninggi. Di habitat alaminya si anggrek pandan sering merayap dengan akar lekatnya di batang pepohonan besar, sehingga tubuhnya yang jangkung tidak terkulai ke tanah. Hebatnya lagi, anggrek ini dapat berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim, bahkan dari pengamatan si penulis, dalam setahun anggrek ini dapat berbunga 4-5 kali. Satu hal yang dibisikkan oleh si molek ini yaitu kekhawatirannya akan permintaan yang hanya mengandalkan eksploitasi alam semata tanpa dibarengi dengan pengembangannya secara teknik budidaya, padahal anggrek ini sangat mudah dikembangbiakan dengan stek lho.

by Destario Metusala 06