Dendrobium Category

Dendrobium singkawangense

Wednesday, August 1st, 2007

dendrobium singkawangense
Gambar oleh Rachmat Setiawan 07

Dendrobium endemik borneo yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 800 m dpl atau lebih. Sosok perawakannya tidak terlalu tinggi, sekitar 20-35 cm. Pada permukaan daun dan batangnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk elips memanjang dengan ukuran yang tidak terlalu besar (panjang: 4-5 cm, lebar: 2-3 cm).

Sang Diva

Monday, June 18th, 2007

Dendrobium...lupa je..ntar aku revisi dh..ada yg bisa bantu??

by Destario Metusala 07

Dendrobium affine

Monday, March 26th, 2007

Dendrobium affine
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 07

Si Raja Tanduk dari Papua

Tuesday, March 20th, 2007

D.sutiknoi (Nik Fahmi)
Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex’s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)

D.sutiknoi (Nik Fahmi)
Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex’s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)

Begitulah sebutan bagi anggrek yang memiliki nama latin Dendrobium sutiknoi P.O’bryne. Anggrek ini dideskripsikan dan dipublikasikan untuk pertama kali pada Mei 2005 di Jurnal fur den Orchideenfreund. Nama sutikno ini sendiri diambil dari nama seorang hobiis dan pedagang anggrek di Tretes, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur yang kemudian dideskripsikan untuk pertama kali oleh Mr. Peter O’bryne di Singapura. Sejarahnya, ternyata anggrek ini ditemukan secara tidak sengaja oleh beliau di antara batang-batang D. lasianthera, namun tiba saat berbunga tampaklah perbedaan tersebut. Oleh karena karakter bunganya yang unik maka beliau yakin bahwa anggrek ini berpotensi menjadi species baru.

Species ini berasal dari Papua dan Kepulauan Morotai (Indonesia). Sejauh ini telah ditemukan dua varian warna, yaitu oranye tembaga dan hijau kekuningan. Sosok tanamannya mirip dengan anggrek-anggrek section Spatulata lainnya. Batangnya cukup tinggi mencapai 1-1,5 meter. Bentuk daunnya elips agak bulat telur, semakin kearah ujung atas ukuran daunnya semakin mengecil. Karakter unik dari anggrek ini adalah petal nya yang sangat panjang (mirip petal D.stratiotes) serta bentuk ujung labellumnya yang sempit dan melengkung dan hampir menyerupai labellum Dendrobium tobaense. Kelebihan anggrek section Spatulata ini adalah sifat dominan nya yang sangat kuat pada hybrid-hybrid keturunannya. Tidak seperti pada D.tobaense yang bentuk labellumnya bersifat resesif sehingga akan mudah terdegradasi oleh hybridisasi.

Saat ini, hybrid-hybrid maupun hasil selfing dari D.sutiknoi telah banyak beredar di pasaran anggrek di Asia tenggara. Namun menurut informasi dari seorang rekan hobiis senior dari Malaysia, setelah sekian lama D.sutiknoi dimanfaatkan sebagai parent/induk silangan, ternyata anggrek ini kurang begitu diminati oleh para penyilang sebagai parent karena sifatnya genetiknya yang sangat dominan, sehingga selalu mengalahkan karakter dari induknya yang lain, akibatnya hybrid yang terbentuk juga terlalu condong ke arah karakteristik D.sutiknoi. Namun hal ini tidak begitu dipersoalkan oleh para penggemar dan konsumen anggrek hybrid, sehingga tidak mengurangi minat para penggemar anggrek pada umumnya untuk tetap mengkoleksi hybrid-hybrid turunan D.sutiknoi, karena tetap saja hybridnya cantik dan unik dipandang. Di Indonesia sendiri, anggrek ini maupun hybridnya belum begitu tersosialisasi secara luas, sehingga tak heran bila harganya melambung sangat tinggi.

Meskipun demikian, anggrek ini merupakan harta genetis yang tak ternilai. Sehingga langkah-langkah serius untuk menjaga kelestarian genetisnya perlu segera dilakukan.

by Destario Metusala 2007
Thanks to Mr. Nik Fahmi for his picture and the information, also thanks to Mr. Peter O’bryne ^_^!!

Dendrobium insigne

Tuesday, November 21st, 2006

dendrobium
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06

Dendrobium fimbriatum

Tuesday, November 21st, 2006

dendrobium
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06

Dendrobium litoreum

Tuesday, November 21st, 2006

dendrobium litoreum
Gambar oleh HweDongLee 06

Dendrobium capra

Thursday, July 13th, 2006

dendro
gambar dari www.orchidsindonesia.com

Anggrek dendrobium yang dikenal juga sebagai anggrek bintang hijau ini merupakan anggrek dataran rendah yang pertumbuhannya relative lambat, akan tetapi memiliki vigor tunas yang cukup tinggi. Persebaran Dendrobium capra tidak terlalu luas atau dapat dikatakan endemik daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, namun ada pula laporan yang mengatakan anggrek ini ditemukan pula di daerah kepualauan Bali hingga Nusa Tenggara. (more…)

Dendrobium Sulawesiense

Thursday, December 1st, 2005

Baru diketemukan spesies dari Sulawesi (Indonesia), Dendrobium sulawesiense (syn. Den. crepidiferum) adalah anggrek yang cukup mencolok dengan bunga besar berwarna magenta serta lidah berwarna oranye dan tahan lama. Toleran pada suhu sedang sampai hangat, spesies ini membutuhkan kelembababan tinggi dan tingkat cahaya sedang.
(more…)