<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anggrek.Org &#187; Dendrobium</title>
	<atom:link href="http://www.anggrek.org/category/jenis-anggrek/dendrobium/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrek.org</link>
	<description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2009 14:14:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dendrobium singkawangense</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 17:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/08/01/dendrobium-singkawangense/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Rachmat Setiawan 07 Dendrobium endemik borneo yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 800 m dpl atau lebih. Sosok perawakannya tidak terlalu tinggi, sekitar 20-35 cm. Pada permukaan daun dan batangnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk elips memanjang dengan ukuran yang tidak terlalu besar (panjang: 4-5 cm, lebar: 2-3 cm).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24014/da.jpg" alt="dendrobium singkawangense" /><br />
Gambar oleh Rachmat Setiawan 07</p>
<p>Dendrobium endemik borneo yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 800 m dpl atau lebih. Sosok perawakannya tidak terlalu tinggi, sekitar 20-35 cm. Pada permukaan daun dan batangnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk elips memanjang dengan ukuran yang tidak terlalu besar (panjang: 4-5 cm, lebar: 2-3 cm).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Diva</title>
		<link>http://www.anggrek.org/diva-dari-pedalaman-papua.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/diva-dari-pedalaman-papua.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 10:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/06/18/diva-dari-pedalaman-papua/</guid>
		<description><![CDATA[by Destario Metusala 07]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/23264/anggreki.jpg" alt="Dendrobium...lupa je..ntar aku revisi dh..ada yg bisa bantu??" /></p>
<p>by Destario Metusala 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/diva-dari-pedalaman-papua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium affine</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-affine.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-affine.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2007 17:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/03/26/dendrobium-affine/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 07]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/21585/a1.jpg" alt="Dendrobium affine" /><br />
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 07 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-affine.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Raja Tanduk dari Papua</title>
		<link>http://www.anggrek.org/si-raja-tanduk-dari-papua.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/si-raja-tanduk-dari-papua.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2007 16:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/03/20/si-raja-tanduk-dari-papua/</guid>
		<description><![CDATA[Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex&#8217;s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz) Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex&#8217;s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz) Begitulah sebutan bagi anggrek yang memiliki nama latin Dendrobium sutiknoi P.O&#8217;bryne. Anggrek ini dideskripsikan dan dipublikasikan untuk pertama kali pada Mei 2005 di Jurnal fur den Orchideenfreund. Nama sutikno ini sendiri diambil dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/21510/Den_sutiknoi.jpg" alt="D.sutiknoi (Nik Fahmi)" /><br />
Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex&#8217;s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)</p>
<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/21511/Den_sutiknoi_lip.jpg" alt="D.sutiknoi (Nik Fahmi)" /><br />
Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex&#8217;s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)</p>
<p>Begitulah sebutan bagi anggrek yang memiliki nama latin <em>Dendrobium sutiknoi </em>P.O&#8217;bryne. Anggrek ini dideskripsikan dan dipublikasikan untuk pertama kali pada Mei 2005 di Jurnal fur den Orchideenfreund. Nama sutikno ini sendiri diambil dari nama seorang hobiis dan pedagang anggrek di Tretes, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur yang kemudian dideskripsikan untuk pertama kali oleh Mr. Peter O&#8217;bryne di Singapura. Sejarahnya, ternyata anggrek ini ditemukan secara tidak sengaja oleh beliau di antara batang-batang<em> D. lasianthera</em>, namun tiba saat berbunga tampaklah perbedaan tersebut. Oleh karena karakter bunganya yang unik maka beliau yakin bahwa anggrek ini berpotensi menjadi species baru. </p>
<p>Species ini berasal dari Papua dan Kepulauan Morotai (Indonesia). Sejauh ini telah ditemukan dua varian warna, yaitu oranye tembaga dan hijau kekuningan. Sosok tanamannya mirip dengan anggrek-anggrek section Spatulata lainnya. Batangnya cukup tinggi mencapai 1-1,5 meter. Bentuk daunnya elips agak bulat telur, semakin kearah ujung atas ukuran daunnya semakin mengecil. Karakter unik dari anggrek ini adalah petal nya yang sangat panjang (mirip petal <em>D.stratiotes</em>) serta bentuk ujung labellumnya yang sempit dan melengkung dan hampir menyerupai labellum <em>Dendrobium tobaense</em>. Kelebihan anggrek section Spatulata ini adalah sifat dominan nya yang sangat kuat pada hybrid-hybrid keturunannya. Tidak seperti pada <em>D.tobaense</em> yang bentuk labellumnya bersifat resesif sehingga akan mudah terdegradasi oleh hybridisasi.</p>
<p>Saat ini, hybrid-hybrid maupun hasil selfing dari <em>D.sutiknoi</em> telah banyak beredar di pasaran anggrek di Asia tenggara. Namun menurut informasi dari seorang rekan hobiis senior dari Malaysia, setelah sekian lama <em>D.sutiknoi</em> dimanfaatkan sebagai parent/induk silangan, ternyata anggrek ini kurang begitu diminati oleh para penyilang sebagai parent karena sifatnya genetiknya yang sangat dominan, sehingga selalu mengalahkan karakter dari induknya yang lain, akibatnya hybrid yang terbentuk juga terlalu condong ke arah karakteristik <em>D.sutiknoi</em>. Namun hal ini tidak begitu dipersoalkan oleh para penggemar dan konsumen anggrek hybrid, sehingga tidak mengurangi minat para penggemar anggrek pada umumnya untuk tetap mengkoleksi hybrid-hybrid turunan <em>D.sutiknoi</em>, karena tetap saja hybridnya cantik dan unik dipandang. Di Indonesia sendiri, anggrek ini maupun hybridnya belum begitu tersosialisasi secara luas, sehingga tak heran bila harganya melambung sangat tinggi. </p>
<p>Meskipun demikian, anggrek ini merupakan harta genetis yang tak ternilai. Sehingga langkah-langkah serius untuk menjaga kelestarian genetisnya perlu segera dilakukan.</p>
<p>by Destario Metusala 2007<br />
Thanks to Mr. Nik Fahmi for his picture and the information, also thanks to Mr. Peter O&#8217;bryne ^_^!! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/si-raja-tanduk-dari-papua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium insigne</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-insigne.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-insigne.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 11:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/11/21/dendrobium-insigne/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/18745/Dendro_insigne[1].jpg" alt="dendrobium" /><br />
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-insigne.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium fimbriatum</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-fimbriatum-2.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-fimbriatum-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 11:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/11/21/dendrobium-fimbriatum-2/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/18742/dend_fimbriatum_inf_ms[1].jpg" alt="dendrobium" /><br />
Gambar oleh Rakhmat Fitriawan 06</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-fimbriatum-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium litoreum</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-litoreum.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-litoreum.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 10:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/11/21/dendrobium-litoreum/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh HweDongLee 06]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/18741/IMG_2003[1].jpg" alt="dendrobium litoreum" /><br />
Gambar oleh HweDongLee 06</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-litoreum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium capra</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-capra.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-capra.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2006 03:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/07/13/dendrobium-capra/</guid>
		<description><![CDATA[gambar dari www.orchidsindonesia.com Anggrek dendrobium yang dikenal juga sebagai anggrek bintang hijau ini merupakan anggrek dataran rendah yang pertumbuhannya relative lambat, akan tetapi memiliki vigor tunas yang cukup tinggi. Persebaran Dendrobium capra tidak terlalu luas atau dapat dikatakan endemik daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, namun ada pula laporan yang mengatakan anggrek ini ditemukan pula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.triwid.staff.ugm.ac.id/capra.jpg" alt="dendro" /><br />
gambar dari www.orchidsindonesia.com</p>
<p>Anggrek dendrobium yang dikenal juga sebagai anggrek bintang hijau ini merupakan anggrek dataran rendah yang pertumbuhannya relative lambat, akan tetapi memiliki vigor tunas yang cukup tinggi. Persebaran <em>Dendrobium capra</em> tidak terlalu luas atau dapat dikatakan endemik daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, namun ada pula laporan yang mengatakan anggrek ini ditemukan pula di daerah kepualauan Bali hingga Nusa Tenggara.<span id="more-53"></span></p>
<p>Perawakannya yegap dan kaku, batangnya memiliki panjang hingga 40 cm. Diameter batang akan mengecil pada bagian pangkal dekat akar dan tampak menggembung pada bagian tengah batang. Daunnya kaku, berbentuk lanset dengan ujung meruncing, daunnya tersebar hanya dibagian atas batang.  Panjang daun mencapai 15 cm dengan lebar 1,5-2 cm. Gagang pembungaannya muncul dari batang bagian ujung, panjangnya mencapai 30 cm, menyangga 4-8 kuntum bunga. Bunganya berbentuk bintang, berwarna hijau muda kekuningan dengan lidah yang dihiasi garis-garis keunguan, mengkilat, kaku dan tampak berlilin. Bunganya berukuran 2,5-3 cm dengan ketahanan mekar hingga lebih dari 1 bulan. </p>
<p>	Dari pengamatan penulis terhadap specimen yang berasal dari Gunung Kidul, Jogjakarta. Anggrek ini dapat berbunga sepanjang tahun khususnya pada bulan-bulan kemarau dan peralihan musim. Anggrek ini merupakan anggrek dataran rendah dengan ketinggian 20-900 m dpl. Menyukai kondisi yang tidak terlalu lembab, terbuka (aerasi lancar), intensitas cahaya yang cukup tinggi dengan media tumbuh yang drainasenya lancar, misal arang, potongan pakis atau potongan kayu. Dendrobium ini banyak tumbuh di hutan-hutan jati di Jawa Tengah Jogjakarta dan Jawa Timur dan mampu beradaptasi dengan kondisi kering. Saat-saat terkering pada musim kemarau dimana pohon jati meranggas anggrek ini terpapar cahaya dengan intensitas yang kuat sehingga merangsang pembungaan. Oleh karena itu pula anggrek ini terkenal toleran terhadap kekeringan.</p>
<p>	Anggrek ini memiliki potensi kedepan untuk menjadi indukan unggul yang dapat mewariskan sifat-sifat antara lain, warna hijau muda mengkilat, bunga tahan lama dan sosok tanaman yang pendek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-capra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium Sulawesiense</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-sulwesiense.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-sulwesiense.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2005 07:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Anggrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/v1/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Baru diketemukan spesies dari Sulawesi (Indonesia), <em>Dendrobium sulawesiense</em> (syn. <em>Den. crepidiferum</em>) adalah anggrek yang cukup mencolok.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru diketemukan spesies dari Sulawesi (Indonesia), <em>Dendrobium sulawesiense</em> (syn. <em>Den. crepidiferum</em>) adalah anggrek yang cukup mencolok dengan bunga besar berwarna magenta serta lidah berwarna oranye dan tahan lama.  Toleran pada suhu sedang sampai hangat, spesies ini membutuhkan kelembababan tinggi dan tingkat cahaya sedang.<br />
<span id="more-11"></span><br />
<img src='/wp-content/images/DendrobiumSulawesiense.jpg' alt='Dendrobium Sulawesiense' /> <br />
<em>Dendrobium sulawesiense </em> J .Erfkamp &#038; O.Gruss </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-sulwesiense.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
