<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anggrek.Org &#187; Grammatophyllum</title>
	<atom:link href="http://www.anggrek.org/category/jenis-anggrek/grammatophyllum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrek.org</link>
	<description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2009 14:14:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Vanda metusalae, anggrek baru dari Indonesia</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 12:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/01/29/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Destario M (2008) Foto oleh Destario Metusala (2008) Foto oleh Boby Satya (2008) Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Bryrne dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26713/aSD.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Gambar oleh Destario M (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26975/rio.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26714/v.metusalae.JPG" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Boby Satya (2008)</p>
<p>Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Bryrne dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 cm, dengan diameter 1,2-1,5 cm. Daunnya cukup sempit, lebar daunnya 2-2,3 cm, panjang daun 30-45 cm, berujung belah dua (bilobed) dan berujung tajam-bergigi. Tangkai pembungaan termasuk pendek bila dibanding dengan keluarga Vanda lainnya, yaitu sekitar 5-6 cm, yang membawa 3-7 kuntum bunga. Bunga <em>Vanda metusalae</em> berukuran tidak terlalu besar yaitu 3,2 cm x 3,5 cm, berwarna dasar kuning terang dengan pola bercak merah kecoklatan pada tepi kelopak (sepal-petal) dan membentuk pola garis-garis longitudinal searah pembuluh. Pada bagian labellumnya berbelah 3 ruang (trilobed), dengan ujung midlobe yang lebar dan tepi bergelombang berwarna kuning cerah pada pangkal dan manjadi semburat kecoklatan kearah ujung. Vanda ini memiliki kekerabatan yang dekat dengan <em>Vanda devoogtii</em>, <em>Vanda merrillii</em>, <em>Vanda sumatrana </em>dan <em>Vanda hindsii</em>. Sayangnya bunga anggrek ini tidak bertahan lama, keindahan bunganya hanya bertahan sekitar 7-10 hari. <em>Vanda metusalae</em> termasuk anggrek yang memiliki tingkat kesulitan budidaya yang tinggi bila dibandingkan dengan kerabat Vanda lainnya, pertumbuhan vegetatifnya tergolong sangat lambat, kemampuan adaptasinya rendah sehingga tanaman baru sangat mudah stress, lingkungan tumbuhnya sangat spesifik sehingga membutuhkan kelembaban, suhu, aerasi, dan intensitas cahaya yang benar-benar sesuai. Bila lingkungan tumbuhnya ada yang sedikit saja berubah, jangankan tumbuh, tanaman ini akan stagnan bahkan banyak diantaranya yang mati kekeringan (karena tidak ada pertumbuhan akar yang optimal) bahkan banyak pula yang mengalami busuk akar karena kondisi yang terlalu lembab. Tanaman ini agaknya tidak dianjurkan bagi para pemula. </p>
<p>Langkah prioritas yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah melakukan perbanyakan khususnya melalui kultur biji maupun kultur jaringan agar spesies ini tidak menghilang dari habitatnya seperti beberapa kerabat Vanda spesies dari Indonesia lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pohon Anggrek Terbesar dan Terberat di Dunia</title>
		<link>http://www.anggrek.org/pohon-anggrek-terbesar-dan-terberat-di-dunia.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/pohon-anggrek-terbesar-dan-terberat-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 16:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/03/01/pohon-anggrek-terbesar-dan-terberat-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Destario Metusala 2007 Ini dia si jawara kelas berat dari dunia anggrek. Jawara ini bernama Grammatophyllum speciosum atau seringpula disebut-sebut dengan nama G. papuanum yang diyakini sebagai salah satu variannya. Tanaman ini tersebar luas dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Papua. Oleh karena itu, tidak heran bila banyak ditemukan varian-varian nya dengan bentuk tanaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/21053/anggrek%20raksasa.jpg" alt="Grammatophyllum speciosum" /><br />
Gambar oleh Destario Metusala 2007</p>
<p>Ini dia si jawara kelas berat dari dunia anggrek. Jawara ini bernama <em>Grammatophyllum speciosum </em>atau seringpula disebut-sebut dengan nama <em>G. papuanum</em> yang diyakini sebagai salah satu variannya. Tanaman ini tersebar luas dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Papua. Oleh karena itu, tidak heran bila banyak ditemukan varian-varian nya dengan bentuk tanaman dan corak bunga yang sedikit berbeda. Dalam satu rumpun dewasa, tanaman ini dapat mencapai berat lebih dari 1 ton dan panjang malai bunga hingga 3 meter dengan diameter malai sekitar 1,5-2 cm. Itulah sebabnya malai bunganya mampu menyangga puluhan kuntum bunga berdiameter 7-10 cm. Dari corak bunganya&#8230;penduduk lokal sering menjulukinya dengan sebutan anggrek macan&#8230;akan tetapi sebutan ini sering rancu dengan kerabatnya, <em>Grammatophyllum scriptum</em> yang memiliki corak serupa. Oleh sebab itu, anggrek ini populer juga dengan sebutan sebagai anggrek tebu, karena sosok batang tanamannya yang menyerupai batang pohon tebu. Meskipun persebarannya cukup luas&#8230;anggrek ini justru menghadapi ancaman serius dari perburuan tak terkendali serta kerusakan habitat. Sosok pohonnya yang sangat besar mudah terlihat oleh para pemburu, terlebih lagi saat memunculkan bunganya yang mencolok. Belum lagi perkembangbiakan alami di habitat dengan biji sangatlah sulit diandalkan karena lambatnya laju pertumbuhan dari fase biji hingga mencapai tanaman dewasa yang siap berbunga. Mungkin hal inilah yang mendasari kenapa anggrek ini menjadi salah satu species anggrek yang dilindungi. </p>
<p>Sebagai pecinta anggrek, pasti anggrek ini akan menjadi salah satu &#8220;most wanted&#8221; dalam daftar koleksi. Agar perburuan liar terhadap anggrek ini di habitatnya dapat dikendalikan, maka langkah-langkah budidaya secara vegetatif maupun generatif harus segera diberdayakan. Apalagi anggrek ini terkenal sangat mudah menumbuhkan tunas dari stek bulbnya. Setidaknya, dengan membudidayakannya secara vegetatif atau membeli bibit anggrek tebu hasil perkembangbiakan vegetatif (tunas dari stek bulb) dapat menjadi salah satu upaya memelihara kelestarian anggrek alam Indonesia. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/pohon-anggrek-terbesar-dan-terberat-di-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grammatophyllum stapeliaeflorum</title>
		<link>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-stapeliaeflorum.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-stapeliaeflorum.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2006 03:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/07/13/grammatophyllum-stapeliaeflorum/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar diambil dari http://www.geocities.com/ Kerabat jenis anggrek ini jumlahnya agak terbatas. Berdasarkan catatan sementara, di Indonesia hanya ditemukan 3 jenis, yaitu anggrek tebu (G. speciosum), anggrek macan (G. scriptum) dan Anggrek sendu (G. stapeliaeflorum). Anggrek ini biasa disebut anggrek sendu karena warnanya yang kusam dan bentuk bunga yang menggantung seperti cucuran air mata. Bulbnya menyerupai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.geocities.com/cshangrila/images/grammatophyllum_stapeliaeflorum.jpg" alt="gram.satplflrm" /><br />
Gambar diambil dari http://www.geocities.com/</p>
<p>Kerabat jenis anggrek ini jumlahnya agak terbatas. Berdasarkan catatan sementara, di Indonesia hanya ditemukan 3 jenis, yaitu anggrek tebu (<em>G. speciosum</em>), anggrek macan (<em>G. scriptum</em>) dan Anggrek sendu (<em>G. stapeliaeflorum</em>). <span id="more-51"></span></p>
<p>Anggrek ini biasa disebut anggrek sendu karena warnanya yang kusam dan bentuk bunga yang menggantung seperti cucuran air mata. Bulbnya menyerupai bulb anggrek macan (<em>G. scriptum</em>) hanya saja kulit permukaan luarnya tampak lebih mengkilat dan kaku seperti dilapisi plastic, berbuku tunggal dengan panjang kira-kira 14 cm, lebar 6 cm, agak memipih dengan 2-3 daun pada puncaknya. Daun berukuran cukup lebar, panjang kira-kira 35 cm yang makin menyempit kearah pangkalnya. Bunganya muncul dari dasar bulb dengan tandan bunga yang merunduk dan menggantung ke bawah. Panjang tandan bunga sekitar 30 cm. Pada tandan tersebut tumbuh sebanyak 12 kuntum bunga. Bunga berwarna coklat kelabu keunguan dengan totol-totol ungu tua, berbau tidak sedap.</p>
<p>Jenis ini ditemukan di hutan-hutan di Sumatera, Jawa sampai dengan Sulawesi. Tumbuh secara epifit pada pohon-pohon di hutan-hutan yang agak terbuka. Berdasarkan catatan sementara tanaman ini berbunga pada bulan-bulan Januari, Februari, Juni, Juli. Apakah waktu berbunga tersebut sama dengan berbunganya di alam masih perlu diteliti. Masa mekar bunganya antara 13-15 hari. Buah berbentuk jorong.</p>
<p>Tanaman ini sudah mulai dibudidayakan, tapi sayang peminatnya masih sedikit karena masih kalah populer dibanding dua kerabatnya yang lain, anggrek tebu dan anggrek macan. Umumnya dipelihara di pot besar atau pot gantung besar dengan media tumbuh cacahan akar pakis dan sedikit sabut kelapa. Penyiraman diperlukan tetapi tidak setiap hari. Mudah dikembangbiakkan dengan anakan. Meskipun penampakan bunganya yang kurang menarik, namun anggrek ini merupakan satu-satunya anggota keluarga Grammatophyllum yang memiliki morfologi tandan dengan posisi menggantung. Keunikan inilah yang membuat anggrek species ini mulai dilirik banyak para kolektor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-stapeliaeflorum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grammatophyllum Speciosum</title>
		<link>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-speciosum.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-speciosum.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2005 05:29:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Anggrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/v1/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[<em>Grammatophyllum Speciosum</em>, atau Anggrek Tebu. adalah anggrek terbesar di dunia. <br />
<img src='/wp-content/images/thumb-Grammatophyllumspeciosum.jpg' alt='Grammatophyllum Speciosum' /> ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Grammatophyllum Speciosum</em>, atau Anggrek Harimau, adalah anggrek terbesar di dunia. Berkembang biak di sela-sela pohon besar, anggrek ini bisa mencapai panjang 15 ft;  Satu rumpun tanaman pernah tercatat memiliki berat 2 ton. Berada di lingkungan panas, hutan tropis yang lembab di kawasan Malaysia, Sumatra, and New Guinea, anggrek ini dikenal karena penampilannya yang luar biasa pada saat berbunga, walupun cuma berbunga sekali dalam 2 sampai 4 tahun.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Bunga anggrek harimau, juga dikenal anggrek tebu, sangat tahan lama dan dapat bertahan sampai 2 bulan. Bunganya dapat mencapai 6 in berwana kuning krim denga bintik coklat atau merah tua. Stem bunga dapat mencapai 6-9 in dengan 60-100 kuntum per tangkai.</p>
<p><img src='/wp-content/images/Grammatophyllumspeciosum.jpg' alt='Grammatophyllum Speciosum' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-speciosum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>110</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grammatophyllum Scriptum</title>
		<link>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-scriptum.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-scriptum.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2005 04:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Anggrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Berukuran besar, tumbuh secara epifit di daerah panas.  Berasal dari Asia Tenggara, Papua dan New Guinea, diketemukan pada ketinggian sampai 100 meter dari permukaan laut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berukuran besar, tumbuh secara epifit di daerah panas.  Berasal dari Asia Tenggara, Papua dan New Guinea, diketemukan pada ketinggian sampai 100 meter dari permukaan laut dan selalu dekat dengan laut, kadang terdapat di sela-sela tangkai daun kelapa.<br />
<span id="more-18"></span><br />
<img src='/wp-content/images/Grammatophyllumscriptum.jpg' alt='Grammatophyllum Scriptum' />   <br />
Grammatophyllum Scriptum</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/grammatophyllum-scriptum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>82</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
