Jenis Anggrek Category

Paphiopedilum liemianum, mungil nan tangguh

Thursday, November 16th, 2006

Anggrek e Rio
Gambar oleh Destario Metusala 06

Anggrek ini akrab disebut sebagai anggrek kantong, karena labellumnya yang menyerupai kantung kecil. Sosok tanaman anggrek ini cukup pendek (tinggi tanaman sekitar 5-7 cm) dengan posisi daun yang berselang seling. Daunnya melebar dengan ujung membulat. Lebar daun sekitar 3-6 cm dengan panjang daun bervariasi antara 15-20 cm. Tanaman ini termasuk anggrek terestrial, artinya anggrek ini memiliki habitat tumbuh di tanah, dengan mengandalkan organ akarnya sebagai alat untuk menyerap air dan unsur hara. Anggrek ini senang dengan kondisi media yang cukup lembab, akan tetapi jika terlalu lembab bisa menyebabkan pembusukan pada pangkal batangnya. Anggrek yang dahulu diisukan sebagai anggrek yang sulit dipelihara ini, ternyata justru memiliki kelebihan lain, yaitu toleran terhadap kekeringan dan toleran dengan rentang suhu yang lebar. Selain itu, dalam satu tandan bunga bisa memunculkan lebih dari 3 kali bunga. Bunganya yang unik muncul bergantian satu per satu dengan masa mekar tiap kuntum bunga lebih dari 1 minggu. Pemeliharaan anggrek ini cukup mudah, hanya dengan menjaga kelembaban media dan melakukan pemberian pupuk organik pada media tanamnya. Oh iya…satu hal yang cukup penting yaitu tempatkan anggrek ini pada tempat yang ternaungi, misal dibawah paranet 50 % atau di bawah tajuk pepohonan. Meskipun bunganya unik dan indah, sayangnya pertumbuhan anggrek ini termasuk sangat lambat.

Media tumbuh anggrek ini dapat berupa campuran tanah (usahakan yang kadar lempungnya rendah) dan pupuk organik. Atau media kombinasi seperti cacahan pakis/arang/kerikil + potongan sabut, pupuk organik + sedikit moss.

Coelogyne speciosa, sang putri yang tersisihkan

Thursday, November 16th, 2006

Anggreke Rio
Gambar oleh Destario Metusala 06

Sosoknya bunganya anggun layaknya seorang putri yang bersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Sang putri yang elok dan menawan ini memiliki nama Coelogyne speciosa. Meskipun persebarannya sangat luas, bukanlah alasan untuk menelantarkannya. Hampir banyak pedagang tidak terlalu memperdulikannya dengan alasan harganya yang kurang bersaing. Sikap yang sama sering datang dari para pembeli yang sering mencibir saat melihat sosoknya teronggok di stand pameran, bahkan diantaranya berkomentar “walah…anggrek kaya gitu kan dah sering liat..dimana-mana juga ada, heran…hari gini masih ada yang ngejual”. Demikian pilu kisah sang putri hutan.

Keberadaannya di alam memang tidak selangka teman-temannya, namun hal ini semata-mata akibat upaya si anggrek. Kemampuan adaptasinya yang luas, tingkat pertumbuhan yang cepat, rajin berbunga, serta kemampuannya melakukan selfing secara alami merupakan kelihaian khusus yang menyebabkan keberadaannya akan terus langgeng di alam…dan juga dirumah kita. Tidak mau kalah dengan temannya terdahulu, sang putri juga menyampaikan harapannya kepada siapapun agar dirinya dapat dikembangbiakkan yang kemudian disisihkan sebagian sebagai hiasan alam. Siapapun dia, sang putri akan berterima kasih dan tersenyum bahagia kepada sang pahlawan.

Dendrobium capra

Thursday, July 13th, 2006

dendro
gambar dari www.orchidsindonesia.com

Anggrek dendrobium yang dikenal juga sebagai anggrek bintang hijau ini merupakan anggrek dataran rendah yang pertumbuhannya relative lambat, akan tetapi memiliki vigor tunas yang cukup tinggi. Persebaran Dendrobium capra tidak terlalu luas atau dapat dikatakan endemik daerah Jawa Tengah hingga Jawa Timur, namun ada pula laporan yang mengatakan anggrek ini ditemukan pula di daerah kepualauan Bali hingga Nusa Tenggara. (more…)

Grammatophyllum stapeliaeflorum

Thursday, July 13th, 2006

gram.satplflrm
Gambar diambil dari http://www.geocities.com/

Kerabat jenis anggrek ini jumlahnya agak terbatas. Berdasarkan catatan sementara, di Indonesia hanya ditemukan 3 jenis, yaitu anggrek tebu (G. speciosum), anggrek macan (G. scriptum) dan Anggrek sendu (G. stapeliaeflorum). (more…)

Phalaenopsis bellina

Wednesday, July 5th, 2006

Anggrek ini sudah tidak asing lagi bagi penggemar anggrek. Budidayanya sudah dimulai sejak tahun 1861. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di Kalimantan, Sumatera dan Semenanjung Malaya. Beberapa Negara sekarang juga telah membudidayakannya. Nama latin dari anggrek cantik ini adalah Phalaenopsis bellina. Di Indonesia dikenal dengan nama anggrek kelip. Nama itu diberikan karena bentuk dan warna bunganya yang menyerupai bintang yang sedang berkelap-kelip.
(more…)

Cymbidium finlaysonianum

Wednesday, July 5th, 2006

Cymbidium finlaysonianum
Gambar diambil dari http://www.morninggarden.com

Di Kalimantan Barat anggrek ini dinamakan sakat lidah ular tedung atau lau pandan. Orang sumatera mengenalnya dengan nama anggrek pandan, karena perawakannya memang sekilas menyerupai pandan. Untuk membedakannya dengan anggrek lainnya yang perawakannya mirip pandan seperti Vanda tricolor, anggrek ini diberi nama “anggrek lidah ular”.
(more…)

Coelogyne Pandurata

Monday, January 23rd, 2006

Dikenal dengan nama Anggrek Hitam atau Black Orchid, karena pada lidahnya terdapat warna hitam. Coelogyne pandurata Lindley tersebar di Malaysia, Sumatra, Kalimantan dan di Philipina di Mindanao, Luzon dan pulau Samar. Pada umumnya tumbuh pada pohon tua, didekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas.

(more…)

Dendrobium Sulawesiense

Thursday, December 1st, 2005

Baru diketemukan spesies dari Sulawesi (Indonesia), Dendrobium sulawesiense (syn. Den. crepidiferum) adalah anggrek yang cukup mencolok dengan bunga besar berwarna magenta serta lidah berwarna oranye dan tahan lama. Toleran pada suhu sedang sampai hangat, spesies ini membutuhkan kelembababan tinggi dan tingkat cahaya sedang.
(more…)

Grammatophyllum Speciosum

Thursday, December 1st, 2005

Grammatophyllum Speciosum, atau Anggrek Harimau, adalah anggrek terbesar di dunia. Berkembang biak di sela-sela pohon besar, anggrek ini bisa mencapai panjang 15 ft; Satu rumpun tanaman pernah tercatat memiliki berat 2 ton. Berada di lingkungan panas, hutan tropis yang lembab di kawasan Malaysia, Sumatra, and New Guinea, anggrek ini dikenal karena penampilannya yang luar biasa pada saat berbunga, walupun cuma berbunga sekali dalam 2 sampai 4 tahun.
(more…)

Grammatophyllum Scriptum

Thursday, December 1st, 2005

Berukuran besar, tumbuh secara epifit di daerah panas. Berasal dari Asia Tenggara, Papua dan New Guinea, diketemukan pada ketinggian sampai 100 meter dari permukaan laut dan selalu dekat dengan laut, kadang terdapat di sela-sela tangkai daun kelapa.
(more…)