<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anggrek.Org &#187; Vanda</title>
	<atom:link href="http://www.anggrek.org/category/jenis-anggrek/vanda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrek.org</link>
	<description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2009 14:14:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Vanda celebica</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 09:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/02/17/vanda-celebica/</guid>
		<description><![CDATA[Foto oleh Destario Metusala (2008) Foto oleh Destario Metusala (2008)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26999/anggrek%201.jpg" alt="Vanda celebica nya destario" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/27001/anggrek%202.jpg" alt="Vanda celebica nya rio (detail lip)" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda insignis</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 13:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/02/11/vanda-insignis-2/</guid>
		<description><![CDATA[Foto oleh Destario Metusala 08 Foto oleh Destario Metusala 08]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26886/vanda%20insignis.JPG" alt="Vanda insignis rio" /><br />
Foto oleh Destario Metusala 08</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26887/Vanda%20insignis%202.JPG" alt="Vanda insignis lagi" /><br />
Foto oleh Destario Metusala 08</p>
<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/22206/Vanda%20insignis.jpg" alt="Vanda insignisnya rio" /" alt="line drawing" /><br />
Gambar oleh Destario Metusala 08</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda metusalae, anggrek baru dari Indonesia</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 12:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grammatophyllum]]></category>
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/01/29/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Destario M (2008) Foto oleh Destario Metusala (2008) Foto oleh Boby Satya (2008) Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Bryrne dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26713/aSD.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Gambar oleh Destario M (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26975/rio.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26714/v.metusalae.JPG" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Boby Satya (2008)</p>
<p>Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Bryrne dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 cm, dengan diameter 1,2-1,5 cm. Daunnya cukup sempit, lebar daunnya 2-2,3 cm, panjang daun 30-45 cm, berujung belah dua (bilobed) dan berujung tajam-bergigi. Tangkai pembungaan termasuk pendek bila dibanding dengan keluarga Vanda lainnya, yaitu sekitar 5-6 cm, yang membawa 3-7 kuntum bunga. Bunga <em>Vanda metusalae</em> berukuran tidak terlalu besar yaitu 3,2 cm x 3,5 cm, berwarna dasar kuning terang dengan pola bercak merah kecoklatan pada tepi kelopak (sepal-petal) dan membentuk pola garis-garis longitudinal searah pembuluh. Pada bagian labellumnya berbelah 3 ruang (trilobed), dengan ujung midlobe yang lebar dan tepi bergelombang berwarna kuning cerah pada pangkal dan manjadi semburat kecoklatan kearah ujung. Vanda ini memiliki kekerabatan yang dekat dengan <em>Vanda devoogtii</em>, <em>Vanda merrillii</em>, <em>Vanda sumatrana </em>dan <em>Vanda hindsii</em>. Sayangnya bunga anggrek ini tidak bertahan lama, keindahan bunganya hanya bertahan sekitar 7-10 hari. <em>Vanda metusalae</em> termasuk anggrek yang memiliki tingkat kesulitan budidaya yang tinggi bila dibandingkan dengan kerabat Vanda lainnya, pertumbuhan vegetatifnya tergolong sangat lambat, kemampuan adaptasinya rendah sehingga tanaman baru sangat mudah stress, lingkungan tumbuhnya sangat spesifik sehingga membutuhkan kelembaban, suhu, aerasi, dan intensitas cahaya yang benar-benar sesuai. Bila lingkungan tumbuhnya ada yang sedikit saja berubah, jangankan tumbuh, tanaman ini akan stagnan bahkan banyak diantaranya yang mati kekeringan (karena tidak ada pertumbuhan akar yang optimal) bahkan banyak pula yang mengalami busuk akar karena kondisi yang terlalu lembab. Tanaman ini agaknya tidak dianjurkan bagi para pemula. </p>
<p>Langkah prioritas yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah melakukan perbanyakan khususnya melalui kultur biji maupun kultur jaringan agar spesies ini tidak menghilang dari habitatnya seperti beberapa kerabat Vanda spesies dari Indonesia lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda limbata</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 07:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/11/07/vanda-limbata/</guid>
		<description><![CDATA[photo by Destario Metusala 07 Nama : Vanda limbata Blume, Rumphia 4:49 (1849) Sinonim : (belum ada catatan lain) Nama Indonesia : - Asal : Jawa Timur Habitat : Habitat alaminya di hutan dataran rendah di Jawa Timur, Madura, Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara Timur bahkan ada laporan spesies ini juga ditemukan di Filipina. Adaptif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/25375/limbata2.jpg" alt="vanda limbata ne rio" /><br />
photo by Destario Metusala 07</p>
<p>Nama		: Vanda limbata Blume, Rumphia 4:49 (1849)<br />
Sinonim		: (belum ada catatan lain)<br />
Nama Indonesia	: -<br />
Asal		: Jawa Timur</p>
<p>Habitat	: Habitat alaminya di hutan dataran rendah di Jawa Timur, Madura, Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara Timur bahkan ada laporan spesies ini juga ditemukan di Filipina. Adaptif pada pola vegetasi hutan terbuka dengan aerasi lancar serta intensitas cahaya 60-85 dengan suhu 26-32ºC.</p>
<p>Info bunga	: Dalam satu pohon bias mengeluarkan 1-2 tandan bunga dengan jumlah kuntum antara 3-10 per tandan. Diameter bunga sekitar 3-4 cm, sepal petal berwarna dasar kuning dengan pola bercak krem kecoklatan. Sangat variatif dalam warna, mulai kuning pucat hingga kuning kecoklatan (specimen asal Jawa dan Madura) dan coklat tua kemerahan hingga jingga tua kemerahan (specimen asal Nusa Tenggara). Begitu pula dengan warna labellumnya dari merah muda pucat hingga merah keunguan, bahkan pada beberapa kuntum bisa ditemukan warna labellum putih kekuningan. Selain bentuk labellumnya, ciri khas spesifik lain yang membedakan dengan kerabat Vanda yang lainnya adalah tonjolan kecil pada bagian tengah pangkal belakang dari labellumnya. Bunganya mengeluarkan aroma harum semerbak, terutama pada pagi hari pukul 07.00-11.00.</p>
<p>Keterangan	: Sangat adaptif dan mudah untuk dipelihara. Laju pertumbuhan akar sangat cepat. Mudah ditumbuhkan baik dengan media tanam maupun tanpa media tanam. Biasanya berbunga pada pergantian musim, terutama pada saat-saat terkering antara musim kemarau masuk ke musim hujan.</p>
<p>article By. Destario Metusala 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda tricolor var suavis, si totol yang mempesona</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/17/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona/</guid>
		<description><![CDATA[by Destario Metusala 07 by Destario Metusala 07 Awalnya, Pada tahun 1847, John Lindley, seorang botanis handal berkebangsaan inggris telah mendeskripsikan sebuah anggrek yang diberinya nama Vanda tricolor. Setahun kemudian, yaitu pada 1849, Lindley kembali mendeskripsikan sebuah anggrek Vanda yang dianggapnya berbeda dengan Vanda tricolor. Vanda ini kemudian dideskripsikan oleh Lindley sebagai Vanda suavis. Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24692/2.jpg" alt="Vanda tricolor var suavis" /><br />
by Destario Metusala 07</p>
<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24691/1.jpg" alt="Vanda tricolor var suavis" /><br />
by Destario Metusala 07</p>
<p>Awalnya, Pada tahun 1847, John Lindley, seorang botanis handal berkebangsaan inggris telah mendeskripsikan sebuah anggrek yang diberinya nama <em>Vanda tricolor</em>. Setahun kemudian, yaitu pada 1849, Lindley kembali mendeskripsikan sebuah anggrek Vanda yang dianggapnya berbeda dengan <em>Vanda tricolor</em>. Vanda ini kemudian dideskripsikan oleh Lindley sebagai <em>Vanda suavis</em>. Beberapa ahli mengangap Vanda putih bertotol ungu kemerahan ini sebagai salah satu varietas dari <em>Vanda tricolor </em>dengan nama<em>Vanda tricolor </em>var <em>suavis</em>, tetapi adapula yang memisahkannya menjadi jenis tersendiri yaitu <em>Vanda suavis</em>. Nama <em>suavis</em> berarti manis atau menyenangkan. Nama tersebut diberikan karena bunganya yang memiliki bentuk, warna dan keharuman khas yang “manis”. Meskipun demikian, untuk saat ini nama <em>Vanda tricolor </em>var <em>suavis </em>akhirnya menjadi nama resmi yang tercatat di Kew Garden.</p>
<p>Persamaan bentuk tubuhnya dengan <em>Vanda tricolor</em> varietas lainnya memang tidak diragukan lagi. Perbedaannya hanya tampak pada warna serta beberapa bentuk detail organ bunganya. Batangnya berbentuk bundar, panjang dan kokoh, tingginya dapat mencapai 2 m. Daunnya berbentuk pita agak melengkung dengan ujung daun berbentuk rompang bersudut tajam. Tandan bunga yang panjangnya 25-40 cm menyangga 12-15 kuntum bunga yang muncul dari ketiak daun. Masing-masing bunganya dapat mencapai garis tengah 9 cm. Dibandingkan dengan varietas <em>tricolor</em>, var <em>suavis </em>ini memiliki tandan bunga lebih panjang sehingga bunganya juga lebih banyak. Dasar bunganya putih keunguan dengan bercak-bercak ungu kemerahan dan beraroma harum. Aroma harum ini nampaknya dipengaruhi pula oleh ketinggian dimana anggrek ini dipelihara. Didataran rendah 200-300 m dpl, aroma harumnya tidak terasa kuat, berbeda dengan didataran tinggi yang aromanya dapat tercium kuat. Dari pengamatan yang dilakukan, ternyata pada kondisi yang optimum, Vanda ini dapat berbunga terus menerus sepanjang tahun dengan masa mekar yang cukup lama yaitu 20-24 hari.</p>
<p>Untuk perawatannya anggrek ini tergolong mudah dan cukup bandel. Penamanannya bisa mengunakan media bonggol pakis, arang, atau sebongkah kayu. Bahkan seringpula cukup dengan melekatkannya pada batang pohon yang besar. Kuncinya pada kontrol supaya daerah perakarannya cukup lembab serta aliran aerasi yang lancar. Intensitas cahaya yang disukai antara 50-75 %. Intensitas cahaya diatas 80 % dapat menyebabkan permukaan daunnya menjadi kekuningan bahkan gosong dan pertumbuhan daunnya menjadi lebih pendek, akan tetapi jumlah tandan bunga yang dikeluarkan umumnya lebih banyak dan lebih sering berbunga. Pemupukan baik lewat akar maupun daun sangat dianjurkan, baik menggunakan pupuk cair alami seperti air seni sapi yang telah terfermentasi dengan baik maupun dengan pupuk kimia.</p>
<p>Sama halnya dengan anggrek <em>Vanda tricolor </em>varietas lainnya, si totol ini umumnya tumbuh baik pada ketinggian 800-1700 m dpl, pada hutan-hutan yang agak terbuka. Namun ternyata anggrek ini juga mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah 200-300 m dpl, dan dapat berbunga dengan sempurna. Tanaman ini berasal dari Jawa Barat hingga Bali, bahkan ada laporan bahwa spesies ini juga ditemukan di Laos. Pembudidayaanya tidak asing lagi di pulau Jawa terlebih diluar negeri. Vanda ini sering dijadikan induk silangan untuk menghasilkan form spot-spot ungu, warna ungu kemerahan pada labellum, aroma harum, tandan bunga yang panjang serta jumlah kuntum yang banyak pada hybrid keturunannya. Upaya persilangan baik dengan jenis lain dalam satu genus maupun dengan genus lain telah banyak dilakukan. Misalnya dengan <em>Phalaenopsis</em> dan <em>Renanthera</em>.  Tak elak lagi, bahwa anggrek ini tetap menjadi primadona incaran para hobiis dan kolektor anggrek spesies. Oleh karena itu, upaya pembudidayaannya baik secara generatif maupun vegetatif sangat penting dalam fungsinya untuk mengendalikan perburuan liar anggrek ini di habitatnya yang sudah semakin langka. Bahkan di lereng selatan Gunung Merapi (di luar area relokasi), anggrek ini jumlahnya tidak lebih dari hitungan jari saja. Bila tidak ada action nyata, kepunahan anggrek ini di habitatnya hanya tinggal menunggu waktu saja. </p>
<p>Salam Anggrek Panda Tali Kolor!!!</p>
<p>Destario Metusala</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Kupu-Kupu Rawa</title>
		<link>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2007 16:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/09/si-kupu-kupu-rawa/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar oleh Vincent Wanua 07 Papilionanthe hookeriana Rchb.f. (1915) adalah salah satu jenis anggrek spesies kebanggaan bangsa Indonesia karena bunganya yang menawan. Bahkan anggrek simbol negeri Singapura yaitu Papilionanthe Miss Joaquim merupakan keturunan dari hasil persilangan antara Papilionanthe hookeriana dengan Papilionanthe teres. Nama hookeriana diberikan sebagai penghormatan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24628/a.jpg" alt="anggrek rawa" /><br />
Gambar oleh Vincent Wanua 07</p>
<p><em>Papilionanthe hookeriana Rchb.f. </em>(1915) adalah salah satu jenis anggrek spesies kebanggaan bangsa Indonesia karena bunganya yang menawan. Bahkan anggrek simbol negeri Singapura yaitu Papilionanthe Miss Joaquim merupakan keturunan dari hasil persilangan antara <em>Papilionanthe hookeriana </em>dengan <em>Papilionanthe teres</em>.  Nama hookeriana diberikan sebagai penghormatan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani pada abad ke-18 yang pernah menjabat sebagai direktur Kebun Raya Kew, Inggris. </p>
<p>Anggrek ini termasuk anggrek rawa karena umumnya tumbuh di daerah rawa. Bila dilihat dari sosok perawakannya, anggrek sangat mirip dengan kerabat dekatnya yaitu <em>Papilionanthe teres</em>, sehingga seringkalo orang tidak dapat membedakan kedua jenis anggrek ini bila hanya melihat dari tanamannya saja. Di habitat aslinya tanaman ini dapat mencapai tinggi 2,5 m. Batangnya bulat-silindris, beruas-ruas dan tertutup seludang tipis. Diamater batang antara 0,5-1,2 cm. Daunnya juga berbentuk silindris dengan ujung meruncing dan berposisi tegak. Permukaan batang dan daun halus berwarna hijau. Akar-akarnya muncul di sepanjang buku pada batangnya. Sifat inilah yang menjadikan anggrek ini mudah untuk dikembangbiakan melalui teknik stek batang. Karena bentuk batang dan daunnya yang silindris menyerupai pinsil, anggrek ini sering juga disebut sebagai anggrek pinsil. Namun bila dilihat dari sisi botanisnya&#8230;bentuk anggrek tersebut merupakan adaptasi terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi, karena bentuk batang dan daun silindris serta posisi daun yang tegak akan mengurangi bidang penguapan (transpirasi) air yang berlebihan. Oleh karena itu, tanaman ini sangat adaptif di dataran rendah dari 0-700 m dpl juga sebagai tanaman outdor yang tahan paparan sinar matahari langsung, dengan catatan media perakarannya cukup lembab. Ukuran bunganya termasuk besar, berdiameter 5-6 cm. Bunga ini tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-25 cm dan muncul dari ketiak daun. Setiap tandan dapat memunculkan 2-15 kuntum sekaligus dengan pola mekar yang tidak serempak. Dari pengamatan yang dilakukan, setiap kuntum bunga memiliki masa mekar antara 20-22 hari. Bunganya berwarna dasar ungu muda hingga ungu keputihan. Anggrek yang sering pula dijuluki sebagai anggrek rawa ini memiliki distribusi yang cukup luas yaitu di Semenanjung Malaya, Sumatera, Bangka hingga Kalimantan.<br />
Mengingat bunganya yang indah, berukuran besar, tahan lama dan sifatnya yang dapat berbunga sepanjang tahun, maka anggrek ini memiliki potensi besar untuk dijadikan induk silangan. </p>
<p>by Destario Metusala 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
