Warna-Warni Category

Virus-virus ganas mulai menggerogoti keluarga anggrek

Sunday, February 11th, 2007

Dactylorhiza foliosa termasuk anggrek species asli pulau Madeira. Seiring dengan permintaan yang tinggi akan anggrek ini, maka pengembangan kultur jaringan komersial skala besar terus digalakkan hingga kuantitas D.foliosa tersedia secara masal sebagai tanaman hias kebun yang bernilai tinggi.

Pada Juni 2005, telah ditemukan suatu sampel D.filosa yang menunjukkan gejala bercak klorosis. Sampel ini kemudian diteliti lebih lanjut oleh beberapa peneliti dari Central Science Laboratory di Inggris diantaranya A. Skelton, M. Daly, T. Nixon dkk, untuk mengidentifikasi sejumlah virus yang diduga menginfeksi anggrek ini termasuk diantaranya Tomato spotted wilt virus, Impatiens necrotic spot virus, Cymbidium mosaic virus, Odontoglossum ringspot virus dan Bean yellow mosaic virus (BYMV). Subsekuen eksaminasi dengan transmisi mikroskop elektron menditeksi adanya form partikel-partikel virus dengan ukuran lebar sekitar 750 nm. Penemuan ini dikonfirmasi dengan RT-PCR dengan desain primer sekuen BYMV seperti yang tersedia di gen bank (BYMV F 5’-GGTGAATGGACHATGATGGATGG and BYMV R 5’-CAAGCATGGTGTGCATAT GCATATCACG; CSL). Terakhir, partikel virus ini ditransmisi kedalam 2 species indicator dengan inokulasi mekanis. Gejala pada daun di observasi pada species Chenopodium quinoa (klorois lokal) dan Nicotiana benthamiana (distorsi dan mozaik). Test ELISA (Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay) atas tanaman indikator ini akhirnya menunjukkan gejala serangan dari BYMV. BYMV adalah penyakit yang umum pada tanaman kacang-kacangan dan inang lainnya (Bos, 1970). Pertama kali diidentifikasi di Inggris pada 1930 sebagai “pea mozaik”. Dan pada tahun 1995 telah dilaporkan untuk pertama kalinya serangan virus ini pada berbagai jenis anggrek di Amerika, Jerman dan Jepang (Lawson & Hsu, 1995). Akhirnya hasil penelitian pada pertengahan tahun 2005 inilah, untuk pertama kalinya BYMV menginfeksi anggota dari genus Dactylorhiza. Diharapkan fakta ilmiah ini dapat menggugah kewaspadaan negara basis anggrek seperti Indonesia untuk lebih memperketat mobilitas anggrek dari luar negeri atau masuknya materi-materi pembawa penyakit dari luar ke dalam Indonesia.
Jangan sampai tahun 2007 ini dan seterusnya akan muncul laporan bahwa virus BYMV telah hadir ditengah-tengah kita semua. Waspada…!!! Waspadalah….!!!

Daftar Pustaka :

  • Bos L, 1970. Bean yellow mosaic virus. AAB Descriptions of Plant Viruses No. 40.

  • Lawson RH, Hsu H-T, 1995. Orchid. In: Loebenstein G, Lawson RH, Brunt AA, eds. Virus and Virus-like Diseases of Bulb and Flower Crops. Chichester, UK: John Wiley & Sons, 409-420.

Disarikan dari artikel ilmiah The British Society for Plant Pathology

Potensi Bioweapon Sebagai “Destroyer” Baru Bagi Dunia Peranggrekan Indonesia

Monday, February 5th, 2007

penyakit
Gambar oleh Destario Metusala 07

Bila mendengar kata senjata biologi (biology weapon/bioweapon), pasti yang pertama tersbesit adalah penyakit-penyakit menular pada manusia seperti antrax, botulinum, ebola, cacar ganas, maupun penyakit pada ternak seperti sapi gila bahkan flu burung. Tapi jangan salah sangka, saat ini ancaman lain justru datang dari sector pertanian. Suatu perang terselubung untuk menghancurkan sistem ketahanan pangan dan ekonomi suatu negara.

Persenjataan biologi mendapat perhatian sejumlah kalangan pada akhir-akhir ini karena berkaitan dengan kemudahan  pembuatan dan propagasi massa hayati (mikroba) tidak saja oleh ahli biologi/mikrobiologiwan semata tetapi juga mereka yang berpengalaman dalam kerja laboratorium mikrobiologi atau propagasi sel (kultur jaringan). Adanya mikroba bakteri, cendawan dan virus yang bersifat patogen akan sangat bermanfaat untuk “perang hayati” dan banyak anggotanya sangat mudah untuk diperoleh, dikembangbiakkan, dimodifikasi dan disebarluaskan. Walaupun kenyataan  bahwa senjata biologi sangat bermanfaat dalam penanganan kekuatan militer biasa, kemungkinan lain yaitu penggunaan senjata biologi oleh kelompok-kelompok terorganisir sebagai alat dalam usaha penghancuran sistem pertanian suatu bangsa. Sistem pertanian merupakan unsur pokok dalam pembangunan ekonomi suatu negara agraris khususnya di basis negara-negara berkembang seperti kawasan Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur, khususnya lagi Indonesia sebagai negara dengan sumber pendapatan sebagian besar penduduknya berasal dari pertanian.

Berdasarkan data Sakernas yang telah diolah kembali (UPPLS, 1999) jumlah tenaga kerja pertanian (petani) masih mendominasi hampir separuh dari tenaga kerja nasional. Pada tahun 1992-1998 terlihat bahwa mulai tahun 1992-1997 jumlah petani terus menurun, tetapi karena adanya krisis ekonomi mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang keluar dari sektor pertanian kembali lagi  menekuni bidang pertanian sehingga tahun 1998 jumlah petani meningkat.  Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian masih tetap merupakan penyangga dalam penyerapan tenaga kerja akibat meningkatnya jumlah pengangguran. Bagi negara berkembang dengan sector agraris sebagai pondasi utama nya, swadaya pangan menjadi tuntutan penting untuk mencapai ketahanan pangan baik lokal maupun nasional.

Melihat pentingnya sistem pertanian bagi suatu negara agraris seperti Indonesia, maka selayaknyalah kita waspada terhadap segala bentuk peyusupan agen-agen biologis yang berperan sebagai bioweapon. Bahkan dugaan salah satu penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah kegagalan pemerintah negara itu menjaga ketahanan pangan. Hal itu disebabkan gandum Uni Soviet selalu terserang penyakit karat batang (Puccinia graminis) yang dibawa oleh turis-turis Barat ke negara itu. Karena kekhawatiran serupa, Amerika Serikat menerbitkan Undang-Undang (UU) Bioterorisme. Dalam UU pengganti UU Karantina Tumbuhan. Disitu disebutkan bahwa patogen penyebab penyakit tanaman dicantumkan sebagai salah satu senjata biologis. Dengan UU itu, kalau ada orang membawa tanaman atau apa pun yang diduga mengandung patogen, ia bisa dikenai ancaman hukuman berat karena dikategorikan teroris. Kasus nyata lain yaitu terinfeksinya lahan kentang di Jawa dan Sumatera Utara akibat benih kentang dari Perancis yang membawa penyakit nematode sista kuning (Globodera rostochinensis) pada Maret 2003. Penyakit ini meyebabkan lahan yang sudah terinfeksi tidak dapat ditanami kentang hingga 15 tahun lamanya. Agen hayati lainnya yang memiliki potensi sebagai agen hayati perusak adalah Magnaporthe grisea pada tanaman padi.

Hal yang sama dapat terjadi pada industri anggrek nasional yang saat ini mulai berkembang. Masalah kompetisi bisnis, ekonomi dan politik dalam bisnis peranggrekan internasional dapat saja menjadi latar belakang adanya penyusupan bioweapon ke suatu negara yang memiliki basis bisnis anggrek. Dengan demikian, kewaspadaan nasional perlu digalakkan sedini mungkin untuk mencegah masuknya jenis-jenis penyakit baru yang berpotensi merusak industri peranggrekan nasional. Cukup banyak jenis-jenis penyakit yang potensial sebagai agen bioweapon untuk menyerang anggrek baik dari golongan bakteri, cendawan maupun virus. Dengan serangkaian kegiatan isolasi, lalu uji coba preferensi inang, kemudian dilanjutkan dengan rekayasa resistensi penyakit dengan induksi kimiawi, lalu diuji kembali dengan metoda postulat Koch, yang disusul dengan evaluasi persentase serangan dan uji resistensi penyakit terhadap pestisida. Dengan serangkaian kegiatan ini, diupayakan untuk ditemukan penyakit dengan tingkat serangan yang lebih ganas (virulensi tinggi), memiliki range inang yang luas (polifag) serta toleran terhadap paparan pestisida dosis tinggi.

Indonesia menjadi negara yang sangat rawan karena beberapa hal, yaitu :

  • Memiliki plasma nutfah anggrek alam terbesar di dunia sebagai modal dasar dalam pemuliaan anggrek dimasa mendatang.
    Merupakan harta besar bagi Indonesia sekaligus incaran bagi ilmuan-ilmuan botani dan para pemulia tanaman termasuk breeder anggrek di seluruh dunia sebagai modal untuk merakit hybrid-hybrid baru yang unggul, khususnya bagi pesaing di negara-negara Asia, karena mereka memiliki pola iklim yang lebih sesuai untuk anggrek-anggrek dari Indonesia.

  • Termasuk negara yang banyak mengimpor bibit-bibit anggrek dari mancanegara.
    Bibit impor yang telah diinfeksi dengan mikroba patogen berbahaya dapat menjadi “amunisi” bioweapon saat tiba di Indonesia dan tercampur di lokasi budidaya, dan akan semakin merebak luas dengan cepat seiring dengan distribusi perdagangan lokal.

  • Bisnis anggrek di Indonesia banyak menjadi topangan bisnis skala rumah tangga maupun skala industri besar.
    Bisnis anggrek dari sektor hulu hingga hilir sedikit banyak mampu memperkuat perekonomian masyarakat di lini terbawah sekaligus terbukanya peluang berkembangnya industri anggrek nasional serta meningkatnya apresiasi perakitan hybrid-hybrid baru yang lebih unggul. Oleh karena itu, peluang ekspor nasional akan semakin meningkat san membuat persaingan bisnis anggrek baik lokal maupun Internasional semakin kompetitif.

  • Mulai bangkitnya industri anggrek nasional untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang dahulu selalu ditutup dengan import.

  • Indonesia merupakan negara tropis dengan kelembaban tinggi, sehingga sangat potensial untuk berkembangnya mikroba-mikroba patogen

  • Lemahnya sistem karantina dan pengawasan impor terhadap komoditas pertanian dari luar negeri
    Peluang masuknya bibit-bibit impor yang telah terinfeksi bioweapon akan semakin lebar

Satu hal penting yang sangat diincar pihak luar adalah kekayaan plasma nutfah anggrek alam yang dimiliki Indonesia, karena dari situlah bahan genetic untuk merangkai anggrek-anggrek hybrid di masa depan. Apabila semua plasma nutfah dan varian-varian unggul telah “ditransfer” ke luar negeri baik melalui perdagangan ilegal maupun penyelundupan….saat itulah tombol roket bioweapon segera dipencet untuk merusak industri budidaya dalam negeri sehingga menciptakan ketergantungan komoditas anggrek (misal bunga potong dll) terhadap pasokan anggrek dari luar. Selain itu, dengan rusaknya kantung-kantung sentra budidaya anggrek nasional, maka ekspor anggrek otomatis juga akan melemah, ditambah dengan peraturan bioterrorisme di manca negara yang semakin ketat yang kesemuanya bermuara pada melemahnya posisi Indonesia dalam bisnis anggrek lokal maupun internasional. Just say goodbay….

Mungkin artikel ini tampak terlalu phobia atau bahkan hiperbola bagi banyak orang, bahkan banyak pula yang tersenyum geli. Fiuh ~_~ !!, namun yang pasti, misi untuk menyampaikan wacana ini telah tersampaikan, sehingga sedikit banyak sudah ada upaya untuk terus meningkatkan kesadaran akan kewaspadaan dini terhadap berbagai kemungkinan. Keep smiling and thinking ^_^!!

By Destario Metusala 07

Anggrek…obat stress atau biang stress??!

Saturday, February 3rd, 2007

paphio tercinta
Gambar oleh Destario Metusala 07

Please give your comment….thanks!! ^_^

Kutu Gajah si Bikin Onar

Friday, February 2nd, 2007

kutuna guajah
Gambar oleh Andi Wijaya 07

Hama yang satu ini dikenal luas dengan sebutan kutu gajah. Padahal dia punya nama beken yaitu Orchidophilus atterimus. Hama ini punya selera yang cukup luas terhadap keluarga Orchidaceae seperti Dendrobium, Vanda, Phalaenopsis, Renanthera, Angraecum, Saccolobium, Cymbidium, Spathoglottis dll. Hama ini berbentuk menyerupai kutu beras, namun ukurannya cukup besar dengan panjang tubuh mencapai 1 cm. Kutu ini memiliki moncong yang panjang dan melengkung layaknya belalai gajah, itulah kenapa dia sering disebut sebagai kutu gajah.

Hama ini menyerang jaringan baik pada daun, batang semu (bulb), dan akar muda. Hama betina dewasa seringkali membuat lubang pada batang anggrek untuk meletakkan telurnya. Saat telur menetas maka lahirlah larva yang akan menggerogoti batang anggrek dari dalam. Pada saat itu, tanaman anggrek akan berhenti tumbuh, daun nampak pucat kekuningan dan diikuti dengan kerontokan daun apabila serangan bertambah parah. Hal ini karena larva didalam batang anggrek telah memutus jaringan pengangkut batang, sehingga air, unsur hara dan cadangan makanan tidak dapat tersalurkan kebagian tanaman lainnya.

Kutu gajah dapat meletakkan telurnya didalam batang semu, di daun, dan di ketiak daun anggrek. Pada percobaan skala laboratorium, telur kutu gajah akan menetas dalam 11 hari. Kemudian masuk pada fase larva selama kurang lebih 4 bulan dan dilanjutkan fase kepompong yang membutuhkan waktu sekitar 16 hari. Setelah menjadi hama dewasa, kutu ini mampu hidup antara 9 hingga 12 bulan lamanya. Hama dewasa biasanya aktif pada saat pergantian musim kemarau ke musim hujan.

Untuk mengendalikan hama ini dapat digunakan cara mekanis yaitu memunguti hama ini secara manual dengan tangan kemudian membunuhnya, atau secara kimiawi dengan insektisida sistemik apabila terdapat gejala serangan dari dalam. Untuk langkah preventif dapat menggunakan insektisida kontak berbahan aktif organophosphat atau pyrethroid maupun menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Peringatan dari saya yaitu gunakanlah insectisida pada dosis anjuran serta diselang seling dengan bahan aktif yang berbeda agar mengurangi resiko resistensi hama serta meminimalkan pencemaran lingkungan berlebih.

Potensi Anggrek sebagai Sumber Bahan Baku Serat Kerajinan Tangan

Tuesday, January 9th, 2007

Pulau Sulawesi dikenal sebagai daerah peralihan flora fauna antara benua Asia dan Australia. Anggrek serat (Dendrobium utile) merupakan salah satu species anggrek khas Pulau Sulawesi. Anggrek serat secara alami tumbuh dan tersebar di daerah pedalaman di Sulawesi, termasuk diantaranya wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara. Anggrek ini dikenal dengan nama anggrek serat bukannya tanpa alasan. Hal ini dikarenakan umbi semunya yang mengandung serat.

Anggrek serat merupakan jenis tanaman epifit yang hidupnya menempel pada batang-batang pohon yang tua. Sosok anggrek serat secara keseluruhan cukup unik jika dibandingkan sosok anggrek biasanya. Akarnya membentuk rhizome yang tumbuh merambat dan membentuk roset seperti paku sarang burung. Bentuk umbi semunya kecil, langsing dan agak pipih dan mengeras. Umbi semu ini tumbuh memanjang secara mencolok dan menyempit pada ujungnya, berwarna hijau kekuningan dan mengkilat. Pada ujung umbi semunya terdapat sehelai daun yang berwarna hijau, berbentuk lanset dan berukuran kecil.
Tangkai perbungaannya akan muncul dari lipatan daunnya. Bagian perhiasan bunganya yang terdiri dari mahkota dan kelopak bunga berwarna kuning dan bentuknya menyempit.

Dihabitatnya, anggrek ini tumbuh menempel pada batang-batang pohon yang sudah tua. Anggrek serat belum banyak dibudidayakan orang. Salah satu alasannya, bunga anggrek ini tidak berumur panjang.

Secara keseluruhan, sosok tanaman anggrek serat cukup memikat sebagai tanaman hias yang dipelihara dalam pot-pot. Daya tariknya semakin bertambah karena penampilan umbi semunya yang mengkilat. Akan tetapi anggrek serat banyak diminati bukan karena keelokan bunganya seperti halnya anggrek-anggrek lainnya, melainkan karena pemanfaatan umbi semunya.
Umbi semu anggrek serat m,engandung serat-serat sklerenkim yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, terutama untuk barang-barang anyaman. Untuk mendapatkan seratnya, umbi semu anggrek serat dibelah-belah memanjang dan dipipihkan. Serat yang diperoleh dililitkan pada sebuah balok bulat. Setelah kering akan terbentuk bahan anyaman yang halus, mengkilat dan berwarna kuning keemasan. Serat ini dapat diberi warna sesuai selera kemudian dibuat berbagai barang kerajinan tangan seperti kotak perhiasan, tas tangan, gelang, atau barang hiasan lainnya. Bahan baku serat dari umbi semu anggrek ini cukup sulit didapatkan sehingga tak heran jika harganya cukup mahal.

Melihat potensinya, sudah selayaknya jika budidaya anggrek serat lebih digalakkan. Secara alami anggrek serat dapat berkembang biak dengan biji. Akan tetapi seperti jenis anggrek yang lain, anggrek serat ini dapat juga diperbanyak dengan membelah-belah rumpunnya. Dengan penyediaan bibit melalui kultur jaringan diharapkan pembudidayaan anggrek serat dapat dilakukan dalam skala luas.

Mari Memulai dengan Anggrek Merpati

Tuesday, January 9th, 2007

Anggrek Merpati
Gambar oleh M. Aulia Adnan

Anggrek adalah tanaman yang identik dengan sifat kesabaran, keuletan, ketekunan, dan pantang menyerah. Justru diperlukan “ketangguhan” tersendiri untuk dapat menaklukan anggrek-anggrek perkasa seperti Anggrek tebu misalnya (Grammatophylum speciosum). Salah satu upaya untuk lebih mensosialisasikan kesadaran cinta anggrek kepada generasi muda adalah dengan mengajak mereka terlibat secara langsung dengan aktifitas memelihara anggrek. Dengan melakukan praktek langsung, maka akan dimulailah kesadaran untuk peduli terhadap kehidupan sang anggrek. Nah, untuk mensosialisasikan gerakan tersebut, maka diperlukan petunjuk awal untuk memulai hobi ini. Salah satu jenis anggrek yang sangat direkomendasikan untuk dicoba untuk sekedar iseng oleh pemula adalah Dendrobium crumenatum atau dikenal luas dengan nama Anggrek Merpati

Dendrobium crumenatum atau yang lebih dikenal dengan nama Anggrek merpati adalah salah satu jenis anggrek alam yang sangat mudah pemeliharaannya. Anggrek ini memiliki cukup banyak variasi dalam bentuk dan ukuran bunga. Warna khas nya yang putih bersih ditambah aroma harum semerbak merupakan kelebihan anggrek ini dibanding kerabatnya yang lain. Anggrek ini memiliki adaptasi yang sangat luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Saat musim berbunga tiba, seluruh kuntum umumnya akan mekar serentak. Hanya saja, lama mekarnya tidak lebih dari 1 hari. Kelebihan lain anggrek ini adalah toleran terhadap kekeringan, kemampuan menghasilkan keiki (anakan) yang sangat tinggi, tingkat pertumbuhan akar dan tunas yang cepat, serta tahan terhadap berbagai rentang intensitas cahaya yang kuat.

Anggrek ini amat sangat dianjurkan untuk para pemula, bahkan yang sekedar iseng sekalipun. Bagi temen-temen awam yang ingin mengetahui dunia anggrek, tentu sangatlah penting untuk mencoba memulai dengan anggrek ini. Tidak perlu khawatir apalagi cemas apabila merasa belum berpengalaman memelihara anggrek sebelumnya. Bahkan kita akan dibuat keheranan dengan ketangguhan anggrek ini untuk bertahan hidup. Sangatlah pantas bila Dendrobium crumenatum si Anggrek merpati ditempatkan pada posisi terhormat.

Apabila anda berminat untuk mencoba memeliharanya, cobalah iseng-iseng mengamati kebun tetangga sebelah, apabila anda meminta dengan baik-baik, saya sangat yakin anda akan diberi setidaknya 2-3 batang atau bahkan lebih. Apabila masih kesulitan juga, silahkan bertamasya di kawasan pegunungan atau kawasan hutan, disana anda akan banyak menemui pedagang anggrek menjual tanaman ini, atau jika beruntung anda cukup memungut beberapa batang anggrek merpati langsung dari pepohonan. Masih kesulitan juga ??!!…..dengan sangat-sangat berbahagia rekan-rekan di milis anggrek akan berbagi koleksi Anggrek merpatinya secara cuma-cuma alias gratis…mungkin hanya mengganti ongkos kirim apabila tempatnya jauh. Merpati adalah lambang kesetiaan, persahabatan, dan kesetiakawanan sosial…maka selayaknyalah anggrek ini dijadikan simbol persahabatan antar penggemar anggrek.

Informasi budidaya : Dendrobium crumenatum (Anggrek merpati) dapat dipisah dengan mudah dari rumpunnya. Pisahkan sedikitnya 2 batang besar atau 3-4 batang ukuran kecil. Kemudian bungkus bagian pangkal batang bawah yang memiliki akar dengan sedikit sabut kelapa yang sudah dibasahi terlebih dahulu. Setelah dibungkus, tanaman ini di tempelkan pada sekeping pakis atau di tanam dalam pot berisi potongan pakis/arang. Letakkan pada tempat yang teduh selama 2-3 minggu, hingga akar baru telah tumbuh dan tanaman tampak kuat. Pindahkan tanaman ditempat yang lebih terang dengan terus memelihara kelembaban pada medianya. Saat tunas-tunas baru telah tumbuh dan menjadi rumpun dewasa, maka puluhan kuntum bunga akan segera menyemarakkan hasil jerih payah anda. Tidak perlu khawatir terlalu lama menunggu, karena anggrek ini telah dikenal memiliki laju partumbuhan yang cepat.

Dipodium pandanum si Anggrek pandan

Thursday, November 16th, 2006

Anggrek Rio
Gambar oleh Destario Metusala 06

Siapa sangka si molek ini ternyata jagonya anggrek dataran rendah. Sosok tanamannya sekilas menyerupai pohon pandan. Anggrek ini memiliki tipe pertumbuhan monopodial. Tandan bunganya muncul dari ketiak daun, dan dalam satu periode berbunga bisa mengeluarkan 2-3 tandan sekaligus. Meskipun tahan suhu panas, anggrek ini ternyata rakus juga dengan air, oleh karena itu kelembaban media musti terjaga. Tinggi tanaman dapat mencapai 2 m lebih, dan akan terus meninggi. Di habitat alaminya si anggrek pandan sering merayap dengan akar lekatnya di batang pepohonan besar, sehingga tubuhnya yang jangkung tidak terkulai ke tanah. Hebatnya lagi, anggrek ini dapat berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim, bahkan dari pengamatan si penulis, dalam setahun anggrek ini dapat berbunga 4-5 kali. Satu hal yang dibisikkan oleh si molek ini yaitu kekhawatirannya akan permintaan yang hanya mengandalkan eksploitasi alam semata tanpa dibarengi dengan pengembangannya secara teknik budidaya, padahal anggrek ini sangat mudah dikembangbiakan dengan stek lho.

The Lost Orchid

Friday, September 22nd, 2006
Dendrobium Annae Dendrobium Annae

Gambar oleh Destario Metusala (2006)

Dendrobium ini pertama ditemukan pada 1905 oleh J.J. Smith dan masih terdengar kabarnya hingga 1925. Namun setelah itu, anggrek ini telah “menghilang” selama sekitar 75 tahun hingga akhirnya telah ditemukan kembali pada pertengahan 2006 ini. Dan untuk pertama kalinya di dunia, gambar anggrek ini dipublikasikan dalam bentuk foto. Untuk itu, perkenankan web ini mempersembahkan gelar “the lost orchid” kepada anggrek bernama asli Dendrobium annae ini atas ditemukannya kembali harta bangsa yang pernah hilang dari belantara Sumatera.

Sosok tanaman anggrek ini menyerupai Dendrobium sanguinolentum, hanya saja ukurannya bisa mencapai 3 meter lebih. Struktur daun sangat tipis menyerupai kertas dengan panjang mencapai 6 cm dan lebar 1-1,5 cm. Bunganya berwarna dasar putih dengan ukuran lidah (labellum) yang cukup besar. Corak unik anggrek ini terletak dari warna totol merah semu orange yang terdapat di tengah labellumnya, serta semburat warna keunguan di ujung petal dan ujung labellumnya. Secara keseluruhan, penampakan bunganya cukup besar, yaitu sekitar 4 cm panjangnya. Anggrek ini memiliki batang yang lentur berwarna kemerahan dengan diameter 1-1,6 cm. Tidak hanya sosok tubuhnya yang mirip, sosok organ bunga dan coraknya pun hampir serupa dengan Dendrobium sanguinolentum, sehingga penulispun berkeyakinan bahwa Dendrobium annae ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Dendrobium sanguinolentum, dan merupakan bentuk perkembangan lanjut akibat adanya isolasi dan adaptasi terhadap lingkungan tumbuh. Dendrobium dari section Calcarifera ini dikabarkan memiliki habitat asli di Sumatera utara, Sumatera selatan dan Lampung.

Note : Thank’s a lot to Mr. Peter O’Brien….^_^

Hobi Anggrek…. Siapa Takut???

Monday, September 4th, 2006

Dimulai dari mata turun ke hati. Mungkin kalimat inilah yang paling banyak melatar belakangi seseorang untuk memulai hobi memelihara anggrek. Pesona bunga anggrek dapat menghipnotis setiap mata untuk mengagumi keindahannya. Tak hanya serangga, manusiapun di goda hatinya untuk semakin “mendekatkan diri” dengan si anggrek. Memulai untuk menyukai anggrek bukanlah hal yang sulit. Lagipula, kegemaran yang satu ini memiliki banyak dampak positif. Memelihara anggrek dapat dilakukan baik yang muda maupun yang tua, laki-laki maupun perempuan. Mau tau seperti apa sih seluk beluknya berhobi anggrek.
(more…)

MILIS PECINTA ANGGREK

Thursday, August 31st, 2006

Buat para pembaca setia web ini, diinformasikan bahwa web ini juga ber afiliasi dengan sebuah forum (milis) dimana temen temen bisa share bersama mengenai segala seluk beluk tentang anggrek. Mulai dari kultur jaringan, perawatan kompot, media tanam, peralatan budidaya, pemupukan, pengendalian hama penyakit, pembungaan, fasilitas penunjang kebun anggrek, teknik perbanyakan vegetatif, share lokasi penjualan anggrek, identifikasi jenis anggrek sampai share tentang pelestarian anggrek semua dibahas di forum ini. Obrolannya santai dan sangat kental dengan nuansa kekeluargaan. Semua anggota yang tergabung di milis ini berhak untuk melontarkan pertanyaan dan sangat berhak untuk memberi jawaban serta masukan, dengan artian tidak ada dominansi senioritas dalam menanggapi permasalahan anggrek di forum. Mulai dari adek adek di SMP sampai kakek kakek, baik yang baru gabung semenit yang lalu sampai yang udah ber-abad-abad semua berhak memberi komentarnya di forum…asalkan sopan dan sesuai “aturan main” lho. Pokoke nggak ada dalam sejarah indonesia ada yang merasa rugi gabung di milis ini.

Trus caranya???

Gampang….silahkan lihat dibagian kiri halaman web. Disana tertera “Afiliasi” lalu lihat dibagian bawah ada tulisan “yahoogroups: anggrek”…klik aja. kemudian anda akan dibawa ke teras depan forum anggrek…langkah selanjutnya, tataplah ujung kanan atas halaman. Disana ada tombol bertuliskan “joint this groups”….klik aja….Nah sekarang tinggal isi form nya lalu dikirim. Selesai deh…tinggal nunggu panggilan dari ownernya milis. Gampang kan…nggak sampe 5 detik kok (khusus Mr. Flash dan Mr. Superman).

Oh iya…terakhir…jadilah anggota milis yang aktif ber sharing ria sesuai dengan waktu luang yg tersedia, misal yang cuma punya waktu 50 taon sekali untuk buka email…ya sekali buka langsung kirim 1000 tanggapan ke forum…gitu kan sama-sama enak…kan kita kita rindu kalo nggak ada kabrnya ya tho ya tho!!
OK..ditunggu ya kehadirannya….
salam anggrek!!!
(mewakil semua anggota milis..khususnya crew among tamu..he he he)