Anggrek Apa Kaktus?
Monday, July 24th, 2006Sekilas anggrek ini mirip banget dengan kaktus di film-film koboi. Tapi jangan salah… tanaman yang berevolusi dengan ekosistem gurun ini masih satu saudara dengan anggrek di kebun kita.
(more…)
Anggrek.OrgSekilas anggrek ini mirip banget dengan kaktus di film-film koboi. Tapi jangan salah… tanaman yang berevolusi dengan ekosistem gurun ini masih satu saudara dengan anggrek di kebun kita.
(more…)

Siapa yang tidak tercengang begitu melihat kemolekan anggrek tanah ini. Bunganya bagaikan burung merak yang sedang mengembangkan sayap dan ekornya. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang lembab dan banyak mengandung bahan organik (seresah). Bunganya yang mempesona merekah dari sebuah tandan setelah tanaman pada kondisi dewasa. Dalam satu tanaman hanya dihasilkan satu buah bunga dan akan muncul pada pertengahan musim kemarau. Anggrek ini memiliki bunga terbesar di genusnya. Lidah anggrek ini cukup lebar dengan warna hijau beludru, sedangkan kedua sepalnya yang berwarna merah marun berdiri tegak bagaikan sayap burung yang sedang terangkat. Sedangkan sebuah petalnya yang lebih lebar dibanding sepalnya juga terangkat tegak, sehingga nampak bagaikan ekor merak yang sedang merekah. Tidak hanya itu, columnya yang berwarna hijau kuning menyala semakin memperindah bentuk “ekor” anggrek burung raja ini. Meskipun sangat indah, anggrek ini cukup “pemalu” karena dia hanya dapat tumbuh pada tempat ternaungi sedikit bayang-bayang pepohonan hutan. Adakah yang bisa menebak..siapakah nama si molek ini??

Anggrek termasuk tanaman spermatophyta atau tanaman yang memiliki organ reproduksi dalam satu rangkaian yang disebut bunga. Anggrek atau famili Orchidace ini termasuk tanaman yang mengalami evolusi yang sempurna. Bentuk bunganya sangat atraktif dan memiliki maksud tersendiri yang tujuan akhirnya akhirnya adalah terjadinya pembuahan (benang sari jatuh di putik). Untuk mencapai tujuan ini, si anggrek melakukan berbagai upaya dengan menyesuaikan diri dengan lingkungan tumbuhnya.
Penyerbukan anggrek di alam tidak hanya dibantu oleh serangga, tapi juga angin, air (hujan), mamalia (mis:kelelawar) bahkan manusia (vanili). Salah satu bentuk penyerbukan yang kita soroti saat ini adalah penyerbukan dengan bantuan serangga. Banyak cara yang telah ditempuh anggrek untuk menarik perhatian serangga penyerbuk, diantaranya dengan membentuk labelum/lidah yang besar dengan margin yang bersurai, warna sepal dan petal yang mencolok dan memantulkan ultraviolet shg sangat mencolok bagi mata majemuk serangga seperti kupu-kupu dan lebah, adanya senyawa terpena atau senyawa aromatik yang berasal dari pembuluh di pangkal petal untuk menarik serangga yang kepekaan antennya tinggi, dan banyak cara lainnya.
Gambar diatas adalah salah satu contoh kebesaran Tuhan YME melalui karya agungnya yang berbentuk bunga anggrek. Bunga anggrek ini telah mengalami evolusi yang mengagumkan. Labelum/lidah nya termodifikasi dengan memiliki jaringan epidermis yang berbentuk bulu dengan kombinasi warna gelap terang menyerupai abdomen serangga (lebah besar). Sepal lateralnya condong kebawah dengan warna terang menyerupai sayap serangga, sedangkan kedua petalnya tereduksi dan menciut menyerupai anten serangga.

Gambar oleh. Stephen D (2005)
Kemolekan bunga anggrek ini tentu akan menarik perhatian serangga karena dianggap sebagai “lawan mainnya”. Saat serangga hinggap di bagian labelum maka kepala serangga yang berbulu tersebut melakukan kontak fisik dengan plat perekat benang sari. Dengan sedikit gerakan maju kedepan, maka plat perekat benang sari tersebut akan lepas dan menempel di kepala si serangga sehingga tampak kepala si serangga memiliki anten kecil berupa benang sari. Skenario penyerbukan berlanjut saat si serangga mencium aroma harum yang dihasilkan kepala column atau dari cekungan ovary. Si serangga tentu akan meneroboskan kepalanya masuk ke column, dan saat itu pula benang sari yang sejak tadi berada di kepala serangga langsung bersentuhan dengan cekungan ovary. Bersamaan dengan terjadinya kontak antara benang sari dengan ovary putik maka berakhirlah skenario penyerbukan si anggrek. Untuk selanjutnya benang sari yang melekat di kepala si serangga masih dapat menyerbuki beberapa bunga anggrek lainnya. Bahkan sering pula memunculkan banyak silangan alam.
Masih tertarik mengkoleksi anggrek???? Tentu saja, karena anda telah masuk sebagai peran utama dalam “skenario penyerbukan” si anggrek. Bayangkan…betapa hebatnya kemolekan bunga si anggrek sehingga mampu “membius” manusia untuk melakukan penyerbukan sekaligus perbanyakannya hingga jumlahnya menjadi ribuan. Siapa kira mahluk terpandai di dunia masih bisa “terbius” oleh kepandaian si anggrek.
See u..
By. Destario Metusala
2006

gambar diambil dari www.fendersflora.com
Ho ho ho!!…saat mendengar suara ini tentu kita akan diingatkan oleh Sinterclass yang membawa sekarung hadiah. Sinterclass sangat identik dengan jenggot putihnya yang lebat terjurai. Lalu apa kaitannya dengan anggrek???, Begitu juga dengan keluarga Orchidaceae ini. Anggrek yang satu ini memiliki “jenggot” yang sangat lebat yang sekilas memang tampak mirip dengan jenggot Sinterclass. (more…)
Siapapun yang mendengar kata “hantu” tentu akan bergidik dan mulai terbesit berbagai bayangan aneh di pikiran kita. Lalu bagaimana jika hantu itu muncul di semak-semak hutan tepat di hadapan anda. Jika anda seorang kolektor atau penggemar anggrek, tentu bukannya takut, anda justru dibuat kagum dengan keunikan hantu yang satu ini. (more…)