Coelogyne speciosa, sang putri yang tersisihkan

Anggreke Rio
Gambar oleh Destario Metusala 06

Sosoknya bunganya anggun layaknya seorang putri yang bersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Sang putri yang elok dan menawan ini memiliki nama Coelogyne speciosa. Meskipun persebarannya sangat luas, bukanlah alasan untuk menelantarkannya. Hampir banyak pedagang tidak terlalu memperdulikannya dengan alasan harganya yang kurang bersaing. Sikap yang sama sering datang dari para pembeli yang sering mencibir saat melihat sosoknya teronggok di stand pameran, bahkan diantaranya berkomentar “walah…anggrek kaya gitu kan dah sering liat..dimana-mana juga ada, heran…hari gini masih ada yang ngejual”. Demikian pilu kisah sang putri hutan.

Keberadaannya di alam memang tidak selangka teman-temannya, namun hal ini semata-mata akibat upaya si anggrek. Kemampuan adaptasinya yang luas, tingkat pertumbuhan yang cepat, rajin berbunga, serta kemampuannya melakukan selfing secara alami merupakan kelihaian khusus yang menyebabkan keberadaannya akan terus langgeng di alam…dan juga dirumah kita. Tidak mau kalah dengan temannya terdahulu, sang putri juga menyampaikan harapannya kepada siapapun agar dirinya dapat dikembangbiakkan yang kemudian disisihkan sebagian sebagai hiasan alam. Siapapun dia, sang putri akan berterima kasih dan tersenyum bahagia kepada sang pahlawan.

26 Responses to “Coelogyne speciosa, sang putri yang tersisihkan”

  1. melvin Says:

    betul nih kata Rio, saya punya satu juga ngembang terus….cm sayangnya bunganya kurang tahan lama, kira2 3-5 hari saja….tapi memang indah nian bunganya.

  2. akap Says:

    dilihat2 cantik juga. aku nemu yang kaya gini tapi mahkotanya warna coklat kaya gel. masuk ini juga ga ya.

  3. Destario Metusala Says:

    Halo mas melvin dan mas akap,
    salah satu varian anggrek ini memiliki warna oranye kecoklatan seperti yang anda utarakan…saya punya kedua nya (hijau dan oranye kecoklatan), nggak kalah deh sama anggrek mahal2 lainnya.

  4. indra Says:

    betol bgt kata destario klo ada minta dong

  5. Lucy Says:

    mas rio,
    aku juga tertarik ama yg ini…..kirimin aku donk…..

  6. roby Says:

    Pak Destario, apakah anggrek ini dapat hidup di daerah tangerang (dimana cuacanya hampir sama panasnya dengan Jakarta)? Jika bapak menjualnya, saya ingin tahu berapakah harganya (per pot/per batang)? Terima kasih (email: chien_ye@yahoo.com)

  7. Destario Metusala Says:

    Wadoh…aku kan masih sekedar koleksi, jd jumlahnya msh terbatas dan sekedar buat hobi aja. Masak disana nggak ada yg jual ??! ~_~!!
    Anggrek ini bisa adaptasi dgn daerah panas seperti jogja, jakarta dan dll. Hmm…setauku tanaman ini dijual sekitar 15-25 rb per rumpun per pot…dan sangat mungkin laen daerah bisa laen harga.

  8. roby Says:

    Masalahnya gini Pak Destario, saya tidak tahu kalo di Tangerang ada yang jual apa tidak karena selama ini sudah pernah keliling dari kotamadya-nya sampe ke daerah Serpong untuk cari toko yang khusus jual Anggrek tapi tidak pernah ketemu :”>

    Mungkin ada rekan2 lain yang tahu di mana saya bisa mendapatkannya untuk daerah Tangerang?

    Terima kasih.

  9. melvin Says:

    untuk pak Roby, kalau di daerah tangerang, coba ke daerah bsd(lewatin taman tekno) pak…disana ada 1 lokasi penjualan anggrek…cukup banyal anggrek species dan hybrid yg dijual disana…

  10. roby Says:

    Wah, terima kasih Pak Melvin, info yang sangat bagus :-)

  11. yuli Says:

    Rio,

    Bagi dong anggrek-nya buat di rumah Cikampek

    Yuli

  12. Destario Metusala Says:

    Halo pak Yuli.
    Wah ndak nyangka ketemu Pak Yuli…
    hmm..ntar aku coba carikan jenis yg tahan di t4 sepanas cikampek.
    Salam buat temen2 di kantor ya pak…
    Aku kesana pertengahan Desember ini.

  13. Vincent Says:

    Anggrek ini mirip Coel. celebensis benar gak ya?
    Apa beda Coel. mayeriana dan Coel. pandurata? Soalnya bulb-nya katanya sama2 pipih.

  14. vindhyahara Says:

    Punyaku…
    ga pernah ga berbunga…
    saya coba 3 rumpun, sekarang sudah jadi 12 rumpn, setengahnya berbunga,
    untuk daerah panas jg oke, asal tetep jangan kesengat surya langsung bisa2 daun kuning.

  15. nindy Says:

    Mama Nindy suka bgt koleksi anggrek,jadi nindy jkutan suka ma bunga yg satu ini…
    Mau dong anggreknya buat tambahan koleksi mama sebagai hadiah ultah mama dari nindy…

  16. femita Says:

    pak roby..
    saya juga tinggal di tangerang,tepatnya serpong..
    gimana,udah dapat belum “si putri cantik” ini??
    kalau udah,info doong pak..dimana belinya&berapa?
    thx ya..

  17. Indra P Says:

    ah, sapa bilang Coelogyne speciosa tersisihkan dan terhina, Rio…heheheh
    Saya malah paling ngefans sama anggrek ini, gak peduli murah atau gak langka…
    Keharumannya itu lho, yg membuat sy inget pertama kali jatuh cinta pada anggrek species…waktu itu di pameran 3 thn yg lalu…hujan gerimis..sambil berteduh, indra penciuman saya diusik aroma khas yang membawa benak masuk ke dalam hutan hujan …(lho kok jadi curhat, hehehe)

  18. Syarief Says:

    Apa ada yang bisa ngirim lintas pulau nggak ya. Anggreknya bagus, dan kebetulan belum punya. Kalo ada yang bisa nolongin, tolong sebutkan biayanya. Thanks ya

  19. rostinasari Says:

    Betul, tidak peduli murah or myrahan…namanya koleksi mah apa aja suka…ada yg mau berbagi dgn ku hehehe…? rostinasari@yahoo.com

  20. zie zee Says:

    wah….kalo ndak ada yang mau ma si putri yg cantik ni..aq mau loh..

  21. Putu Says:

    Siputri emang cantik, dan sagat perlu perhatian sang pangeran, terutama waspadai serangan perusak bernama sikumbang badak (Coleoptera) yang amat senang ama bolpnya siputi. Dulu saya punya banyak siputri tapi sekarang udah dikit karena serangan hama ini, tolong bagi tip mengatasi hama ini? terimakasih.

  22. Putu Says:

    kumbang gajah ya maksudnya bukan badak, mohon maaf

  23. didik Says:

    Rasanya berbagi pengalaman itu memang cukup menyenangkan ya..
    Untuk Pak Putu ataupun rekan-rekan lainnya, untuk mengatasi kumbang ini memang tergolong sangat rumit bin sulit. namun meski demikian tentu masih bisa diatasi jika kita bisa bersabar untuk penanggulangannya.
    Pertama-tama kita identifikasi terlebih dahulu karakter hama ini, sbb:
    1. Bahwa kumbang “gajah” ini bertelur/menetaskan larvanya di dalam bagian tanaman anggrek kita, mulai dari sekitar ujung tunas/batang yang masih muda/agak muda hingga bagian pangkal batang.
    2. Sering kali bagian tanaman yang akan diinfeksi oleh larvanya adalah tanaman yang sudah tidak berdaun (untuk golongan dendrobium) meskipun kenyataannya banyak kasus juga dijumpai pada tanaman yang cukup sehat/berdaun. Namun, pada tanaman yang dalam kondisi segar/berdaun biasanya hanya dijadikan sasaran makanannya saja dan setelah kenyang/mau reproduksi “mereka” akan mencari bagian tanaman seperti batang tak berdaun (untuk jenis dendro atau pangkal batang anggrek).
    3. Kebanyakan jenis anggrek yang akan diserang adalah jenis dendrobium, coelogyne, phalaenopsis, vanda dan bulbophyllum. namun tidak menutup kemungkinan lainnya akan terserang begitu jenis-jenis anggrek makanan utamanya rusak/tidak ada atau jumlah kumbangnya melampaui ambang batasnya. Sasaran makanan/perusakan antara lain bagian ujung tanaman/tunas/mata tunas, ujung akar dan daun khususnya yang masih segar
    4. Tempat istirahat ataupun singgah hama ini sering kali di bagian ujung tanaman, pelepah daun, pangkal daun dan bagian perakaran. Saya pernah menemukan kasus kumbang ini ternyata juga bersembunyi di media tanam.

    Dengan karakter kumbang ini, untuk bisa mengendalikannya memang membutuhkan tindakan bertahap dan ekstra sabar karena jika tidak demikian maka upaya yang telah kita lakukan akan sia-sia. Semisal, ada serangan kumbang ini di kebun/tanaman koleksi kita dan kita berhasil mengatasi kumbang tersebut dengan aplikasi pestisida dengan penyemprotan ataupun secara manual dengan mengambil dan membunuhnya, namun suatu saat kumbang ini sering kali bisa dipastikan akan muncul juga karena biasanya jika sudah ada lebih dari 2 ekor kumbang kita jumpai, tidak menutup kemungkinan mereka sudah meletakkan larvanya didalam batang yang setiap saat alan keluar kembang. Kalaupun tidak demikian, sangat dimungkinkan ada lainnya yang bersembunyi di daerah perakaran, media, atau lainnya…. (ini yang saya alami sendiri lho…) he he… repot juga ya……
    Untuk pengendalian bisa kita lakukan dengan menggabungkan berbagai cara yang dirasa efektif berdasar kenyataan kondisi di atas jika memang anggrek kita positif terserang kumbang ini, seperti:
    a. Merendam dengan pestisida/anti hama (jangan fungisida atau bakterisida karena tidak akan berfungsi) pada seluruh bagian tanaman (jika ukuran atau jumlah koleksi kita memungkinkan/tidak terlalu banyak) atau setengag bagiannya, yang paling penting pot, media, daerah pangkal tanaman termasuk perakaran bisa terendam. Jika bisa, perlakuan ini bisa dilakukan setiap 5-6 hari sekali sampai 3-4 kali tergantung kebutuhan/besarnya serangan.
    b. Mengontrol bagian-bagian tanaman yang rawan serangan sebagaimana tersebut di atas, jika dijumpai hama ini segera diambil dan dimusnahkan (ih… kejam ya….. yah diapakanlah yang penting tidak kembali menyerang koleksi kita….!!!) dan juga untuk dendrobium, amati apakah pada batang tidak berdaun ada tanda-tanda infeksi hama ini seperti: bercak kecoklatan s/d hitam yang makin melebar/memanjang vertikal. Jika ada gejala tadi segera pisahkan batang tadi dengan cara split batang atau cukup dipotong batang yang terserang tadi. untuk kondisi ini biasanya didalam batang tadi sudah terdapat larva kumbang gajah. Silakan di cek dengan membelah batang yang terdapat gejala seperti di atas. Namun jika pada bercak tadi atau sekitarnya etrdapat lubang biasanya larva telah berubah menjadi kumbang dewasa dan lubang tersebut sebagai jalan keluarnya. namun demukian kadang masih bisa dijumpai larva di sana karena sering kali kumbang ini akan meletakkan larvanya dengan menggunakan jalan yang sama di dalam batang, dia hanya tinggal melanjutkan masuk lebih dalalm lagi.
    c. Jika terdapat serangan pada ujung tanaman muda menguning/membusuk disertai adanya bercak coklat-kehitaman pada salah satu bagian diantara pangkal daun tadi, dan disertai perubahan warna daun menguning secara berangsur dalam 3-4 hari kemudian yang akhirnya mengering atau membusuk. jika ada biasanya didalamnya sudah terdapat larva kumbang ini. Jika ada segera potong hingga di bawah bagian yang rusak kemudian pada bekas potongan diberi fungisida/bakterisida untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
    Lakukan penanggulangan dengan cara ini (kontrol visual secara berulang dan rutin terutama selama masa terapi hingga dirasa cukup aman dan tidak dijumpai lagi…… sedangkan cara lain jika ada bisa tetap dilakukan untuk memastikan terkendalinya serangan kumbang gajah…. good luck….
    selamat mencoba…

  24. Dewangga Says:

    anggrek ini unik ya…ada bulu dilabellumnya yg mbedain ama anggrek lainnya…lestariiin ni plasma nutfah..ayo kita perbanyak…….!!!!!!!!modal bagi negara qt ni bunga…hehe….salam anggrekmania………. ^^

  25. Dewangga Says:

    ehh…kalo punya foto yg jelas cuman detail bagian bunga nya aja,,sy minta tolong kirimin ya…
    kirim ke E sy : de_coulz@cahoo.co.id
    makasi ^^

  26. Meis Says:

    saya punya si putri ini namun entah mengapa daun nya berjatuhan, apa yang harus dilakukan agar dia tidak mati? … akar sudah di beri cairan atonik selama 2 minggu tapi tidak membantu … ada yang punya tip nggak ya bagaimana mengurusnya? … apakah dia perlu matahari? …

Leave a Reply