<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Anggrek.Org</title>
	<atom:link href="http://www.anggrek.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrek.org</link>
	<description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description>
	<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 10:06:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Anggrek Langka, Anggrekku Sayang, Anggrekku Malang</title>
		<link>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 05:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konservasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Anggrek yang saat ini masih bertengger sebagai jawaranya bunga yang paling beraneka-ragam manjadi aset tersendiri bagi bangsa Indonesia. Anggrek spesies adalah harta kekayaan yang berpotensi luar biasa. Sebagai harta kekayaan, tentu memberi konsekuensi tertentu bagi si empunya, dalam kasus ini seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat penggemar anggrek yang tentu lebih banyak mengetahui anggrek dibanding masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anggrek yang saat ini masih bertengger sebagai jawaranya bunga yang paling beraneka-ragam manjadi aset tersendiri bagi bangsa Indonesia. Anggrek spesies adalah harta kekayaan yang berpotensi luar biasa. Sebagai harta kekayaan, tentu memberi konsekuensi tertentu bagi si empunya, dalam kasus ini seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat penggemar anggrek yang tentu lebih banyak mengetahui anggrek dibanding masyarakat biasa yang masih awam. </p>
<p>Bangsa yang memiliki harta tak ternilai tentu mempunyai banyak pilihan, apakah kita akan menjadi bangsa yang memberi harta penting nya secara cuma-cuma kepada siapapun??! Bahkan harta yang belum sama sekali kita manfaatkan?! Tentu akan sangat merugi. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang kaya akan harta, tapi justru kebingungan oleh harta tersebut. Oleh karena itu, dalam mengoptimalkan harta karun anggrek negara ini ada beberapa point penting, antara lain:</p>
<p><strong>1. Mengenali anggrek sebagai harta berharga, </strong><br />
hal ini menjadi sangat mendasar karena berkaitan dengan pemahaman kita terhadap pentingnya potensi yang dimiliki anggrek misal sebagai tanaman hias, bunga potong, obat, parfume, koleksi langka, kerajinan dll. Bagaimana kita bisa memanfaatkan sesuatu kalo tidak sadar bahwa sesuatu tadi berharga dan bernilai tinggi?? Itu sama saja seperti tikus yang mati kelaparan di dalam lumbung padi, si tikus tidak menyadari bahwa padi di sekitarnya adalah makanan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengenalan jenis anggrek dan pemanfaatannya mutlak terus dikembangkan. Langkah rielnya : banyak membaca literatur anggrek mengenai jenis-jenisnya, potensi yang dimiliki anggrek tersebut (warna, bentuk tanaman, lama mekar, aroma, khasiat obat dll), atau sharing di milis atau forum anggrek untuk memperoleh pengetahuan dasar atau lanjut tentang anggrek spesies Indonesia,  mendukung dan membantu suksesnya penelitian tentang anggrek Indonesia.</p>
<p><strong>2.  Menjaga anggrek sebagai harta berharga, </strong><br />
tahap selanjutnya setelah kita menyadari tentang nilai penting anggrek adalah upaya untuk menjaganya agar tidak habis atau malah hilang. Menjaga agar tidak habis atau hilang dalam hal ini bukan hanya berarti segi keamanan dari faktor luar seperti ”pencurian”. Tetapi juga terhadap kemanan terhadap jumlahnya atau dengan kata lain upaya untuk menjaga jumlah harta kita agar tidak mudah habis atau hilang. Bisa saja, meskipun anggrek tersebut benar-benar aman dari pencurian pihak negara asing, tapi justru habis karena terlalu over dieksploitasi oleh si pemiliknya tanpa memperhatikan keberlanjutannya kedepan. Sehingga, sebagai bangsa Indonesia yang pintar dan mencintai tanah airnya, kita harus tegas untuk menjaga anggrek spesies langka negeri ini dari rayuan bangsa lain yang hanya mau enaknya sendiri. Kita yang pontang-panting dan susah payah melestarikan, memelihara agar lestari di alam maupun di ek-situ tapi dengan enaknya bangsa lain mengambil anggrek langka kita dan mengembangkannya menjadi hibrida-hibrida unggul untuk memperkaya negara mereka. Stop perdagangan ilegal anggrek langka ke negara lain. Imbalan besar yang diiming-imingkan tidak setimpal dengan potensi anggrek tersebut ke depan. Begitu kita menjual anggrek langka keluar negeri secara ilegal, maka kita sama saja memberikan pusaka kita, begitu mereka telah mengembangkannya secara masal, maka habislah kejayaan dan daya tarik khas anggrek kita. Oleh karena itu, pilih varian terbaik dari setiap jenis anggrek dan jadikan indukan untuk perbanyakan&#8230;namun jangan sekali-kali menjual keluar negeri indukan pilihan tersebut. Tunjukkan bahwa kita adalah hobiis yang Indonesia banget alias ber nasionalisme tinggi. Langkah rielnya : Stop menjual keluar negeri anggrek langka (apalagi yang dilindungi) yang belum diteliti dan dikembangkan secara optimal oleh bangsa kita, pendataan anggrek koleksi, memelihara anggrek yang telah dimiliki dengan sebaik-baiknya, menolak anggrek cabutan langsung yang belum dipelihara/dibudidayakan,  penyerbukan bunga untuk memperoleh buah, memperbanyakan anggrek langka baik secara manual atau melalui kultur biji dan jaringan, relokasi anggrek langka ke habitatnya, meminimalkan eksploitasi anggrek dari habitatnya secara berlebih, tidak anti dengan anggrek spesies hasil kultur jaringan, menjaga kelestarian habitat anggrek dan banyak lainnya. Meskipun nampaknya sangat ketat, namun anggrek langka atau yang dilindungi tetap diperkenankan keluar negeri untuk kepentingan penelitian atau kepentingan khusus lainnya dan tetap harus melalui jalur legal sesuai peraturan yang ada. Memang terdengarnya idealis sekali ya&#8230;.tapi tunggu dulu&#8230;baca point berikutnya.</p>
<p><strong>3. Memanfaatkan anggrek sebagai harta, </strong><br />
tentu sangat amat percuma sekali kalau kita sudah sadar bahwa kita memiliki harta bernilai, lalu kita juga sudah menjaganya dengan baik, tapi kita tidak bisa memanfaatkannya sama sekali&#8230;itu mubazir namanya. Ibarat kita mengetahui ada banyak sayuran tumbuh di halaman yang bisa dimasak menjadi masakan lezat, kemudian setiap hari kita siram, dipupuk dan diperbanyak, tapi sayuran yang telah dewasa hanya dibiarkan saja, lebih parah lagi kita hanya bisa melihat sayuran tadi tua-membusuk dengan tatapan kosong sambil gigit jari dan berkata dalam hati (kasian deh gua&#8230;). Kita hindari menjadi bangsa yang hanya bisa phobia atau ketakutan berlebih, sehingga selamanya kita hanya bisa memeluk erat harta agar tidak dicuri orang, tapi justru tidak pernah sempat untuk menggunakan hartanya. Upaya pemanfaatan potensi yang dimiliki anggrek khususnya anggrek langka merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Bangsa ini hanya akan stagnan bila selamanya tidak bisa memanfaatkan potensi SDA nya secara optimal. Langkah rielnya antara lain, menjual secara luas anggrek hasil perbanyakan budidaya, mengembangkan bisnis bunga anggrek potong, memperomosikan anggrek hasil kultur jaringan keluar negeri, melakukan hibridisasi untuk menghasilkan anggrek-anggrek hibrida unggul, mengajukan hak perlindungan varietas terhadap anggrek spesies lokal atau hasil pemuliaan, mengekstrak anggrek untuk memperoleh senyawa obat atau senyawa penting lainnya, menanami pekarangan dengan anggrek-anggrek yang berbunga menawan, atau menjadikan anggrek sebagai bunga penyambutan bagi turis-turis asing atau malah menukar pesawat jet sukhoi dengan 20.000 karung anggrek hibrida. Bahkan anggrek paling langka yang hanya ada setengah, dimuka bumi sekalipun bisa dijual bebas apabila telah dilakukan penelitian optimal,  perbanyakan massal dan memperoleh ijin/legalisasi dari pihak berwenang.</p>
<p>Toh meskipun kita belum sehebat bu Menkes Siti Fadilah Supari, tapi setidaknya kita memiliki semangat yang sama seperti yang beliau perjuangkan&#8230;.tetep ikut bangga dong. Kapan ya, bisa kasih nama anggrek ke beliau&#8230;., atau minimal kasih beliau anggrek istimewa -_-!! phUuu Jadi fuying</p>
<p>by. Destario Metusala (2008) ^^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelestarian anggrek yang dimulai dari hal-hal kecil</title>
		<link>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 06:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konservasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/04/05/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[
Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana&#8230;.hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki sebagai negara dengan jenis anggrek spesies terbanyak didunia. Namun bangsa ini tidak cukup hanya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2008/05/assfrg.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-168" style="float: left;" title="assfrg" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2008/05/assfrg.jpg" alt="" width="230" height="307" /></a></p>
<p>Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana&#8230;.hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. <span id="more-160"></span>Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki sebagai negara dengan jenis anggrek spesies terbanyak didunia. Namun bangsa ini tidak cukup hanya dengan bangga mendengar julukan megah tersebut. Kekayaan yang melimpah ini perlu &#8220;dijaga&#8221; dan &#8220;dipelihara&#8221;. Dijaga dalam artian <em>dilestarikan</em> dan dipelihara dalam artian <em>dimanfaatkan</em>. Tidak perlu disangsikan lagi, rasa cinta dan bangga bangsa ini terhadap kekayaan anggrek spesies Indonesia sangatlah besar. Terbukti dengan tingginya minat memelihara anggrek spesies, larisnya komoditas anggrek spesies di setiap stand pameran anggrek, hingga kesanggupan mengeluarkan biaya besar untuk sekedar membawa anggrek dari daerah lain. Sehingga pada dasarnya, sikap cinta dan bangga bangsa ini terhadap anggrek tidak perlu diragukan.</p>
<p>Berikut beberapa tips menarik untuk menyatakan cinta kita kepada si anggrek.</p>
<ol>
<li>Teliti sebelum membeli. Seperti halnya membeli barang-barang pada umumnya, carilah keterangan sebanyak dan selengkap mungkin mengenai jenis anggrek yang akan dibeli, misal rentang ketinggian habitat, suhu, ukuran tanaman optimum, kebutuhan cahaya dll. Sehingga kita bisa mempertimbangkan dengan baik apakah si anggrek tersebut cocok dengan tempat barunya atau tidak. Terkadang, ada pula pedagang yang merekayasa informasi hanya agar anggreknya laku, misal dengan mengatakan bahwa si anggrek dapat tumbuh bagus dan berbunga di segala tempat, padahal anggrek tersebut tidak tahan terhadap suhu rendah.</li>
<li>Memilih tanaman anggrek yang sudah melewati masa budidaya dan adaptasi. Atau dengan kata lain, lebih baik menghindari anggrek cabutan langsung dari alam yang notabene akarnya rusak, belum beradaptasi, dan masih dalam kondisi stress. Anggrek cabutan yang sudah mengalami masa budidaya dan adaptasi umumnya sudah mengeluarkan akar baru di media tanamnya, telah mengeluarkan daun barunya yang tumbuh segar dengan ukuran normal. Anggrek ini akan memiliki tingkat daya hidup yang lebih baik dibanding cabutan langsung alam. Sisi positif lainnya yaitu akan membiasakan para pemburu atau penadah untuk turut melakukan upaya budidaya.</li>
<li>Menyeimbangkan kapasitas tempat budidaya dan jangkauan kemampuan memelihara dengan jumlah dan jenis anggrek. Semakin banyak jenis dan jumlah anggrek yang dimiliki tentu akan menuntut tempat yang semakin luas dan juga waktu pemeliharaan yang lebih intensif pula. Berapa banyak waktu dalam sehari yang bisa disisihkan untuk memelihara tanaman?, berapa luas space di kebun atau pekarangan rumah yang masih bisa di tempati anggrek secara optimal?? Pertanyaan tadi ada baiknya dijawab sebelum menambah koleksi. Jangan sampai ada beberapa anggrek yang dianak-tirikan karena kurang perhatian/treatment&#8230;atau jangan sampai kolong tempat tidur anda gunakan untuk meletakkan anggrek yang butuh full sinar.</li>
<li>Mencoba yang mudah untuk belajar yang sulit. Yang dimaksud adalah, mencoba membudidayakan anggrek-anggrek yang terkenal mudah dipelihara, mudah berkembangbiak, dan pertumbuhannya cepat. Tidak perlu malu dengan ungkapan &#8220;hanya memelihara anggrek yang biasa atau anggrek yang murah&#8221;. Bukankah untuk sampai ke kelas 6, kita harus melewati kelas 1,2,3&#8230;.dst??!, dari pelajaran dan pengalaman di kelas 1 kita bisa menghadapi pelajaran di kelas 2 dan begitu seterusnya. Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan suatu anggrek. Biasanya semakin langka anggrek, kemungkinan karena range adaptasinya yang sempit, pertumbuhannya sangat lambat, membutuhkan iklim mikro yang spesifik, sulit membentuk tunas anakan, sehingga dari sisi agronomisnya pun akan membutuhkan treatment khusus. Tentunya kita tidak mau kebun kita menyandang gelar &#8220;pemakaman masal&#8221; untuk anggrek-anggrek langka bukan??!.</li>
<li>Sharing dan berkomunikasi dengan komunitas anggrek. Dengan begitu anda akan bisa menanyakan pengalaman-pengalaman dalam memelihara anggrek serta memperoleh banyak informasi mengenai cara budidaya yang tepat.</li>
<li>Budidaya dan mengembangbiakan anggrek merupakan salah satu langkah konservasi/pelestarian. Hanya dengan memelihara dengan baik hingga suatu saat bisa berkembangbiak dari yang semula satu pot menjadi beberapa rumpun pot, kita sudah melakukan apa yang dinamakan &#8220;konservasi&#8221;. Bahkan dengan menjual hasil perbanyakan anggrek kepada tetangga sebelah (misal dari 1 pot menjadi 4 pot, 2 pot dijual sedangkan 2 pot lainnya dikembangkan lagi) juga memberi nilai yang sangat penting bagi konservasi anggrek. tidak sulit bukan?!</li>
<li>Anggrek hasil botolan (kultur biji atau jaringan)??? why not?!. Point yang terakhir ini untuk turut mendorong aktifitas perbanyakan anggrek secara in-vitro, yaitu dengan mengurangi &#8220;skeptisitas&#8221; atau &#8220;alergi&#8221; terhadap anggrek produk kultur in-vitro&#8230;toh banyak juga jenis-jenis spesies yang dibotolkan. Bahkan performa tanaman menjadi lebih kompak, seragam, pertumbuhan yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang lebih baik. Untuk masalah genetik, tidak perlu disangsikan, selama proses fertilisasi (pembuahan) dan penumbuhan in-vitro sesuai aturan&#8230;maka variasi genetik hasil botolan tidak berbeda dengan variasi genetik anggrek dari alam.</li>
</ol>
<p>Nah, sekarang mulailah dari hal-hal yang kecil untuk memperoleh hasil yang besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda celebica</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 09:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/02/17/vanda-celebica/</guid>
		<description><![CDATA[
Foto oleh Destario Metusala (2008)

Foto oleh Destario Metusala (2008)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26999/anggrek%201.jpg" alt="Vanda celebica nya destario" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/27001/anggrek%202.jpg" alt="Vanda celebica nya rio (detail lip)" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-celebica.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda insignis</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 13:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/02/11/vanda-insignis-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Foto oleh Destario Metusala 08

Foto oleh Destario Metusala 08
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26886/vanda%20insignis.JPG" alt="Vanda insignis rio" /><br />
Foto oleh Destario Metusala 08</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26887/Vanda%20insignis%202.JPG" alt="Vanda insignis lagi" /><br />
Foto oleh Destario Metusala 08</p>
<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/22206/Vanda%20insignis.jpg" alt="Vanda insignisnya rio" /" alt="line drawing" /><br />
Gambar oleh Destario Metusala 08</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-insignis-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda metusalae, anggrek baru dari Indonesia</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 12:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/01/29/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius/</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar oleh Destario M (2008)

Foto oleh Destario Metusala (2008)

Foto oleh Boby Satya (2008)
Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Brien dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 cm, dengan diameter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26713/aSD.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Gambar oleh Destario M (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26975/rio.jpg" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Destario Metusala (2008)</p>
<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/26714/v.metusalae.JPG" alt="Vanda metusalae" /><br />
Foto oleh Boby Satya (2008)</p>
<p>Pada bulan Januari 2008 telah dipublikasikan sebuah anggrek Vanda spesies baru dari Indonesia. Anggrek ini dideskripsikan oleh Peter O&#8217;Brien dan Jaap Vermeulen di Jurnal The Orchid Review 116 (1279): 9-11 (2008) Sosok tanamannya tidak terlalu besar, batangnya dapat mencapai 50 cm, dengan diameter 1,2-1,5 cm. Daunnya cukup sempit, lebar daunnya 2-2,3 cm, panjang daun 30-45 cm, berujung belah dua (bilobed) dan berujung tajam-bergigi. Tangkai pembungaan termasuk pendek bila dibanding dengan keluarga Vanda lainnya, yaitu sekitar 5-6 cm, yang membawa 3-7 kuntum bunga. Bunga <em>Vanda metusalae</em> berukuran tidak terlalu besar yaitu 3,2 cm x 3,5 cm, berwarna dasar kuning terang dengan pola bercak merah kecoklatan pada tepi kelopak (sepal-petal) dan membentuk pola garis-garis longitudinal searah pembuluh. Pada bagian labellumnya berbelah 3 ruang (trilobed), dengan ujung midlobe yang lebar dan tepi bergelombang berwarna kuning cerah pada pangkal dan manjadi semburat kecoklatan kearah ujung. Vanda ini memiliki kekerabatan yang dekat dengan <em>Vanda devoogtii</em>, <em>Vanda merrillii</em>, <em>Vanda sumatrana </em>dan <em>Vanda hindsii</em>. Sayangnya bunga anggrek ini tidak bertahan lama, keindahan bunganya hanya bertahan sekitar 7-10 hari. <em>Vanda metusalae</em> termasuk anggrek yang memiliki tingkat kesulitan budidaya yang tinggi bila dibandingkan dengan kerabat Vanda lainnya, pertumbuhan vegetatifnya tergolong sangat lambat, kemampuan adaptasinya rendah sehingga tanaman baru sangat mudah stress, lingkungan tumbuhnya sangat spesifik sehingga membutuhkan kelembaban, suhu, aerasi, dan intensitas cahaya yang benar-benar sesuai. Bila lingkungan tumbuhnya ada yang sedikit saja berubah, jangankan tumbuh, tanaman ini akan stagnan bahkan banyak diantaranya yang mati kekeringan (karena tidak ada pertumbuhan akar yang optimal) bahkan banyak pula yang mengalami busuk akar karena kondisi yang terlalu lembab. Tanaman ini agaknya tidak dianjurkan bagi para pemula. </p>
<p>Langkah prioritas yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah melakukan perbanyakan khususnya melalui kultur biji maupun kultur jaringan agar spesies ini tidak menghilang dari habitatnya seperti beberapa kerabat Vanda spesies dari Indonesia lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-metusalae-anggrek-yang-misterius.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda limbata</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 07:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/11/07/vanda-limbata/</guid>
		<description><![CDATA[
photo by Destario Metusala 07
Nama		: Vanda limbata Blume, Rumphia 4:49 (1849)
Sinonim		: (belum ada catatan lain)
Nama Indonesia	: -
Asal		: Jawa Timur
Habitat	: Habitat alaminya di hutan dataran rendah di Jawa Timur, Madura, Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara Timur bahkan ada laporan spesies ini juga ditemukan di Filipina. Adaptif pada pola vegetasi hutan terbuka dengan aerasi lancar serta intensitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/25375/limbata2.jpg" alt="vanda limbata ne rio" /><br />
photo by Destario Metusala 07</p>
<p>Nama		: Vanda limbata Blume, Rumphia 4:49 (1849)<br />
Sinonim		: (belum ada catatan lain)<br />
Nama Indonesia	: -<br />
Asal		: Jawa Timur</p>
<p>Habitat	: Habitat alaminya di hutan dataran rendah di Jawa Timur, Madura, Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara Timur bahkan ada laporan spesies ini juga ditemukan di Filipina. Adaptif pada pola vegetasi hutan terbuka dengan aerasi lancar serta intensitas cahaya 60-85 dengan suhu 26-32ºC.</p>
<p>Info bunga	: Dalam satu pohon bias mengeluarkan 1-2 tandan bunga dengan jumlah kuntum antara 3-10 per tandan. Diameter bunga sekitar 3-4 cm, sepal petal berwarna dasar kuning dengan pola bercak krem kecoklatan. Sangat variatif dalam warna, mulai kuning pucat hingga kuning kecoklatan (specimen asal Jawa dan Madura) dan coklat tua kemerahan hingga jingga tua kemerahan (specimen asal Nusa Tenggara). Begitu pula dengan warna labellumnya dari merah muda pucat hingga merah keunguan, bahkan pada beberapa kuntum bisa ditemukan warna labellum putih kekuningan. Selain bentuk labellumnya, ciri khas spesifik lain yang membedakan dengan kerabat Vanda yang lainnya adalah tonjolan kecil pada bagian tengah pangkal belakang dari labellumnya. Bunganya mengeluarkan aroma harum semerbak, terutama pada pagi hari pukul 07.00-11.00.</p>
<p>Keterangan	: Sangat adaptif dan mudah untuk dipelihara. Laju pertumbuhan akar sangat cepat. Mudah ditumbuhkan baik dengan media tanam maupun tanpa media tanam. Biasanya berbunga pada pergantian musim, terutama pada saat-saat terkering antara musim kemarau masuk ke musim hujan.</p>
<p>article By. Destario Metusala 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-limbata.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Vanda tricolor var suavis, si totol yang mempesona</title>
		<link>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/17/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona/</guid>
		<description><![CDATA[
by Destario Metusala 07

by Destario Metusala 07
Awalnya, Pada tahun 1847, John Lindley, seorang botanis handal berkebangsaan inggris telah mendeskripsikan sebuah anggrek yang diberinya nama Vanda tricolor. Setahun kemudian, yaitu pada 1849, Lindley kembali mendeskripsikan sebuah anggrek Vanda yang dianggapnya berbeda dengan Vanda tricolor. Vanda ini kemudian dideskripsikan oleh Lindley sebagai Vanda suavis. Beberapa ahli mengangap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24692/2.jpg" alt="Vanda tricolor var suavis" /><br />
by Destario Metusala 07</p>
<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24691/1.jpg" alt="Vanda tricolor var suavis" /><br />
by Destario Metusala 07</p>
<p>Awalnya, Pada tahun 1847, John Lindley, seorang botanis handal berkebangsaan inggris telah mendeskripsikan sebuah anggrek yang diberinya nama <em>Vanda tricolor</em>. Setahun kemudian, yaitu pada 1849, Lindley kembali mendeskripsikan sebuah anggrek Vanda yang dianggapnya berbeda dengan <em>Vanda tricolor</em>. Vanda ini kemudian dideskripsikan oleh Lindley sebagai <em>Vanda suavis</em>. Beberapa ahli mengangap Vanda putih bertotol ungu kemerahan ini sebagai salah satu varietas dari <em>Vanda tricolor </em>dengan nama<em>Vanda tricolor </em>var <em>suavis</em>, tetapi adapula yang memisahkannya menjadi jenis tersendiri yaitu <em>Vanda suavis</em>. Nama <em>suavis</em> berarti manis atau menyenangkan. Nama tersebut diberikan karena bunganya yang memiliki bentuk, warna dan keharuman khas yang “manis”. Meskipun demikian, untuk saat ini nama <em>Vanda tricolor </em>var <em>suavis </em>akhirnya menjadi nama resmi yang tercatat di Kew Garden.</p>
<p>Persamaan bentuk tubuhnya dengan <em>Vanda tricolor</em> varietas lainnya memang tidak diragukan lagi. Perbedaannya hanya tampak pada warna serta beberapa bentuk detail organ bunganya. Batangnya berbentuk bundar, panjang dan kokoh, tingginya dapat mencapai 2 m. Daunnya berbentuk pita agak melengkung dengan ujung daun berbentuk rompang bersudut tajam. Tandan bunga yang panjangnya 25-40 cm menyangga 12-15 kuntum bunga yang muncul dari ketiak daun. Masing-masing bunganya dapat mencapai garis tengah 9 cm. Dibandingkan dengan varietas <em>tricolor</em>, var <em>suavis </em>ini memiliki tandan bunga lebih panjang sehingga bunganya juga lebih banyak. Dasar bunganya putih keunguan dengan bercak-bercak ungu kemerahan dan beraroma harum. Aroma harum ini nampaknya dipengaruhi pula oleh ketinggian dimana anggrek ini dipelihara. Didataran rendah 200-300 m dpl, aroma harumnya tidak terasa kuat, berbeda dengan didataran tinggi yang aromanya dapat tercium kuat. Dari pengamatan yang dilakukan, ternyata pada kondisi yang optimum, Vanda ini dapat berbunga terus menerus sepanjang tahun dengan masa mekar yang cukup lama yaitu 20-24 hari.</p>
<p>Untuk perawatannya anggrek ini tergolong mudah dan cukup bandel. Penamanannya bisa mengunakan media bonggol pakis, arang, atau sebongkah kayu. Bahkan seringpula cukup dengan melekatkannya pada batang pohon yang besar. Kuncinya pada kontrol supaya daerah perakarannya cukup lembab serta aliran aerasi yang lancar. Intensitas cahaya yang disukai antara 50-75 %. Intensitas cahaya diatas 80 % dapat menyebabkan permukaan daunnya menjadi kekuningan bahkan gosong dan pertumbuhan daunnya menjadi lebih pendek, akan tetapi jumlah tandan bunga yang dikeluarkan umumnya lebih banyak dan lebih sering berbunga. Pemupukan baik lewat akar maupun daun sangat dianjurkan, baik menggunakan pupuk cair alami seperti air seni sapi yang telah terfermentasi dengan baik maupun dengan pupuk kimia.</p>
<p>Sama halnya dengan anggrek <em>Vanda tricolor </em>varietas lainnya, si totol ini umumnya tumbuh baik pada ketinggian 800-1700 m dpl, pada hutan-hutan yang agak terbuka. Namun ternyata anggrek ini juga mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah 200-300 m dpl, dan dapat berbunga dengan sempurna. Tanaman ini berasal dari Jawa Barat hingga Bali, bahkan ada laporan bahwa spesies ini juga ditemukan di Laos. Pembudidayaanya tidak asing lagi di pulau Jawa terlebih diluar negeri. Vanda ini sering dijadikan induk silangan untuk menghasilkan form spot-spot ungu, warna ungu kemerahan pada labellum, aroma harum, tandan bunga yang panjang serta jumlah kuntum yang banyak pada hybrid keturunannya. Upaya persilangan baik dengan jenis lain dalam satu genus maupun dengan genus lain telah banyak dilakukan. Misalnya dengan <em>Phalaenopsis</em> dan <em>Renanthera</em>.  Tak elak lagi, bahwa anggrek ini tetap menjadi primadona incaran para hobiis dan kolektor anggrek spesies. Oleh karena itu, upaya pembudidayaannya baik secara generatif maupun vegetatif sangat penting dalam fungsinya untuk mengendalikan perburuan liar anggrek ini di habitatnya yang sudah semakin langka. Bahkan di lereng selatan Gunung Merapi (di luar area relokasi), anggrek ini jumlahnya tidak lebih dari hitungan jari saja. Bila tidak ada action nyata, kepunahan anggrek ini di habitatnya hanya tinggal menunggu waktu saja. </p>
<p>Salam Anggrek Panda Tali Kolor!!!</p>
<p>Destario Metusala</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/vanda-tricolor-var-suavis-si-totol-yang-mempesona.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Si Kupu-Kupu Rawa</title>
		<link>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2007 16:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Vanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/09/si-kupu-kupu-rawa/</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar oleh Vincent Wanua 07
Papilionanthe hookeriana Rchb.f. (1915) adalah salah satu jenis anggrek spesies kebanggaan bangsa Indonesia karena bunganya yang menawan. Bahkan anggrek simbol negeri Singapura yaitu Papilionanthe Miss Joaquim merupakan keturunan dari hasil persilangan antara Papilionanthe hookeriana dengan Papilionanthe teres.  Nama hookeriana diberikan sebagai penghormatan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24628/a.jpg" alt="anggrek rawa" /><br />
Gambar oleh Vincent Wanua 07</p>
<p><em>Papilionanthe hookeriana Rchb.f. </em>(1915) adalah salah satu jenis anggrek spesies kebanggaan bangsa Indonesia karena bunganya yang menawan. Bahkan anggrek simbol negeri Singapura yaitu Papilionanthe Miss Joaquim merupakan keturunan dari hasil persilangan antara <em>Papilionanthe hookeriana </em>dengan <em>Papilionanthe teres</em>.  Nama hookeriana diberikan sebagai penghormatan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani pada abad ke-18 yang pernah menjabat sebagai direktur Kebun Raya Kew, Inggris. </p>
<p>Anggrek ini termasuk anggrek rawa karena umumnya tumbuh di daerah rawa. Bila dilihat dari sosok perawakannya, anggrek sangat mirip dengan kerabat dekatnya yaitu <em>Papilionanthe teres</em>, sehingga seringkalo orang tidak dapat membedakan kedua jenis anggrek ini bila hanya melihat dari tanamannya saja. Di habitat aslinya tanaman ini dapat mencapai tinggi 2,5 m. Batangnya bulat-silindris, beruas-ruas dan tertutup seludang tipis. Diamater batang antara 0,5-1,2 cm. Daunnya juga berbentuk silindris dengan ujung meruncing dan berposisi tegak. Permukaan batang dan daun halus berwarna hijau. Akar-akarnya muncul di sepanjang buku pada batangnya. Sifat inilah yang menjadikan anggrek ini mudah untuk dikembangbiakan melalui teknik stek batang. Karena bentuk batang dan daunnya yang silindris menyerupai pinsil, anggrek ini sering juga disebut sebagai anggrek pinsil. Namun bila dilihat dari sisi botanisnya&#8230;bentuk anggrek tersebut merupakan adaptasi terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi, karena bentuk batang dan daun silindris serta posisi daun yang tegak akan mengurangi bidang penguapan (transpirasi) air yang berlebihan. Oleh karena itu, tanaman ini sangat adaptif di dataran rendah dari 0-700 m dpl juga sebagai tanaman outdor yang tahan paparan sinar matahari langsung, dengan catatan media perakarannya cukup lembab. Ukuran bunganya termasuk besar, berdiameter 5-6 cm. Bunga ini tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-25 cm dan muncul dari ketiak daun. Setiap tandan dapat memunculkan 2-15 kuntum sekaligus dengan pola mekar yang tidak serempak. Dari pengamatan yang dilakukan, setiap kuntum bunga memiliki masa mekar antara 20-22 hari. Bunganya berwarna dasar ungu muda hingga ungu keputihan. Anggrek yang sering pula dijuluki sebagai anggrek rawa ini memiliki distribusi yang cukup luas yaitu di Semenanjung Malaya, Sumatera, Bangka hingga Kalimantan.<br />
Mengingat bunganya yang indah, berukuran besar, tahan lama dan sifatnya yang dapat berbunga sepanjang tahun, maka anggrek ini memiliki potensi besar untuk dijadikan induk silangan. </p>
<p>by Destario Metusala 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/si-kupu-kupu-rawa.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Warna-Warni Si Anggrek Bulan</title>
		<link>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2007 04:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perawatan &amp; Budidaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/07/warna-warni-si-anggrek-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar oleh Melvin 07

Gambar oleh Melvin 07
Siapapun pasti terpikat melihat keindahan bunga Phalaenopsis alias si anggrek bulan yang tergantung pada tangkai-tangkai bunga yang keluar dari tanaman2 anggrek yang sehat,  yang sedang melayang-layang bagaikan kupu2 mengikuti semilir angin yang kerap menggerakan bunga2 tersebut. Penampilannya memang wah dan phalaenopsis agaknya semakin populer saja di kalangan hobbiis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24529/Kebunku3[1].JPG" alt="kebun phalaenopsis" /><br />
Gambar oleh Melvin 07</p>
<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24695/Kebunku1[1].JPG" alt="kebun phalaenopsis 2" /><br />
Gambar oleh Melvin 07</p>
<p>Siapapun pasti terpikat melihat keindahan bunga Phalaenopsis alias si anggrek bulan yang tergantung pada tangkai-tangkai bunga yang keluar dari tanaman2 anggrek yang sehat,  yang sedang melayang-layang bagaikan kupu2 mengikuti semilir angin yang kerap menggerakan bunga2 tersebut. Penampilannya memang wah dan phalaenopsis agaknya semakin populer saja di kalangan hobbiis anggrek dewasa ini. Namun ada anggapan bahwa genus anggrek ini cukup sulit dipelihara apalagi untuk membuatnya berbunga, tapi ternyata dengan beberapa tips dan triks yang praktis dan sederhana ternyata phalaenopsis dapat dibuat agar rajin berbunga dengan indahnya dan tentunya akan memuaskan mata-mata yang memandang.</p>
<p>Beberapa tips dan trik yang efektif adalah :<br />
1. Jika ingin memelihara dari kecil/botolan lebih baik membeli species/hibrida yang sudah mempunyai nama ataupun berasal dari silangan nursery yang sudah ahli dibidangnya. Bibit yang baik adalah langkah pertama yang penting sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.<br />
2. Jika membeli ukuran dewasa maka kenalilah dulu sifat Phalaenopsis anda sebelum membeli<br />
3. Banyak membaca artikel2 mengenai pemeliharaan Phalaenopsis dari buku2 anggrek atau media elektronik spt internet agar semakin mengasah kemampuan kita.<br />
4. Akar, yang sehat mutlak dibutuhkan untuk pembungaan, jadi perhatikan media yang digunakan agar akar phalaenopsis dapat tumbuh sempurna, sifat media dipilih yang dapat menyerap air tapi tidak menyimpan air, kombinasi media dapat dilakukan agar didapatkan sifat2 yang pas.<br />
5. Tanpa akar yang sehat, maka daun tidak akan tumbuh dengan baik, ciri2 tanaman yang sehat biasanya daun baru akan tumbuh makin besar/sama besar dengan daun sebelumnya. Jagalah daun agar tetap sehat krn pada organ ini yang berguna untuk memproduksi zat hara yang akan digunakan oleh tanaman.<br />
6. Jaga jangan sampai Phalaenopsis anda terkena hujan, daunnya yang besar dan bergelombang sering menyebabkan air hujan tertinggal dan dapat menyebabkan jamur penyakit untuk berkembang biak dan menyerang anggrek anda.<br />
7. Jaga jangan sampai terjadi dehidrasi pada anggrek anda, lakukan penyiraman secara teratur, namun tidak berlebih.<br />
8. Pemupukan dilakukan pada kedua bagian daun, atas dan bawah, pada waktu pagi hari sebelum cahaya matahari mengenai tanaman anda.<br />
9. Gunakan beberapa macam pupuk, selang-seling antara pupuk kimia dan pupuk organik, jika tanaman sudah dewasa boleh digunakan pupuk booster yang berkadar P tinggi.<br />
10. yang paling penting erhatikan 4 unsur penting dalam pemeliharaan Phalaenopsis yang tidak dapat diabaikan, diantaranya :<br />
a. Cahaya, Phalaenopsis termasuk anggrek yang tergolong tidak tahan oleh sinar matahari langsung, sinar matahari pagi-siang yang terhalang oleh bayangan dedaunan termasuk yang paling baik untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan memicu pembungaan. Umumnya Phalaenopsis dinaungi oleh paranet 65% jika area tanam terbuka dan paranet 55% jika area tanam dikelilingi oleh tembok/pohon2 besar.<br />
b. Kelembaban : Phalaenopsis suka dengan kelembaban, idealnya antara 60%-75%, terlalu lembab akan menyebabkan jamur mudah berkembang biak, terlalu kering akan menyebabkan tanaman dehidrasi. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan tanaman paku2an dan gentong air yg berisi tanaman dibawah pot Phalaenopsis<br />
c. Aerasi : Phalaenopsis termasuk anggrek epifit yang biasanya menempel pada pohon induk yang tinggi, dan menyukai aliran angin yang semilir, aerasi jg menjaga kadar kelembaban agar tidak terlalu jenuh.<br />
d: Temperatur : biasanya kunci pemicu pembungaan phalaenopsis adalah jika terjadi perbedaan suhu tertinggi - terendah  sekitar 10 derajat celcius, oleh karena itu temperatur ideal untuk si kupu2 ini adalah 18-28 drjt celcius. Jk diperhatikan maka masa-masa memasuki musim hujan akan menjadi waktu ideal bagi phal anda untuk memunculkan calon spikenya.</p>
<p>Dengan memperhatikan semua hal diatas maka diharapkan semua hobiis dapat membungakan phalaenopsisnya sekaligus menepis anggapan bahwa memelihara phalaenopsis itu sulit, selamat mencoba.</p>
<p>By. Melvin 07</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dendrobium singkawangense</title>
		<link>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html</link>
		<comments>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 17:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dendrobium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/08/01/dendrobium-singkawangense/</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar oleh Rachmat Setiawan 07
Dendrobium endemik borneo yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 800 m dpl atau lebih. Sosok perawakannya tidak terlalu tinggi, sekitar 20-35 cm. Pada permukaan daun dan batangnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk elips memanjang dengan ukuran yang tidak terlalu besar (panjang: 4-5 cm, lebar: 2-3 cm).
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24014/da.jpg" alt="dendrobium singkawangense" /><br />
Gambar oleh Rachmat Setiawan 07</p>
<p>Dendrobium endemik borneo yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 800 m dpl atau lebih. Sosok perawakannya tidak terlalu tinggi, sekitar 20-35 cm. Pada permukaan daun dan batangnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus. Daunnya berbentuk elips memanjang dengan ukuran yang tidak terlalu besar (panjang: 4-5 cm, lebar: 2-3 cm).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/dendrobium-singkawangense.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
