﻿<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Anggrek.Org</title> <atom:link href="http://www.anggrek.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.anggrek.org</link> <description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description> <lastBuildDate>Sun, 25 Mar 2012 02:34:48 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Air Kelapa Pemacu Pertumbuhan dan Pembungaan Anggrek</title><link>http://www.anggrek.org/air-kelapa-pemacu-pertumbuhan-dan-pembungaan-anggrek.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/air-kelapa-pemacu-pertumbuhan-dan-pembungaan-anggrek.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 13 Mar 2012 05:53:56 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Perawatan & Budidaya]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2006/07/13/air-kelapa-pemacu-pertumbuhan-dan-pembungaan-anggrek/</guid> <description><![CDATA[Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di Lab sebagai nutrisi tambahan di [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di Lab sebagai nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan. <span
id="more-56"></span></p><div
id="attachment_3638" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img
class="size-medium wp-image-3638 " title="coconut-water" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2006/07/coconut-water-300x296.jpg" alt="" width="300" height="296" /><p
class="wp-caption-text">Air Kelapa</p></div><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan potasium (kalium) hingga 17 %. Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.</p><p>Penelitian di National Institute of Molecular Biology and Biotechnology (BIOTECH) di UP  Los Baños, Filipina mengungkapkan bahwa dari air kelapa dapat diekstrak hormon yang kemudian dibuat suatu produk suplemen disebut <em><strong>cocogro</strong></em>.</p><p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64%, kacang tanah hingga 15% dan sayuran hingga 20-30%. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti <em>dendrobium</em> dan <em>phalaenopsis</em>.</p><p>Mulai sekarang, cobalah untuk menyisihkan sedikit air kelapa yang kita minum untuk kita persembahkan kepada sahabat kita, anggrek tercinta. Slamat mencoba dan jangan lupa untuk melaporkan hasilnya sebagai evaluasi kepada teman-teman semua.</p><p>Salam anggrek&#8217;ers</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/air-kelapa-pemacu-pertumbuhan-dan-pembungaan-anggrek.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>90</slash:comments> </item> <item><title>Anggrek Indonesia Kalahkan Rekor Anggrek Terkecil di Dunia dari Ekuador</title><link>http://www.anggrek.org/anggrek-indonesia-kalahkan-rekor-anggrek-terkecil-di-dunia-dari-ekuador.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/anggrek-indonesia-kalahkan-rekor-anggrek-terkecil-di-dunia-dari-ekuador.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 26 Mar 2011 17:33:17 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Botany]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/?p=499</guid> <description><![CDATA[Benarkah Platystele sp dari Ekuador adalah yang terkecil? Pada akhir 2009 yang lalu dunia peranggrekan dunia diramaikan dengan pemberitaan internasional tentang penemuan anggrek berukuran paling kecil di dunia. Lou Jost, peneliti amerika telah menemukan anggrek mini di Ekuador yang kemudian [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong
style="text-align: left;">Benarkah <em>Platystele sp</em> dari Ekuador adalah yang terkecil?</strong></p><p
style="text-align: left;"><a
href="http://www.anggrek.org/anggrek-indonesia-kalahkan-rekor-anggrek-terkecil-di-dunia-dari-ekuador.html/candelaria-platystele-orchid-vl" rel="attachment wp-att-3519"><img
class="size-medium wp-image-3519 alignright" title="candelaria-platystele-orchid-vl" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2011/03/candelaria-platystele-orchid-vl-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Pada akhir 2009 yang lalu dunia peranggrekan dunia diramaikan dengan pemberitaan internasional tentang penemuan anggrek berukuran paling kecil di dunia. Lou Jost, peneliti amerika telah menemukan anggrek mini di Ekuador yang kemudian diklaim oleh media internasional sebagai anggrek terkecil didunia. Anggrek dari genus <em>Platystele</em> tersebut memiliki ukuran melintang 2-2,1 mm. Apabila ukuran 2 mm diklaim sebagai ukuran anggrek terkecil di dunia, maka sebenarnya Indonesia memiliki anggrek dengan ukuran yang lebih kecil.</p><p><strong>Anggrek mini yang misterius</strong></p><p>Anggrek super mini dari genus <em>Oberonia sp</em> ini memiliki ukuran melintang 1,1-1,5 mm yang didapatkan langsung dari sebuah eksplorasi di kepulauan Mentawai pada awal 2010. Anggrek dari genus <em>Oberonia sp</em> ini memiliki bunga berwarna jingga terang dan dalam satu rangkaian perbungaan disusun atas ratusan kuntum bunga yang tersusun teratur dalam pola spiral.</p><p>Hingga artikel ini dimunculkan, identitas hingga tingkat spesies masih belum diketahui, hal ini selain karena ukuran mini-nya yang cukup mempersulit dalam proses identifikasi, juga dikarenakan informasi genus Oberonia di kawasan Malesiana masih belum terdata dengan baik.</p><h2><strong>Genus yang minim perhatian</strong></h2><p><strong></strong><a
href="http://www.anggrek.org/anggrek-indonesia-kalahkan-rekor-anggrek-terkecil-di-dunia-dari-ekuador.html/oberania-1" rel="attachment wp-att-3527"><img
class="alignleft size-medium wp-image-3527" title="oberania-1" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2011/03/oberania-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Literatur dan specimen herbarium yang diperlukan untuk acuan identifikasi harus digali dari herbaria di Inggris dan Leiden, mengingat literatur dan record herbarium anggrek di herbaria Indonesia masih sangat terbatas sekali. Literatur tentang spesies-spesies genus <em>Oberonia</em> didominasi publikasi jurnal terbitan pertengahan tahun 1800-an hingga awal 1900.</p><p>Puluhan tahun setelah itu, nyaris tidak pernah ada publikasi terkait genus ini. Hingga akhirnya pada tahun 1997 muncul publikasi tentang transfer sebuah anggrek spesies dari Nepal yang dahulunya pernah dipublikasi pada tahun 1825 dengan nama <em>Stelis mucronata </em>dan sekarang ditransfer untuk masuk kedalam genus <em>Oberonia</em>, menjadi <em>Oberonia mucronata</em>. Sedangkan publikasi signifikan lainnya yaitu penemuan satu spesies baru <em>Oberonia ensifolia </em>dari Sumatera (Indonesia) oleh J.B.Comber, seorang taksonom berkebangsaan Inggris, pada tahun 2001.</p><p>Sebagai tambahan informasi, bahwa genus <em>Oberonia </em> umumnya memang memiliki bunga dengan ukuran miniatur, karena alasan itu pula anggrek dari genus ini kurang memiliki nilai komersial dikalangan para penggemar anggrek bahkan peneliti sekalipun. Itulah sebabnya sejak dahulu belum ada peneliti dunia yang berhasil melakukan revisi genus <em>Oberonia</em> di Indonesia atau bahkan di kawasan Malesiana dengan sukses, mengingat jumlah spesies di kawasan ini cukup melimpah.</p><p>Meskipun demikian, dari sudut pandang botani anggrek ini memiliki nilai pengetahuan yang tak ternilai. Sangat tidak menutup kemungkinan akan ditemukan anggrek dengan ukuran yang lebih kecil dari belantara Indonesia, mengingat masih banyak spesies <em>Oberonia</em> di Indonesia yang belum diteliti lebih jauh.</p><p>Dengan demikian dapat diklarifikasi bahwa untuk sementara, rekor anggrek terkecil di dunia yang dipegang oleh anggrek dari Ekuador telah dikalahkan oleh anggrek <em>Oberonia sp</em> dari kepulauan Mentawai. Namun perlu dicatat bahwa saya tidak dalam posisi untuk mengklaim <em>Oberonia sp</em> ini sebagai anggrek yang terkecil di dunia, karena hal ini perlu kajian ilmiah lebih menyeluruh terhadap seluruh spesies dari genus <em>Oberonia</em>. Tapi paling tidak sementara ini kita dapat berbangga karena anggrek Indonesia telah menggeser posisi anggrek dari Ekuador yang sebelumnya diklaim sebagai anggrek paling kecil di dunia.</p><p>Salam Anggrek,<br
/> Destario Metusala (2010)</p><p>Link terkait<br
/> <a
href="http://blog.sivitas.lipi.go.id/blog.cgi?isiblog&amp;1191302465&amp;&amp;&amp;1036008667&amp;&amp;1300229172&amp;dest002">Blog LIPI-Bunga Anggrek Terkecil Dari Indonesia</a><br
/> <a
href="http://news.nationalgeographic.com/news/2009/12/091203-worlds-smallest-orchid-picture.html">Platystele sp, The World&#8217;s Smallest Orchid Discovered (By Accident) &#8212;National Geographic</a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-indonesia-kalahkan-rekor-anggrek-terkecil-di-dunia-dari-ekuador.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Anggrek Langka, Anggrekku Sayang, Anggrekku Malang</title><link>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 30 Jul 2008 05:14:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Konservasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/?p=176</guid> <description><![CDATA[Anggrek yang saat ini masih bertengger sebagai jawaranya bunga yang paling beraneka-ragam manjadi aset tersendiri bagi bangsa Indonesia. Anggrek spesies adalah harta kekayaan yang berpotensi luar biasa. Sebagai harta kekayaan, tentu memberi konsekuensi tertentu bagi si empunya, dalam kasus ini [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Anggrek yang saat ini masih bertengger sebagai jawaranya bunga yang paling beraneka-ragam manjadi aset tersendiri bagi bangsa Indonesia. Anggrek spesies adalah harta kekayaan yang berpotensi luar biasa. Sebagai harta kekayaan, tentu memberi konsekuensi tertentu bagi si empunya, dalam kasus ini seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat penggemar anggrek yang tentu lebih banyak mengetahui anggrek dibanding masyarakat biasa yang masih awam.</p><p>Bangsa yang memiliki harta tak ternilai tentu mempunyai banyak pilihan, apakah kita akan menjadi bangsa yang memberi harta penting nya secara cuma-cuma kepada siapapun??! Bahkan harta yang belum sama sekali kita manfaatkan?! Tentu akan sangat merugi. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang kaya akan harta, tapi justru kebingungan oleh harta tersebut. Oleh karena itu, dalam mengoptimalkan harta karun anggrek negara ini ada beberapa point penting, antara lain:</p><p><strong>1. Mengenali anggrek sebagai harta berharga, </strong><br
/> hal ini menjadi sangat mendasar karena berkaitan dengan pemahaman kita terhadap pentingnya potensi yang dimiliki anggrek misal sebagai tanaman hias, bunga potong, obat, parfume, koleksi langka, kerajinan dll. Bagaimana kita bisa memanfaatkan sesuatu kalo tidak sadar bahwa sesuatu tadi berharga dan bernilai tinggi?? Itu sama saja seperti tikus yang mati kelaparan di dalam lumbung padi, si tikus tidak menyadari bahwa padi di sekitarnya adalah makanan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengenalan jenis anggrek dan pemanfaatannya mutlak terus dikembangkan. Langkah rielnya : banyak membaca literatur anggrek mengenai jenis-jenisnya, potensi yang dimiliki anggrek tersebut (warna, bentuk tanaman, lama mekar, aroma, khasiat obat dll), atau sharing di milis atau forum anggrek untuk memperoleh pengetahuan dasar atau lanjut tentang anggrek spesies Indonesia,  mendukung dan membantu suksesnya penelitian tentang anggrek Indonesia.</p><p><strong>2.  Menjaga anggrek sebagai harta berharga, </strong><br
/> tahap selanjutnya setelah kita menyadari tentang nilai penting anggrek adalah upaya untuk menjaganya agar tidak habis atau malah hilang. Menjaga agar tidak habis atau hilang dalam hal ini bukan hanya berarti segi keamanan dari faktor luar seperti â€pencurianâ€. Tetapi juga terhadap kemanan terhadap jumlahnya atau dengan kata lain upaya untuk menjaga jumlah harta kita agar tidak mudah habis atau hilang. Bisa saja, meskipun anggrek tersebut benar-benar aman dari pencurian pihak negara asing, tapi justru habis karena terlalu over dieksploitasi oleh si pemiliknya tanpa memperhatikan keberlanjutannya kedepan. Sehingga, sebagai bangsa Indonesia yang pintar dan mencintai tanah airnya, kita harus tegas untuk menjaga anggrek spesies langka negeri ini dari rayuan bangsa lain yang hanya mau enaknya sendiri. Kita yang pontang-panting dan susah payah melestarikan, memelihara agar lestari di alam maupun di ek-situ tapi dengan enaknya bangsa lain mengambil anggrek langka kita dan mengembangkannya menjadi hibrida-hibrida unggul untuk memperkaya negara mereka. Stop perdagangan ilegal anggrek langka ke negara lain. Imbalan besar yang diiming-imingkan tidak setimpal dengan potensi anggrek tersebut ke depan. Begitu kita menjual anggrek langka keluar negeri secara ilegal, maka kita sama saja memberikan pusaka kita, begitu mereka telah mengembangkannya secara masal, maka habislah kejayaan dan daya tarik khas anggrek kita. Oleh karena itu, pilih varian terbaik dari setiap jenis anggrek dan jadikan indukan untuk perbanyakan&#8230;namun jangan sekali-kali menjual keluar negeri indukan pilihan tersebut. Tunjukkan bahwa kita adalah hobiis yang Indonesia banget alias ber nasionalisme tinggi. Langkah rielnya : Stop menjual keluar negeri anggrek langka (apalagi yang dilindungi) yang belum diteliti dan dikembangkan secara optimal oleh bangsa kita, pendataan anggrek koleksi, memelihara anggrek yang telah dimiliki dengan sebaik-baiknya, menolak anggrek cabutan langsung yang belum dipelihara/dibudidayakan,  penyerbukan bunga untuk memperoleh buah, memperbanyakan anggrek langka baik secara manual atau melalui kultur biji dan jaringan, relokasi anggrek langka ke habitatnya, meminimalkan eksploitasi anggrek dari habitatnya secara berlebih, tidak anti dengan anggrek spesies hasil kultur jaringan, menjaga kelestarian habitat anggrek dan banyak lainnya. Meskipun nampaknya sangat ketat, namun anggrek langka atau yang dilindungi tetap diperkenankan keluar negeri untuk kepentingan penelitian atau kepentingan khusus lainnya dan tetap harus melalui jalur legal sesuai peraturan yang ada. Memang terdengarnya idealis sekali ya&#8230;.tapi tunggu dulu&#8230;baca point berikutnya.</p><p><strong>3. Memanfaatkan anggrek sebagai harta, </strong><br
/> tentu sangat amat percuma sekali kalau kita sudah sadar bahwa kita memiliki harta bernilai, lalu kita juga sudah menjaganya dengan baik, tapi kita tidak bisa memanfaatkannya sama sekali&#8230;itu mubazir namanya. Ibarat kita mengetahui ada banyak sayuran tumbuh di halaman yang bisa dimasak menjadi masakan lezat, kemudian setiap hari kita siram, dipupuk dan diperbanyak, tapi sayuran yang telah dewasa hanya dibiarkan saja, lebih parah lagi kita hanya bisa melihat sayuran tadi tua-membusuk dengan tatapan kosong sambil gigit jari dan berkata dalam hati (kasian deh gua&#8230;). Kita hindari menjadi bangsa yang hanya bisa phobia atau ketakutan berlebih, sehingga selamanya kita hanya bisa memeluk erat harta agar tidak dicuri orang, tapi justru tidak pernah sempat untuk menggunakan hartanya. Upaya pemanfaatan potensi yang dimiliki anggrek khususnya anggrek langka merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Bangsa ini hanya akan stagnan bila selamanya tidak bisa memanfaatkan potensi SDA nya secara optimal. Langkah rielnya antara lain, menjual secara luas anggrek hasil perbanyakan budidaya, mengembangkan bisnis bunga anggrek potong, memperomosikan anggrek hasil kultur jaringan keluar negeri, melakukan hibridisasi untuk menghasilkan anggrek-anggrek hibrida unggul, mengajukan hak perlindungan varietas terhadap anggrek spesies lokal atau hasil pemuliaan, mengekstrak anggrek untuk memperoleh senyawa obat atau senyawa penting lainnya, menanami pekarangan dengan anggrek-anggrek yang berbunga menawan, atau menjadikan anggrek sebagai bunga penyambutan bagi turis-turis asing atau malah menukar pesawat jet sukhoi dengan 20.000 karung anggrek hibrida. Bahkan anggrek paling langka yang hanya ada setengah, dimuka bumi sekalipun bisa dijual bebas apabila telah dilakukan penelitian optimal,  perbanyakan massal dan memperoleh ijin/legalisasi dari pihak berwenang.</p><p>Toh meskipun kita belum sehebat bu Menkes Siti Fadilah Supari, tapi setidaknya kita memiliki semangat yang sama seperti yang beliau perjuangkan&#8230;.tetep ikut bangga dong. Kapan ya, bisa kasih nama anggrek ke beliau&#8230;., atau minimal kasih beliau anggrek istimewa -_-!! phUuu Jadi fuying</p><p>by. Destario Metusala (2008) ^^</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-langka-anggrekku-sayang-anggrekku-malang.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>31</slash:comments> </item> <item><title>Pelestarian anggrek yang dimulai dari hal-hal kecil</title><link>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 05 Apr 2008 06:35:52 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Konservasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2008/04/05/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil/</guid> <description><![CDATA[Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana&#8230;.hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a
href="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2008/05/assfrg.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-168" style="float: left;" title="assfrg" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2008/05/assfrg.jpg" alt="" width="230" height="307" /></a></p><p>Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana&#8230;.hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. <span
id="more-160"></span>Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki sebagai negara dengan jenis anggrek spesies terbanyak didunia. Namun bangsa ini tidak cukup hanya dengan bangga mendengar julukan megah tersebut. Kekayaan yang melimpah ini perlu &#8220;dijaga&#8221; dan &#8220;dipelihara&#8221;. Dijaga dalam artian <em>dilestarikan</em> dan dipelihara dalam artian <em>dimanfaatkan</em>. Tidak perlu disangsikan lagi, rasa cinta dan bangga bangsa ini terhadap kekayaan anggrek spesies Indonesia sangatlah besar. Terbukti dengan tingginya minat memelihara anggrek spesies, larisnya komoditas anggrek spesies di setiap stand pameran anggrek, hingga kesanggupan mengeluarkan biaya besar untuk sekedar membawa anggrek dari daerah lain. Sehingga pada dasarnya, sikap cinta dan bangga bangsa ini terhadap anggrek tidak perlu diragukan.</p><p>Berikut beberapa tips menarik untuk menyatakan cinta kita kepada si anggrek.</p><ol><li>Teliti sebelum membeli. Seperti halnya membeli barang-barang pada umumnya, carilah keterangan sebanyak dan selengkap mungkin mengenai jenis anggrek yang akan dibeli, misal rentang ketinggian habitat, suhu, ukuran tanaman optimum, kebutuhan cahaya dll. Sehingga kita bisa mempertimbangkan dengan baik apakah si anggrek tersebut cocok dengan tempat barunya atau tidak. Terkadang, ada pula pedagang yang merekayasa informasi hanya agar anggreknya laku, misal dengan mengatakan bahwa si anggrek dapat tumbuh bagus dan berbunga di segala tempat, padahal anggrek tersebut tidak tahan terhadap suhu rendah.</li><li>Memilih tanaman anggrek yang sudah melewati masa budidaya dan adaptasi. Atau dengan kata lain, lebih baik menghindari anggrek cabutan langsung dari alam yang notabene akarnya rusak, belum beradaptasi, dan masih dalam kondisi stress. Anggrek cabutan yang sudah mengalami masa budidaya dan adaptasi umumnya sudah mengeluarkan akar baru di media tanamnya, telah mengeluarkan daun barunya yang tumbuh segar dengan ukuran normal. Anggrek ini akan memiliki tingkat daya hidup yang lebih baik dibanding cabutan langsung alam. Sisi positif lainnya yaitu akan membiasakan para pemburu atau penadah untuk turut melakukan upaya budidaya.</li><li>Menyeimbangkan kapasitas tempat budidaya dan jangkauan kemampuan memelihara dengan jumlah dan jenis anggrek. Semakin banyak jenis dan jumlah anggrek yang dimiliki tentu akan menuntut tempat yang semakin luas dan juga waktu pemeliharaan yang lebih intensif pula. Berapa banyak waktu dalam sehari yang bisa disisihkan untuk memelihara tanaman?, berapa luas space di kebun atau pekarangan rumah yang masih bisa di tempati anggrek secara optimal?? Pertanyaan tadi ada baiknya dijawab sebelum menambah koleksi. Jangan sampai ada beberapa anggrek yang dianak-tirikan karena kurang perhatian/treatment&#8230;atau jangan sampai kolong tempat tidur anda gunakan untuk meletakkan anggrek yang butuh full sinar.</li><li>Mencoba yang mudah untuk belajar yang sulit. Yang dimaksud adalah, mencoba membudidayakan anggrek-anggrek yang terkenal mudah dipelihara, mudah berkembangbiak, dan pertumbuhannya cepat. Tidak perlu malu dengan ungkapan &#8220;hanya memelihara anggrek yang biasa atau anggrek yang murah&#8221;. Bukankah untuk sampai ke kelas 6, kita harus melewati kelas 1,2,3&#8230;.dst??!, dari pelajaran dan pengalaman di kelas 1 kita bisa menghadapi pelajaran di kelas 2 dan begitu seterusnya. Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan suatu anggrek. Biasanya semakin langka anggrek, kemungkinan karena range adaptasinya yang sempit, pertumbuhannya sangat lambat, membutuhkan iklim mikro yang spesifik, sulit membentuk tunas anakan, sehingga dari sisi agronomisnya pun akan membutuhkan treatment khusus. Tentunya kita tidak mau kebun kita menyandang gelar &#8220;pemakaman masal&#8221; untuk anggrek-anggrek langka bukan??!.</li><li>Sharing dan berkomunikasi dengan komunitas anggrek. Dengan begitu anda akan bisa menanyakan pengalaman-pengalaman dalam memelihara anggrek serta memperoleh banyak informasi mengenai cara budidaya yang tepat.</li><li>Budidaya dan mengembangbiakan anggrek merupakan salah satu langkah konservasi/pelestarian. Hanya dengan memelihara dengan baik hingga suatu saat bisa berkembangbiak dari yang semula satu pot menjadi beberapa rumpun pot, kita sudah melakukan apa yang dinamakan &#8220;konservasi&#8221;. Bahkan dengan menjual hasil perbanyakan anggrek kepada tetangga sebelah (misal dari 1 pot menjadi 4 pot, 2 pot dijual sedangkan 2 pot lainnya dikembangkan lagi) juga memberi nilai yang sangat penting bagi konservasi anggrek. tidak sulit bukan?!</li><li>Anggrek hasil botolan (kultur biji atau jaringan)??? why not?!. Point yang terakhir ini untuk turut mendorong aktifitas perbanyakan anggrek secara in-vitro, yaitu dengan mengurangi &#8220;skeptisitas&#8221; atau &#8220;alergi&#8221; terhadap anggrek produk kultur in-vitro&#8230;toh banyak juga jenis-jenis spesies yang dibotolkan. Bahkan performa tanaman menjadi lebih kompak, seragam, pertumbuhan yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang lebih baik. Untuk masalah genetik, tidak perlu disangsikan, selama proses fertilisasi (pembuahan) dan penumbuhan in-vitro sesuai aturan&#8230;maka variasi genetik hasil botolan tidak berbeda dengan variasi genetik anggrek dari alam.</li></ol><p>Nah, sekarang mulailah dari hal-hal yang kecil untuk memperoleh hasil yang besar.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-penyelamatan-dimulai-dari-hal-hal-kecil.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>36</slash:comments> </item> <item><title>Warna-Warni Si Anggrek Bulan</title><link>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 07 Sep 2007 04:59:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Melvin</dc:creator> <category><![CDATA[Perawatan & Budidaya]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/09/07/warna-warni-si-anggrek-bulan/</guid> <description><![CDATA[Gambar oleh Melvin 07 Gambar oleh Melvin 07 Siapapun pasti terpikat melihat keindahan bunga Phalaenopsis alias si anggrek bulan yang tergantung pada tangkai-tangkai bunga yang keluar dari tanaman2 anggrek yang sehat, yang sedang melayang-layang bagaikan kupu2 mengikuti semilir angin yang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://orchidweb.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24529/Kebunku3[1].JPG" alt="kebun phalaenopsis" /><br
/> Gambar oleh Melvin 07</p><p><img
src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/24695/Kebunku1[1].JPG" alt="kebun phalaenopsis 2" /><br
/> Gambar oleh Melvin 07</p><p>Siapapun pasti terpikat melihat keindahan bunga Phalaenopsis alias si anggrek bulan yang tergantung pada tangkai-tangkai bunga yang keluar dari tanaman2 anggrek yang sehat, yang sedang melayang-layang bagaikan kupu2 mengikuti semilir angin yang kerap menggerakan bunga2 tersebut. Penampilannya memang wah dan phalaenopsis agaknya semakin populer saja di kalangan hobbiis anggrek dewasa ini. Namun ada anggapan bahwa genus anggrek ini cukup sulit dipelihara apalagi untuk membuatnya berbunga, tapi ternyata dengan beberapa tips dan triks yang praktis dan sederhana ternyata phalaenopsis dapat dibuat agar rajin berbunga dengan indahnya dan tentunya akan memuaskan mata-mata yang memandang.</p><p>Beberapa tips dan trik yang efektif adalah :</p><ol><li>Jika ingin memelihara dari kecil/botolan lebih baik membeli species/hibrida yang sudah mempunyai nama ataupun berasal dari silangan nursery yang sudah ahli dibidangnya. Bibit yang baik adalah langkah pertama yang penting sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.</li><li>Jika membeli ukuran dewasa maka kenalilah dulu sifat Phalaenopsis anda sebelum membeli</li><li>Banyak membaca artikel2 mengenai pemeliharaan Phalaenopsis dari buku2 anggrek atau media elektronik spt internet agar semakin mengasah kemampuan kita.</li><li>Akar, yang sehat mutlak dibutuhkan untuk pembungaan, jadi perhatikan media yang digunakan agar akar phalaenopsis dapat tumbuh sempurna, sifat media dipilih yang dapat menyerap air tapi tidak menyimpan air, kombinasi media dapat dilakukan agar didapatkan sifat2 yang pas.</li><li>Tanpa akar yang sehat, maka daun tidak akan tumbuh dengan baik, ciri2 tanaman yang sehat biasanya daun baru akan tumbuh makin besar/sama besar dengan daun sebelumnya. Jagalah daun agar tetap sehat krn pada organ ini yang berguna untuk memproduksi zat hara yang akan digunakan oleh tanaman.</li><li>Jaga jangan sampai Phalaenopsis anda terkena hujan, daunnya yang besar dan bergelombang sering menyebabkan air hujan tertinggal dan dapat menyebabkan jamur penyakit untuk berkembang biak dan menyerang anggrek anda.</li><li>Jaga jangan sampai terjadi dehidrasi pada anggrek anda, lakukan penyiraman secara teratur, namun tidak berlebih.</li><li>Pemupukan dilakukan pada kedua bagian daun, atas dan bawah, pada waktu pagi hari sebelum cahaya matahari mengenai tanaman anda.</li><li>Gunakan beberapa macam pupuk, selang-seling antara pupuk kimia dan pupuk organik, jika tanaman sudah dewasa boleh digunakan pupuk booster yang berkadar P tinggi.</li><li>Yang paling penting erhatikan 4 unsur penting dalam pemeliharaan Phalaenopsis yang tidak dapat diabaikan, diantaranya :</li></ol><ul><li>Cahaya, Phalaenopsis termasuk anggrek yang tergolong tidak tahan oleh sinar matahari langsung, sinar matahari pagi-siang yang terhalang oleh bayangan dedaunan termasuk yang paling baik untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan memicu pembungaan. Umumnya Phalaenopsis dinaungi oleh paranet 65% jika area tanam terbuka dan paranet 55% jika area tanam dikelilingi oleh tembok/pohon2 besar.</li><li>Kelembaban : Phalaenopsis suka dengan kelembaban, idealnya antara 60%-75%, terlalu lembab akan menyebabkan jamur mudah berkembang biak, terlalu kering akan menyebabkan tanaman dehidrasi. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan tanaman paku2an dan gentong air yg berisi tanaman dibawah pot Phalaenopsis</li><li>Aerasi : Phalaenopsis termasuk anggrek epifit yang biasanya menempel pada pohon induk yang tinggi, dan menyukai aliran angin yang semilir, aerasi jg menjaga kadar kelembaban agar tidak terlalu jenuh.</li><li>Temperatur : biasanya kunci pemicu pembungaan phalaenopsis adalah jika terjadi perbedaan suhu tertinggi &#8211; terendah sekitar 10 derajat celcius, oleh karena itu temperatur ideal untuk si kupu2 ini adalah 18-28 drjt celcius. Jk diperhatikan maka masa-masa memasuki musim hujan akan menjadi waktu ideal bagi phal anda untuk memunculkan calon spikenya.</li></ul><p>Dengan memperhatikan semua hal diatas maka diharapkan semua hobiis dapat membungakan phalaenopsisnya sekaligus menepis anggapan bahwa memelihara phalaenopsis itu sulit, selamat mencoba.</p><p>By. Melvin 07</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/warna-warni-si-anggrek-bulan.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>112</slash:comments> </item> <item><title>Relokasi Anggrek Species Merapi, Kolaborasi HMJ Agronomi UPN &#8220;Veteran&#8221; Jogja dengan Taman Nasional Gunung Merapi</title><link>http://www.anggrek.org/relokasi-anggrek-species-merapi-kolaborasi-hmj-agronomi-upn-veteran-jogja-dengan-taman-nasional-gunung-merapi.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/relokasi-anggrek-species-merapi-kolaborasi-hmj-agronomi-upn-veteran-jogja-dengan-taman-nasional-gunung-merapi.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 18 Jul 2007 09:51:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Konservasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/07/18/relokasi-anggrek-species-merapi-kolaborasi-hmj-agronomi-upn-veteran-jogja-dengan-taman-nasional-gunung-merapi/</guid> <description><![CDATA[Sudah saatnya gerakan rehabilitasi dan pelestarian anggrek baik ek-situ maupun in-situ dilakukan secara gotong-royong tanpa harus bergantung pada program pemerintah. Masyarakat dianjurkan dapat berperan mandiri sebagai pelaku utama dalam kegiatan konservasi anggrek dengan koordinasi pihak-pihak terkait, sehingga &#8220;rasa memiliki&#8221; keanekaragaman [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sudah saatnya gerakan rehabilitasi dan pelestarian anggrek baik ek-situ maupun in-situ dilakukan secara gotong-royong tanpa harus bergantung pada program pemerintah. Masyarakat dianjurkan dapat berperan mandiri sebagai pelaku utama dalam kegiatan konservasi anggrek dengan koordinasi pihak-pihak terkait, sehingga &#8220;rasa memiliki&#8221; keanekaragaman hayati tidak hanya terbatas untuk instansi pemerintah saja&#8230;namun lebih utama yaitu pada masyarakat luas. Salah satu upaya nyata dalam mewujudkan Grand Design konservasi berkelanjutan yang dalam hal ini menjadikan Taman nasional Gunung Merapi (TNGM) sebagai Biodiversity Research Center khususnya anggrek species adalah dengan melakukan relokasi anggrek species lereng selatan Merapi. Kegiatan ini kerjasama antara HMUJ Agronomi UPN &#8220;Veteran&#8221; Jogja dengan pihak Taman Nasional Gunung Merapi. Relokasi anggrek species Merapi ini bertujuan untuk mengembalikan anggrek-anggrek lereng selatan Merapi yang telah dibudidayakan masyarakat ke habitatnya di wilayah konservasi Tlogo Putri. Dari program relokasi ini diharapkan muncul interaksi sinergis untuk melangkah ke strategi konservasi selanjutnya. Kegiatan relokasi ini dilakukan Sejak 18-07-07 hingga 21-07-07.</p><p><img
src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/23796/dg.jpg" alt="vanda tricolor" /><br
/> By Bima, Fajar dan Rio 07</p><p><img
src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/23797/df.jpg" alt="Vanda tricolor" /><br
/> By Bima, Fajar, Rio 07</p><p><img
src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/23800/ssd.jpg" alt="Bunga" /><br
/> By Bima, Fajar, Rio 07</p><p><img
src="http://www.aos.org/aos/MessageBoard/attachedfiles/23798/j.jpg" alt="perbanyakan Vanda tricolor" /><br
/> By Bima, Fajar, Rio 07</p><p>Article by Destario Metusala 07</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/relokasi-anggrek-species-merapi-kolaborasi-hmj-agronomi-upn-veteran-jogja-dengan-taman-nasional-gunung-merapi.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>Cagar Alam Kersik Luwai, Kutai Barat</title><link>http://www.anggrek.org/cagar-alam-kersik-luwai-kutai-barat.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/cagar-alam-kersik-luwai-kutai-barat.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 30 Apr 2007 15:06:23 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Konservasi]]></category> <category><![CDATA[Orchid in Nature]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/04/30/121/</guid> <description><![CDATA[Kersik Luwai dalam bahasa Dayak berarti &#8216;Pasir Sunyi&#8217;. Areal ini ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 792/Kpts/Um/10/1982. Luas kawasan ini sebenarnya kurang lebih 5000 hektar, akan tetapi hutan tempat habitat utama Anggrek hanya sekitar 17.5 hektar. Sebelum kebakaran [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kersik Luwai dalam bahasa Dayak berarti &#8216;Pasir Sunyi&#8217;. Areal ini ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 792/Kpts/Um/10/1982. Luas kawasan ini sebenarnya kurang lebih 5000 hektar, akan tetapi hutan tempat habitat utama Anggrek hanya sekitar 17.5 hektar. Sebelum kebakaran hebat tahun 1982, di Kersik Luwai teridentifikasi 72 jenis Anggrek. Namun setelah kebakaran, yang tersisa sekitar 57 jenis anggrek.<span
id="more-121"></span></p><div
id="attachment_3626" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img
class=" wp-image-3626 " title="anggrek-hitam-kersik-luwai" src="http://www.anggrek.org/wp-content/uploads/2007/04/anggrek-hitam-kersik-luwai.jpg" alt="" width="600" height="450" /><p
class="wp-caption-text">Anggrek Hitam. Photo diambil dari kaskus (pongsamma)</p></div><p
style="text-align: left;">Jenis anggrek endemik yang paling populer di Kersik Luwai adalah <a
href="http://www.anggrek.org/sp/coelogyne-pandurata">Anggrek Hitam</a> (<em>Coelogyne Pandurata</em>). Anggrek ini relatif mudah ditemukan dibawah rimbunan pepohonan. Anggrek ini mekar setiap bulan, dan bunganya mampu bertahan sekitar 1 minggu. Selain itu anggrek Kantung Semar (<em>Nephentes sp</em>) juga relatif mudah ditemukan. Beberapa jenis anggrek lain juga yang dapat ditemukan adalah: Anggrek Merpati (<em>Dendrobium Rumenatum</em>), Anggrek Tebu atau Anggrek Harimau (<em>Grammatophyllum Speciosum</em>), Anggrek Bambu (<em>Coelogyne Foerstermanii</em>).</p><p>Kersik Luwai berjarak 360 km dari kota Samarinda. Jadi untuk menjangkaunya cukup sulit, namun bisa menggunakan pesawat kecil Twin Otter terlebih dahulu ke Sendawar, Kutai Barat, untuk dilanjutkan dengan perjalanan darat.</p><p>Sumber: Kompas, 26 Okteber 2006. (info dari: Eliyani Husni)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/cagar-alam-kersik-luwai-kutai-barat.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>36</slash:comments> </item> <item><title>SEMINAR ANGGREK DAN AGLAONEMA</title><link>http://www.anggrek.org/seminar-anggrek-dan-aglaonema.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/seminar-anggrek-dan-aglaonema.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 17 Apr 2007 14:48:28 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Agenda]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/04/17/seminar-anggrek-dan-aglaonema/</guid> <description><![CDATA[Pusat Studi Tanaman Tropis UPN &#8220;Veteran&#8221; Yogyakarta bekerja-sama dengan Perhimpunan Anggrek Indonesia dan Aglaonema Indonesia DPD DIY menyelenggarakan Seminar Anggrek dan Aglaonema. THEMA: â€œPENGEMBANGAN TANAMAN HIAS DALAM USAHA MERAIH PELUANG BISNIS BIDANG PERTANIANâ€ PELAKSANAAN SEMINAR Seminar dilaksanakan sehari Pada 28 [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pusat Studi Tanaman Tropis UPN &#8220;Veteran&#8221; Yogyakarta bekerja-sama dengan Perhimpunan Anggrek Indonesia dan Aglaonema Indonesia DPD DIY menyelenggarakan Seminar Anggrek dan Aglaonema.<br
/> <span
id="more-118"></span></p><p>THEMA:<br
/> <strong>â€œPENGEMBANGAN TANAMAN HIAS DALAM USAHA MERAIH PELUANG BISNIS BIDANG PERTANIANâ€</strong></p><p>PELAKSANAAN SEMINAR<br
/> Seminar dilaksanakan sehari<br
/> Pada 28 April 2007, Jam 08.00 â€“ 15.20<br
/> Di Ruang Seminar Fak. Pertanian, UPN â€œVeteranâ€ Yogyakarta, Ring Road Utara Condong Catur<br
/> Yogyakarta</p><p>Materi Seminar</p><ol><li> Perkembangan Tanaman Hias<br
/> (Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc)</li><li>Aglaonema, Tanaman Hias Daun Eksklusif<br
/> (Ir. Ari Wijayani, MP)</li><li>3.Anggrek, Pesonanya Tak Pernah Pudar<br
/> (Ir. Rahayu Sulistianingsih, MP)</li></ol><p>Pendaftaran Peserta bisa secara langsung ke secretariat di<br
/> Laboratorium Bioteknologi<br
/> Jurusan Agronomi Fak. Pertanian<br
/> UPN â€œVeteranâ€ Yogyakarta<br
/> Telp. 0274-486733 pesawat 405</p><p>Dapat juga mendaftar melalui</p><ul><li> Intan (08156893060)</li><li> Rina (08122630625)</li><li> Lia (08156812878)</li></ul><p>Biaya<br
/> Umum : Rp. 50.000,-<br
/> Mahasiswa S1: Rp. 25.000,-<br
/> Fasilitas,<br
/> Seminar-kit<br
/> Makalah lengkap<br
/> Snack dan makan siang</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/seminar-anggrek-dan-aglaonema.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>Pesta Anggrek 2007</title><link>http://www.anggrek.org/pesta-anggrek-2007.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/pesta-anggrek-2007.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 04 Apr 2007 15:41:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Hadi</dc:creator> <category><![CDATA[Agenda]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/04/04/pesta-anggrek-2007/</guid> <description><![CDATA[Dalam rangka Ulang Tahun PAI yang ke-50, masyarakat peranggrekan Indonesia berkeinginan menggelar &#8220;Pesta Anggrek 2007&#8243; yang berskala nasional. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk menunjukkan kepada masyarakat luas sejauh mana perkembangan dunia peranggrekan dan tanaman hias di Indonesia. Gelar â€œPesta Anggrek [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka Ulang Tahun PAI yang ke-50, masyarakat peranggrekan Indonesia berkeinginan menggelar &#8220;Pesta Anggrek 2007&#8243; yang berskala nasional. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk menunjukkan kepada masyarakat luas sejauh mana perkembangan dunia peranggrekan dan tanaman hias di Indonesia. Gelar â€œPesta Anggrek 2007â€ akan diadakan pada tanggal 13-22 April 2007, bertempat di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Berbagai acara akan ditampilkan untuk menyemarakkan â€œPesta Anggrek 2007â€, antara lain Pameran dan Bursa, Aneka lomba, workshop/pelatihan, Tour/kunjungan kebun dll.<span
id="more-117"></span></p><p>Dalam rangkaian event tersebut, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) akan menggelar lomba anggrek pada tanggal 13-April-2007, sehari sebelum acara pembukaan dimulai. Perlombaan terbuka untuk umum sehingga diharapkan dapat menjadi ajang yang menarik bagi para pecinta dan profesional anggrek untuk memamerkan kreasi-kreasi yang dihasilkannya, sekaligus menambah wawasan dan inspirasi untuk menciptakan kreasi-kreasi baru yang lebih mempesona.</p><p>Tanaman hias termasuk anggrek merupakan kelompok tanaman yang banyak diminati masyarakat dunia karena nilai estetika dan nilai ekonominya yang tinggi. Banyak upaya telah dilakukan untuk mengembangkan dunia penganggrekkan, diantaranya hibridisasi dan perbaikan teknik budidaya untuk menghasilkan tanaman-tanaman anggrek yang spektakuler. Meskipun demikian upaya konservasi anggrek-anggrek alam (species) yang merupakan sumber plasma nutfah penting dan cukup melimpah di Indonesia, juga tidak luput dari perhatian.</p><p>Informasi lebih lanjut</p><ul><li>Ramadani Prasetya / PAI Jakarta (081511101234)</li><li>Puspitaningtyas / Kebun Raya Bogor (08128015923)</li></ul><h2>Ketentuan Lomba Anggrek</h2><p>Peserta:</p><ol><li>Lomba tanaman anggrek terbuka untuk umum tanpa biaya pendaftaran.</li><li>Peserta lomba diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dengan nama silangan/species yang jelas dan benar.</li><li>Pendaftaran lomba tanaman anggrek pada hari Jumat tanggal 13 April 2007 pukul 08.00-13.00 WIB di Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII.</li></ol><p>Peraturan Umum:</p><ol><li>Juri telah ditentukan oleh Panitia, terdiri dari 5 juri untuk menilai anggrek hibrida, 5 juri untuk menilai anggrek species, dan 1 orang ketua juri serta dibantu 3 asisten juri.</li><li>Terdapat beberapa asisten juri yang akan membantu pelaksanaan penjurian.</li><li>Tim juri tidak diperbolehkan mengikutsertakan tanamannya untuk dilombakan.</li><li>Ketua juri berhak untuk tidak memperbolehkan masuk siapa saja yang dianggap menganggu dalam proses penjurian.</li></ol><p>Syarat dan Peraturan Lomba:</p><ol><li>Tanaman yang dilombakan harus sehat dan bebas hama dan tidak boleh diambil langsung dari alam.</li><li>Nama tanaman yang dilombakan harus benar, dan tim juri berhak meralat nama tanaman yang salah.</li><li>Dalam satu pot hanya satu rumpun yang dinilai (Rhizome tidak boleh terpotong atau terpisah).</li><li>Jika dalam satu pot terdapat lebih dari satu rumpun, rumpun yang tidak dilombakan harus dipotong bunganya atas persetujuan pemilik. Hal ini agar tidak didiskulifikasi oleh dewan juri.</li><li>Cutting dan repoting masih diperbolehkan.</li><li>Penyangga dan pengikat diperbolehkan hanya untuk tujuan memperkokoh/ menyangga tangkai bunga.</li><li>Grooming atau rekayasa pembentukan posisi tangkai dan bunga tidak diperbolehkan.</li><li>Setiap tanaman lomba harus diberi label dengan nama silangan / species yang jelas dan benar.</li><li>Tanaman yang dilombakan, tidak boleh diambil sampai dengan waktu yang ditentukan oleh panitia.</li><li>Penjurian dilakukan berdasarkan aturan show judging dan panilaian dititikberatkan pada kesempurnaan bunga, keserasian bunga, kondisi umum, kelangkaan jenis tanaman dan tingkat kesulitan pembudidayaannya.</li><li>Penjurian akan dilakukan pada tanggal 13 April 2007 pukul 14.00 WIB hingga selesai. Pengumuman dan penyerahan piala pemenang lomba anggrek dilaksanakan pada hari Sabtu 14 April 2007 pukul 08.30 WIB.</li><li>Tanaman yang dilombakan ditahan oleh panitia untuk dapat dipamerkan selama 4 hari hingga tanggal 18 April 2007.</li><li>Keputusan dewan juri adalah final dan mutlak.</li></ol><p>Proses Penjurian:</p><ol><li>Proses penerimaan tanaman dilakukan pada hari pelaksanaan penjurian dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB oleh asisten juri dan panitia.</li><li>Tanaman dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu hibrida dengan 7 seksi dan species dengan 6 seksi, dengan total kelas seluruhnya adalah 41 kelas.</li><li>Proses penjurian dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB.</li><li>Peringkat 1,2 dan 3 diberikan pada setiap kelas.</li><li>Seluruh peringkat kelas 1 pada seksi yang sama di peringkat kembali untuk menentukan Best of Section.</li><li>Seluruh Best of Section yang telah dipilih di rangking kembali untuk menentukan Best of Species dan Best of Hybrid</li></ol><p>Penghargaan:</p><p>Penghargaan yang disediakan panitia adalah sebagai berikut:</p><ol><li>Best of Hybrids : 1 Piala + sertifikat + uang</li><li>Best of Species : 1 Piala + sertifikat + uang</li><li>Best of Section : 13 Piala + sertifikat + uang</li></ol><p>Pemenang 1,2,3 tiap class: Ribbon + sertifikat</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/pesta-anggrek-2007.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Anggrek Spathoglottis Varietas Bintang Segunung</title><link>http://www.anggrek.org/anggrek-spathoglottis-varietas-bintang-segunung-2.html</link> <comments>http://www.anggrek.org/anggrek-spathoglottis-varietas-bintang-segunung-2.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 25 Mar 2007 16:35:09 +0000</pubDate> <dc:creator>Destario Metusala</dc:creator> <category><![CDATA[Varietas Unggul Nasional/Lokal]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/03/25/anggrek-spathoglottis-varietas-bintang-segunung-2/</guid> <description><![CDATA[SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 506Kpts/PD.210/10/2003 TENTANG PELEPASAN BUNGA ANGGREK SPATHOGLOTTIS KSP-1904-1 SEBAGAI VARIETAS UNGGUL DENGAN NAMA BINTANG SEGUNUNG DESKRIPSI BUNGA ANGGREK SPATHOGLOTTIS VARIETAS BINTANG SEGUNUNG Nomor klon : KSP-1904-1 Persilangan : Spatthoglottis aurea (S019) dan Spathoglottis plicata (S004S) [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN<br
/> NOMOR : 506Kpts/PD.210/10/2003</p><p>TENTANG</p><p>PELEPASAN BUNGA ANGGREK SPATHOGLOTTIS KSP-1904-1<br
/> SEBAGAI VARIETAS UNGGUL DENGAN NAMA<br
/> BINTANG SEGUNUNG</p><p>DESKRIPSI BUNGA ANGGREK SPATHOGLOTTIS VARIETAS<br
/> BINTANG SEGUNUNG</p><p>Nomor klon : KSP-1904-1<br
/> Persilangan : Spatthoglottis aurea (S019) dan Spathoglottis plicata (S004S)<br
/> Umur tanaman : 3 tahun<br
/> Tipe pertumbuhan : sympodial<br
/> Bentuk ujung daun : acuminate<br
/> Penampang melintang daun : plicate<br
/> Ukuran daun : panjang 44 &#8211; 88,2 cm, lebar 8,1 &#8211; 10,4 cm<br
/> Warna daun : yellow green group 146A, 146B<br
/> Bentuk bunga : bundar<br
/> Bentuk sepal dorsal : elip<br
/> Warna sepal dorsal : yellow group 8D, purple violet group 82C<br
/> Bentuk sepal lateral : elip<br
/> Warna sepal lateral : yellow group 8D, purple violet group 82C<br
/> Bentuk petal : elip<br
/> Warna petal : yellow group 8D, purple group 78A<br
/> Tipe callus / bibir : complex<br
/> Warna bibir : yellow group 9A, red purple group 59B, purple group 78A<br
/> Warna calli : yellow group 9A, red purple group 59B<br
/> Posisi pembungaan : basal<br
/> Arah menghadap bunga : segala arah<br
/> Mekar bunga : non flat<br
/> Corak bunga : splash<br
/> Perpuntiran / resupinate : ada<br
/> Panjang tangkai bunga : 73 cm<br
/> Diameter tangkai bunga : 0,4 &#8211; 0,6 cm<br
/> Panjang rachis : 25 cm<br
/> Lebar lbunga : 6 cm<br
/> Panjang braktea : 1,7 cm<br
/> Jumlah bunga pertangkai : 56 kuntum<br
/> Ketahanan mekar bunga : 3 hari<br
/> Keterangan : cocok untuk ditanam pada dataran tinggi sesuai untuk tanaman taman.<br
/> Pengusul/Peneliti : BALITHI Segunung / Yoyo Sulyo, Suskanari Kartikaningrum, Yayuk A. Bety, Fitri Rachmawati, Laily Qodriyah, Sri Rianawat.</p><p>Gambar dan Info lain : http://www.pustaka-deptan.go.id/publication/wr28306j.pdf</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.anggrek.org/anggrek-spathoglottis-varietas-bintang-segunung-2.html/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> </channel> </rss>
