Kenapa Kuntum Bunga Anggrek Rontok?

Gambar oleh Sukmanaya (2006)
Melihat tonjolan kecil muncul dari tubuh tanaman anggrek kita mungkin sudah sering kita alami. Akan tetapi akan sangat membahagiakan bila tonjolan kecil tadi tumbuh menjadi sebuah tandan bunga dengan calon kuntum yang berderet di sepanjang tandan bunga. Setelah hari demi hari dilalui, calon kuntum semakin membesar dan….tiba tiba 1-2 buah calon kuntum menguning dan rontok….!!?? meskipun beberapa calon kuntum lainnya berhasil dewasa dan mekar sempurna, namun dalam hati ada rasa penasaran, mengapa hal tersebut terjadi….
Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan rontoknya calon kuntum bunga sebelum mekar. Berikut saya sari dari diskusi temen-temen di milis anggrek mengenai kerontokan bunga anggrek :
- Bunga pertama yang muncul dari tanaman anggrek hasil kultur jaringan pada umumnya mengalami kerontokan beberapa calon bunganya, selain itu terkadang panjang tandannya pun hanya pendek dan membawa sedikit kuntum. Hal ini karena tanaman baru pertama kali memasuki fase generatif dalam daur hidupnya, sehingga metabolisme hormon maupun akumulasi atp (energi) masih belum sempurna.
- Kurang cahaya dapat menyebabkan kerontokan. Saat cahaya terlalu rendah maka laju fotosintesis juga rendah, sehingga cadangan makanan yang diperoleh hanya sedikit. Saat tanaman dipacu pemupukan dengan formulasi untuk pembungaan, maka fisiologis tanaman dirangsang untuk masuk pada tahap dimana fase generatif lebih dominan. Akibatnya dengan cadangan makanan yang ada, si anggrek tetap ngotot untuk memunculkan bunga. Akhirnya, setelah tandan terbentuk, biasanya tandan bunga pendek, dan calon bunga banyak yang berguguran. Hal ini terjadi karena calon-calon kuntum bunga kurang mendapat suplai makanan dan energi. Calon bunga juga merupakan jaringan hidup yang memerlukan energi dan materi sel.
- Kekeringan akibat suhu tinggi juga salah satu penyebab kenapa calon kuntum bunga rontok. Why?? karena saat suhu tinggi maka penguapan air pun juga tinggi. Cadangan air (kelembaban) pada media yang minim akan cepat hilang karena penguapan. Penguapan tidak hanya terjadi pada media (evaporasi) tapi juga terjadi pada permukaan tanaman anggrek itu sendiri (transpirasi). Bila penguapan air berlangsung terus menerus, maka tanaman akan kehilangan banyak air didalam selnya. Organ yang pertama kali terkena efek buruk dari menurunnya kadar air dalam sel adalah jaringan muda (meristem) seperti calon kuntum bunga, sehingga sel-sel calon kuntum akan menyusut dan jaringan tampak berkerut dan akhirnya gugur.
- Perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu drastis yang mendadak dapat menyebabkan perubahan fisiologis secara mendadak seperti menurunnya aktifitas enzimatis dalam tubuh tanaman. Aktifitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. Turunnya aktifitas enzimatis ini akan menimbulkan efek “stress” pada tanaman anggrek sehingga berbagai gejala seperti daun menguning dan rontok, calon kuntum bunga rontok dll. Tingkat suhu optimal untuk aktifitas enzim sangat bervariasi tergantung spesies. Selain itu, bagi anggrek dataran tinggi dalam keadaan memiliki calon kuntum, kemudian mendadak dibawa ke dataran rendah, maka penguapan air dalam tubuh tanaman akan drastis meningkat, sehingga organ tanaman yang sensitif (calon kuntum, ujung akar dll) akan menyusut dan layu. Hati-hati buat anggrek yang punya calon kuntum dan dibawa perjalanan jauh dan lama menggunakan mobil ber-ac atau ruang yang panas dan pengap, dikhawatirkan saat keluar mobil, si tanaman akan “terkejut” oleh perubahan suhu yang mendadak.
- Konsentrasi pupuk daun yang terlalu pekat. Konsentrasi pupuk yang terlalu pekat selain berakibat buruk pada organ tanaman yang lain, calon kuntum bungapun juga sangat peka terhadap kerusakan. Apabila cairan pupuk daun yang terlalu pekat tersebut mengenai calon kuntum bunga maka, cairan pekat tersebut akan dengan mudah menembus dinding sel karena calon kuntum bunga merupakan jaringan muda yang dinding selnya masih tipis. Setelah menembus dindingsel maka cairan pekat akan menyebabkan osmosis yang tidak terkendali, sehingga cairan sel akan keluar dari dalam sel dan terjadilah plasmolisis. Membran sel akan berkerut dan rusak sehingga lambat laun sel akan mati. Dari tampak luar, akan terjadi pengeringan pada calon kuntum bunga kemudian rontok.
- Invasi oleh lalat (lalat X, masih dalam pencarian tim litbang web.anggrek.org) kemungkinan besar semacam imago serangga dewasa mirip lalat buah atau kupu yang meletakkan telurnya ke bagian kuntum sehingga larva akan memakan kuntum, atau si lalat X tadi menghisap cairan sel dari calon kuntum.
- Serangan kutu gajah. Kutu gajah memiliki kebiasaan “mencicip-cicip” jaringan jaringan muda untuk dia hisap cairan sel nya. Selain itu, kutu gajah dewasa juga melakukan ritual yang sama untuk menentukan posisi yang tepat untuk si buah hati tersayang. Setelah memperoleh posisi yang tepat dia akan mengebor bagian itu untuk meletakkan telurnya. Bagian kuntum bunga yang masih muda merupakan salah satu bagian favorit si kutu ini. Pas wawancara, kata dia sih rasanya “manis”.
- Serangan penyakit. Serangan penyakit umumnya merupakan pengaruh sekunder akibat faktor lingkungan yang mendukung. Misal, kelembaban yang terlalu tinggi, sirkulasi udara yang tidak lancar, celah celah pada calon kuntum yang basah (untuk waktu yang lama). Semua hal tadi akan membangkitkan gairah si penyakit untuk melakukan penetrasi ke jaringan muda dari calon kuntum bunga yang notabene merupakan jaringan muda yang masih “empuk” dan sensitif terhadap gangguan pada fisiologisnya.
- Pengaruh bahan-bahan zat kimia pengatur pertumbuhan seperti hormon dll. Penggunaan yang kurang tepat dapat menyebabkan ketidak seimbangan hormon endogen di dalam tubuh tanaman. Hal ini akan berlanjut pada gangguan pada metabolisme enzimatis pada tanaman, sehingga akan mempengaruhi pada pembelahan sel maupun pada metabolisme penyediaan energi bagi tanaman. Dapat juga menyebabkan peningkatan hormon etilen sehingga dimungkinkan menyebabkan kerontokan calon kuntum bunga.
Mungkin itu dulu yang bisa rio munculkan dalam artikel ini, kepada temen-temen pembaca yang punya pengalaman lain, sangat-sangat dinantikan komentarnya di kolom comment sehingga wawasan ilmu pengetahuan kita semakin lengkap. Terima kasih.

September 5th, 2006 at 22:51
mas Rio, apakah tangkai bunga yang keluar sekaligus 2 pada 1 batang anggrek berpengaruh pada kualitas pembungaan? apakah salah satu tangkai harus dipotong? soalnya saya waktu itu juga layu sebelum berkembang, tetapi yang kuntum2 terakhir ini bisa bertahan lumayan lama.
thx
September 6th, 2006 at 13:18
Sebenarnya kualitas pembungaan, mau muncul satu tangkai apa 10 tangkai sekaligus sangat dipengaruhi oleh kondisi tanaman. Tanaman yang sehat, kokoh, diameter batang besar, daunnya luas dan kokoh, akan dapat menimbun cadangan makanan yang besar juga sehingga saat di rangsang untuk berbunga, si tanaman bisa memberi makan kepada seluruh calon kuntum bunganya. Makanya tanaman jangan digenjot dengan pupuk perangsang bunga terus…karena kondisinya akan semakin merana karena tenaga dan cad.makanannya terkuras habis. Biasanya, saat muncul tankai bunga…silahkan disemprot pupuk pembungaan diseling dengan pupuk pertumbuhan (N tinggi) supaya setelah selesai berbunga si tanaman akan cepat pulih.
September 13th, 2006 at 12:12
saya mengalami hal seperti itu.sering sekali tanamn anggrek saya mengalami hal seperti itu.mohon di berikan solusinya.terimakasih
September 20th, 2006 at 14:12
Mas Rio, baru sebulan ini saya membeli dan mengurus anggrek dendrobium. Semula saya beli di pot tanah dan sesampai di rumah saya tambah media yaitu : dengan pot pelastik di bawahnya diberi sabut kelapa, arang, anggrek beserta pot tanah dan terakhir arang lagi.
Dan saya letakkan di tempat yang tidak terjangkau matahari karena tidak ada tempat yang ada mataharinya tapi cukup terang dan udara sejuk.
Anggrek Saya sekarang daunnya sudah pada berguguran dan menguning.
Bagaimana cara menyelamatkannya ? agar dapat tumbuh subur ?
September 20th, 2006 at 14:47
Setelah dilakukan penggantian pot dan media memang harus diteduhkan dahulu…kemungkinan justru dr medianya yang terlalu lembab apalagi dengan pot plastik yang kedap air sehingga aerasi dan drainase nya sangat minim. Suhu didalam pot cukup tinggi namun uap air terjebak didalam pot karena pot plastik kedap air…akibatnya perakaran dendrobium yg peka trhd kelembaban tinggi akan mudah rusak dan rawan terserang jamur. Coba diperiksa bagian perakaran. Jika terdapat infeksi, segera rendam dengan fungisida.
October 5th, 2006 at 21:20
saya baru ikutan menanam anggrek tapi kenapa kok selalu mati mulu ya……!!!!
saya jadi bingung gimana resepnya supaya anggrek jadi panjang umur , tlong kaseh solusi please……
October 14th, 2006 at 8:13
Mas Rio yang baek, dirumah saya punya anggrek dendrobium lumayan banyak untuk ukuran saya karena saya suka warna-warna bunganya, ada sebagian anggrek yang tunas subur tetapi ada sebagian lagi tumbuh terus muncul daun tetapi kemudian kuning dan daunnya mengering dan itu untuk menunggu tumbuh tunas lagi cukup lama. Apakah itu pengaruh cuaca di Solo sekarang lumayan panas, padahal sudah aku taruh ditempat yang tidak terkena cahaya matahari lansgung.
Thank’s….
October 17th, 2006 at 8:50
pupuk buat bunga kandungannya apa ya mas rio????
October 17th, 2006 at 13:44
Dear mbak agustien, daun menguning tersebut bisa saja hal yg lumrah akibat proses penuaan, akan tetapi jika tiba tiba daun-daun pada bulb dendro tersebut menguning dengan waktu yg singkat dan menjalar, maka ada kemungkinan terserang penyakit atau hama. Untuk lebih spesifik mengenai hama dan penyakit yg menyerang, mbak harus jelaskan ciri2 serangan secara detail. Untuk mas dharma, pupuk buat merangsang pembungaan adalah pupuk N:P:K dengan kombinasi unsur P yang lebih besar dibanding unsur N.
Thanks
November 16th, 2006 at 14:19
Mas rio,
saya tinggal di jakarta, apakah anggrek bulan hybrida itu cocok untuk daerah jakarta? karena yang saya pelihara selama ini tidak pernah mau berbunga, walaupun sudah saya beri pupuk untuk bunga seminggu sekali, malah daunnya saja yang subur seperti bunga kol. Apakah ada hormon untuk merangsang pembungaan? anggrek saya tempatkan pada posisi kira-kira 30 %- 50% kena cahaya matahari. Terima kasih.
November 16th, 2006 at 23:48
Anggrek bulan hybrid terkenal memiliki adaptasi luas, namun tetep perlu cermat karena tidak semua bulan hybrid cocok dgn dataran rendah. Kalo mau beli, cermati bener2 nurserinya..apakah anggrek tersebut memang berbunga akibat budidaya di tempat nurseri tersebut…atau cuma barang kiriman yang memang sudah punya calon bunga.
Coba kurangi aplikasi pupuk daun, dan ganti dengan pupuk dengan komposisi unsur P paling tinggi…lalu sering2 dikasih sinar pagi dari jam 7-10. Hormon pembungaan namanya paclobutrazole (tapi mahal banget je).
Semoga berhasil
January 3rd, 2007 at 14:53
tolong sarannya dong biar vanda tricolor saya bisa berbunga.bosan sudah nunggu bertahun2 kok tidak berbunga cuma numbuh subur aja.thank ya sebelumnya…….
January 3rd, 2007 at 14:56
apa bener ya kata teman saya kalau bunga masih kuntum jangan dipegang nanti rontok bunganya…….dan tidak mau mekar lagi……
January 4th, 2007 at 14:45
sebaiknya memang jangan..karena garam2 mineral pada keringat jari kita sedikit banyak bisa mengganggu perkembangan kuntum bunga yg masih muda, khususnya bagi jenis2 anggrek2 yang sensitif. Tapi aku pernah megang2 calon bunga dengan tangan bersih, asal nggak terlalu kuat en nggak di terlalu dpaksa ..akhirnya bisa mekar sempurna juga tuh. Tapi mending jangan ding!!
January 15th, 2007 at 9:36
bagaimana cara menanggulangi
1. anggrek yang daunnya tiba2 menguning, lama2 gugur.
2. anggrek yang daunnya terdapat totol2 hitam (sperti spot) hita2 kecil
dan dari kedua masalah tersebut…diakibatkan oleh apa???
tks atas masukannya.
January 29th, 2007 at 7:48
Saya mau tanya, gimana caranya untuk membuat anggrek cepat berbunga. Saya punya anggrek tapi jarang sekali berbunga. walaupun sudah saya beri pupuk. Pupuk yang saya berikan berupa HYPONEX. Apa pupuk tsb cocok?? Kemudian sebenarnya ciri2 anggrek itu bisa/mau berbunga apa saja? Trus sebnya. media yang paling bagus itu anggrek itu apa (dari; sabut kelapa, arang, pakis) atau ada alternatif media lain. Nanya lagi; saya pernah mencoba menanam anggrek dari kultur anggrek botol. Setelah cukup umur saya tanam di media pakis yang saya potong kecil2 ko jadinya malah mati semua ya??? itu karena medianya ga cocok atau ada masalah lain??? terima kasih sebelum dan sesudahnya,mohon di jawab!
February 13th, 2007 at 14:32
Menurut saya, pupuk daun itu tidak bisa untuk menginisiasi pembungaan tetapi untuk mendukung pertumbuhan bunga. Untuk mempercepat pembungaan bisa pakai Zat Penghambat Tumbuh (Retardant). Dari penelitian kakak kelas saya kemarin yang memakai pupuk daun saja memerlukan waktu yang lama agar anggrek itu mau berbunga, dari 90 pot yang berbunga sekitar 40an. Sekarang ini saya mencoba memakai Retardant jenis B-9 pada penelitian saya, memang harganya mahal tapi hasilnya tanaman anggrek saya cepat berbunga dalam waktu 1 bulan ada sekitar 40 pot. Saat ini saya masih mengujikan pada anggrek Dendrobium kalo penelitian ini berhasil mungkin bisa diaplikasikan pada jenis anggrek yang lain. Penelitian saya ini untuk mencari konsentrasi yang tepat untuk mempercepat pembungaan anggrek.
Memang anggrek botol sangat rentan jika dipindahkan ke pot. Karena kalo di botol, nutrisi sudah tersedia, sedangkan di luar dia harus beradaptasi dengan lingkungan dan mencari mkanannya sendiri. Sebelum ditanam, rendam dulu anggrek yang telah dikeluarkan dari dalam botol ke dalam larutan fungisida. Jaga kelembaban dan sebaiknya ditaruh di tempat yang ternaungi dulu. Pupuk dengan pupuk daun berkadar N tinggi, kalo makai Hyponex yang warna hijau. Klo untuk pertumbuhan bunga yang berwarna biru.
April 4th, 2007 at 15:40
saya mempunyai beberapa jenis angrek yang saya taruh di bawah pohon dan pergola dengan tanaman rambat yang melindunginya. Untuk dedronium tampaknya kurang tepat tetapi kalau saya taruh di tempat yang lebih terbuka apakah akan berbunga? Saya ingin memelihara sendiri dan membungakan sendiri. Saya juga mencoba penyerbukan dan berhasil tetapi saya tidak tahu bagaimana membuat konsentrat kimia sebagai media tumbuh. Di mana saya bisa mendapatkannya? apakah ada yang siap pakai? karena saya ingin membudidayakan dan melakukan penyilangan berbagai macam agrek yang saya miliki. Terima kasih sebelumnya
April 5th, 2007 at 14:43
Sudah lama saya sangat tertarik dengan anggrek tp berkali-kali saya mencoba, berkali-kali juga saya gagal. Yang mau saya tanyaka:
1. Bagaimana perawatan untuk anggrek yg jenis biasa saja (dendrobium???/anggrek bulan) supaya sering berbunga
2. Bagaimana schedule pemupukannya dan pakai pupuk apa
3. Berapa kali sehari disiram
4. Tempat yang paling ok, diletakkan dimana??
5. Ada milis untuk pencinta anggrek nggak???
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk jawabannya
April 9th, 2007 at 19:48
om rio, saya punya anggrek bulan yang daunnya bercorak seperti seragam militer, tanamannya subur dan sehat, cuma herannya kok setiap kali muncul batang, pada anggrek bulan jenis lainnya selalu jadi bunga, tetapi untuk yg ini kok malah jadi tanaman baru lagi ya ? udah 2 yg sempat saya pisah, jadi ini tangkai yg ketiga.
apakah ada yg salah dalam perawatan maupun pemupukannya ?
saat ini tanaman tsb saya taruh pada pot tanah dengan media campuran arang dan pakis cincang.
posisi ada pada tempat teduh dengan sirkulasi udara bagus, selalu terkena sinar matahari pagi sampai jam 10.00 wib
pupuk yg saya pakai adalah dekastar dan semprot vitabloom 2x dalam seminggu.
thx atas pencerahannya.
April 9th, 2007 at 22:32
AAAAAAA!!!! ~_~!!! pusyiiiiiing…mau njawab satu-satu tapi ko’ pertanyaannya buanyak nya nggak umum ya.
Untuk Upik…sepertinya perlu disertai gambar lengkap deh..langsung aja send ke email ku ya…tapi kok mirip dgn serangan tungau atau malah bercak cercospora.
Untuk tya,membungakan anggrek..apalagi species tidak hanya focus oleh pupuk saja..tp lbih utama ke lingkungannya. tiap jnis anggrek punya kecocokan media sendiri2 dan tergantung juga klimat dimana dia ditumbuhkan…misalnya nih kalo daerah t4 tinggalnya “hot” berarti dibanyakin sabutnya biar kelembaban nya tinggi…info lengkap gabung di milis anggrek…dsana info seperti ini ada lengkap..kap.
Untuk Agus, silahkan lihat2 halaman web ini khususnya ttg bab budidaya.
Untuk Dewi..segala jawaban anda sudah ada di “perpustakaan” milis..silahkan gabung ke milis. Langsung gabung ke kolom afiliasi, anggrek:yahoogroups…caranya liat di hal web ini ttg milis anggrek.
Untuk pro, anggrek anda kemungkinan besar adalah Phalaenopsis schilleriana yg habitatnya di daerah dingin. Kalo ditumbuhkan di dataran rendah yang panas..dia tidak akan menghasilkan bunga melainkan tangkai yg digunakan untuk menumbuhkan anakan/keiki. Treatment kimia seperti pupuk, sepertinya tidak banyak membantu deh…selain hanya menambah kesuburan tanaman tsb.
salam buat semua ya….maap kalo jawabanku kurang memuaskan
^_^!!!
May 5th, 2007 at 0:48
Mas Rio, Anggrek Bulan saya (Phal. Amabilis) tumbuhnya sehat, daunnya besar-besar dan segar, akarnya pun sehat menempel di pohon dan banyak, tapi pada saat berbunga kuntum bunganya ketika tumbuh membesar tiba-tiba mengering dan rontok, atau kadang-kadang bila menjadi bunga bentuknya nggak sempurna (kriting dan kelopaknya agak kering berwarna kecoklat-coklatan).
Anggrek tsb saya tanam di batang pohon belimbing wuluh, dengan demikian penyinaran tidak terlalu banyak.
Pemupukan rutin dilakukan seminggu sekali dengan pupuk yang memiliki kandungan N lebih banyak dari P dan K.
Oh yaa saya tinggal di Bandung looh…Jadi cocok kan buan anggrek bulan ??
Lalu apa sih penyebab keronyokan bunga anggrek yang saya miliki ???
May 7th, 2007 at 18:12
Halo matjali…kalau bunganya sudah mekar sempurna selama 3-4 minggu, berarti proses mengering dan rontoknya bunga amabilis tsb adalah wajar sebagai proses penuaan. Kalau rontoknya terlalu cepat..kmungkinan tanaman tsb kekurangan unsur p, k, dan ca…coba dipupuk dgn growmore orange yg kandungan ca nya tinggi. Bandung cocok bngt u anggrek bulan.
May 11th, 2007 at 22:51
Mas Rio, kalo phale dari botol dibesarkan didataran rendah dan terbiasa dengan hawa sedkit panas, apa ia akan berbunga juga ditempat tersebut(katanya phale suka tempat sejuk) buktinya phale aq tetep hidup sehat ketingian (87 m dpl) ; punyaku dari botol P. Aucklan….X…(lupa), oh iya aq baru saja dapat bulbophilum, ia cenderung suka sejuk atau agak panas ya? terimakasih jawabannya.
May 13th, 2007 at 19:58
Phalae yg sejak kcil telah diadaptasikan, dia akan lebih mudah berbunga pd kondisi tsb. Bulbo suka yg sejuk, cukup lembab, aerasi lancar dan ternaungi sekitar dgn intensitas 50 %. ^_^
June 5th, 2007 at 14:13
saya mau tanya bagaimana caranya agar bunga anggrek tidak dihinggapi oleh lalat, dan medianya tidak dikerubungi semut?
bagaimana caranyaagar daun itu terhindar dari penyakit, seperti ada bercak hitam di daun
August 23rd, 2007 at 11:07
Kak Rio, anggrek yang saya pelihara pertumbuhan daunnya jadi luar biasa, daun panjang-panjang dan rapat (Jarak antar daun pendek). penampakannya jadi tidak indah. Warna daun juga jadi lebih tua. Apa masih bisa diperbaiki? Bagaimana? makasih banyak ya kak Rio…
August 23rd, 2007 at 13:06
Halo anita n kirana!!!
Anita…biar tidak dihinggapi lalat memang susah…soalnya si lalat suka hinggap pada kuntum bunga dan suka berdiam diri sampe “buang kotoran” sgala, sehingga sering meninggalkan bintik2 hitam kecoklatan yang merusak keindahan bunga. Caranya ya alihkan perhatian ke sesuatau yg lebih disukainya..misal kertas perekat lalat. Untuk semut, bisa anda pakai kapur semut, atau pakai cara pengalihan dengan memasang cawan berisi air gula…semut2 akan mengerubung disitu dan banyak pula yg berenang sampai tenggelam…wuih..rada kejem ya. Untuk bercak hitam di daun krn penyakit jamur bisa pake fungisida.
Untuk Kirana, anggrek anda menunjukkan tanda2 kalau dia kurang cahaya, alias tempatnya terlalu teduh, sehingga daun-daunnya pun nampak agak lemas dan tebal. Caranya…secara bertahap pindahkan ke tempat dengan intensitas cahaya yang lebih terang…lalu jangan terlalu sering dipupuk daun dengan N tinggi. Nanti… daun2 baru yg tumbuh akan nampak lebih tertata dan kokoh…dan juga lebih mudah berbunga.
salam
rio
December 29th, 2007 at 9:45
[...] Kenapa Kuntum Bunga Anggrek Rontok? [...]
March 29th, 2008 at 21:33
mas rio saya ada buah angrek,yang menurut saya bagus.bisa gak ngebantu saya menyemaikannya.alamatnya & brp kira2 biayanya?
makasih
May 5th, 2008 at 9:48
Mas Ryo,
saya mau tanya alamat nya mas ryo, untuk melihat koleksi bunga anggrek nya secara langsung, Bisa bantu ga, soal nya saya lagi belajar untuk mengembangbiakan anggrek dari anakan sampai besar, tolong di kasih tau ya mas alamat nya ke emai saya, saya tunggu kabar baik nya,
Terimakasih,
Deasy
May 6th, 2008 at 16:31
saya mau tanya, saya mempunyai beberapa anggrek bulan, kebetulan sekarang pada mulai tumbuh kelopak bunga, tapi salah satunya tangkai kelopaknya layu dan berwarna kuning, yang pada akhirnya rontok. Kira2 penyebabnya apa ya? Apa kira2 dari intensitas penyiraman? Dulu sewaktu muncul batang kelopak bunga saya siram setiap malam hari. Tapi kalau dari penyiraman kenapa anggrek lain tidak?
satu lagi pertanyaan saya, apabila kelopak sudah menjadi bunga semua dan akhirnya rontok, untuk berbunga lagi apa harus dipotong batangnya atau dibiarkan saja? terima kasih
May 6th, 2008 at 20:48
dear mbak deasy
saya skarang udh ndak di Jogja lg mbak… Mungkin mbak bisa maen ke kelompok tani anggrek merapi di jalan kaliurang km 16, 20 m utara mirota batik, disana orang2nya baek2 dan enak untuk konsultasi.
Mas agus, sepertinya kuntum bunga anda rontok krn terlalu banyak air yg mengenai sela-sela kuntum bunga tsb shg menyebabkan busuk atau mengganggu aktifitas fisiologis bunganya. Sebaiknya kalo muncul tandan bunga, jgn sampai trkena air, yg disiram bagian daun n akarnya aja. Untuk tandan bunga tidak dipotong tidak apa2, krn untuk phalaenopsis, bekas tandan bunga bisa memunculkan calon tandan baru.
salam
rio
May 7th, 2008 at 8:54
Dear mas Rio,
Terimakasih untuk informasi nya, sebelumnya saya jg mau ucap kalau saya bukan di Jogja tetapi saya ada di Depok
Dirumah saya ada anggrek jenis Dendrobium, malah lebih banyak jenis Dendro (karena gada jenis yang lain :D), saya beli dalam kondisi batang yang besar dan kokoh serta daun2 nya besar dan lebar, di satu batang ada 3 tangkai bunga, tingginya hampir sepinggang saya (tinggi bgt ya)…
yang mau saya tanya, perawatan anggreknya supaya tetap hidup sprt apa? dan masa umur anggrak itu berapa lama, saya pakai pupuk nya jenis Gandasil D dan B, kalau untuk pemakaian pupuk itu sendiri bagaimana, dalam berapa hari sekali saya pakai pupuk nya…
Makasih ya mas untuk jawaban nya,
Salam
Deasy
May 7th, 2008 at 9:33
Maaf mas,
Kalau untuk di daerah jakarta selatan atau depok dimana saya bisa mengunjungi perkembangbiakan anggrek, sampai saya bisa belajar lebih banyak lagi tentang anggrek… Syukur2 kalau saya bisa bekerja di perkebunan anggrek
(bantu2 untuk merawat nya)
Mas Rio, makasih banyak ya.
May 20th, 2008 at 15:31
rekan-rekan sesama bidang tanaman, ada yang bisa beri tahu saya tidak mengenai komposisi pupuk daun hyponex 20:20:20, soalnya yang ada di boksnya hanya komposisi hara makronya saja, sedang hara mikronya tidak disebutkan kadarnya. saya memrelukannya untuk analisis unsur hara pada penelitian saya, mohon bantuannya. jawaban ke : si_achmad@yahoo.co.id.
trima kasih.
October 3rd, 2008 at 5:00
tolong alamat alamatnya dong…mas..