Kutu Gajah si Bikin Onar

kutuna guajah
Gambar oleh Andi Wijaya 07

Hama yang satu ini dikenal luas dengan sebutan kutu gajah. Padahal dia punya nama beken yaitu Orchidophilus atterimus. Hama ini punya selera yang cukup luas terhadap keluarga Orchidaceae seperti Dendrobium, Vanda, Phalaenopsis, Renanthera, Angraecum, Saccolobium, Cymbidium, Spathoglottis dll. Hama ini berbentuk menyerupai kutu beras, namun ukurannya cukup besar dengan panjang tubuh mencapai 1 cm. Kutu ini memiliki moncong yang panjang dan melengkung layaknya belalai gajah, itulah kenapa dia sering disebut sebagai kutu gajah.

Hama ini menyerang jaringan baik pada daun, batang semu (bulb), dan akar muda. Hama betina dewasa seringkali membuat lubang pada batang anggrek untuk meletakkan telurnya. Saat telur menetas maka lahirlah larva yang akan menggerogoti batang anggrek dari dalam. Pada saat itu, tanaman anggrek akan berhenti tumbuh, daun nampak pucat kekuningan dan diikuti dengan kerontokan daun apabila serangan bertambah parah. Hal ini karena larva didalam batang anggrek telah memutus jaringan pengangkut batang, sehingga air, unsur hara dan cadangan makanan tidak dapat tersalurkan kebagian tanaman lainnya.

Kutu gajah dapat meletakkan telurnya didalam batang semu, di daun, dan di ketiak daun anggrek. Pada percobaan skala laboratorium, telur kutu gajah akan menetas dalam 11 hari. Kemudian masuk pada fase larva selama kurang lebih 4 bulan dan dilanjutkan fase kepompong yang membutuhkan waktu sekitar 16 hari. Setelah menjadi hama dewasa, kutu ini mampu hidup antara 9 hingga 12 bulan lamanya. Hama dewasa biasanya aktif pada saat pergantian musim kemarau ke musim hujan.

Untuk mengendalikan hama ini dapat digunakan cara mekanis yaitu memunguti hama ini secara manual dengan tangan kemudian membunuhnya, atau secara kimiawi dengan insektisida sistemik apabila terdapat gejala serangan dari dalam. Untuk langkah preventif dapat menggunakan insektisida kontak berbahan aktif organophosphat atau pyrethroid maupun menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Peringatan dari saya yaitu gunakanlah insectisida pada dosis anjuran serta diselang seling dengan bahan aktif yang berbeda agar mengurangi resiko resistensi hama serta meminimalkan pencemaran lingkungan berlebih.

3 thoughts on “Kutu Gajah si Bikin Onar

  1. Emang kok yang namanya kutu gajah tuh bikin hati kesel, pestisida apa yang cocok untuk membasmi kutu gajah ini ya, karna koleksi saya punah gara2 kutu gajah.

  2. Pingback: link

  3. Ya emang luar bisa hama ini, secara mekanis agak susah dilakukan karena baru lihat manusia seolah tahu kita kan dadang, maka cepat sekli begerah ke pangkal daun. Wah lumayan berat kerugian yang ditimbulkan, P. Javanicum tinggal 3 pot habis pangkalnya dimakan larva si kutu gajah ini. Kalo Cymbi saya daunya bercak hitam akibat cucukan imago kutu ini, awalnya penasaran apa sih penyebab matinya anggrek, baru tak bongkar ada larva dan pupa di dalemnya ternyata si kutu gajah ini. Wah serius emang kalo udah banyak, selain mekanis n insektisda ada ngak mas tip jitu mengatasinya? Tq lo

Leave a Reply