<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Wisata Ekologis Interaktif sebagai Alternatif Konservasi Anggrek Berbasis Pariwisata</title>
	<atom:link href="http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html</link>
	<description>Situs Forum Pecinta Anggrek Indonesia  (anggrek@yahoogroups.com)</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:53:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: black</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1811</link>
		<dc:creator>black</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 15:36:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1811</guid>
		<description>1000% saya dukung mas rio. info : ketika saya kerja di kebun anggrek, ownernya pernah mendatang kan 2 kali pengiriman barang (anggrek species) sebanyak 2 truk engkel. kalo gak salah jenisnya : rhinconstylis sianggrek ekor tupai, d.secundum anggrek sikat gigi dan bandar kitchi dll 
       Ketika itu saya berpikiran : nyolong dari mana ni orang, kebetulan yang bawa (jual) adalah orang Non pri.wah gak bener ni , eksploitasi yang berlebihan. anggrek species tsbt kemudian di pakis i dan dijual. intinya bukan hasil budidaya mereka yang dijual tetapi harta kekayaan hutan nusantara dicolong dan dijual. kalau satu kebun anggrek "berduit" melakukan hal spt ini, ada 20 kbn aja habis anggrek 1 hutan. bayangkan 2 truk : sekitar 1000 pakis. rasanya ingin mengembalikan mereka ketempat semula, tapi apa daya saya cuma tukang siram dikebun tsbt. mohon saran : kalau saya menemui hal spt itu, tindakan apa yang harus saya ambil, lapor polisikah ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1000% saya dukung mas rio. info : ketika saya kerja di kebun anggrek, ownernya pernah mendatang kan 2 kali pengiriman barang (anggrek species) sebanyak 2 truk engkel. kalo gak salah jenisnya : rhinconstylis sianggrek ekor tupai, d.secundum anggrek sikat gigi dan bandar kitchi dll<br />
       Ketika itu saya berpikiran : nyolong dari mana ni orang, kebetulan yang bawa (jual) adalah orang Non pri.wah gak bener ni , eksploitasi yang berlebihan. anggrek species tsbt kemudian di pakis i dan dijual. intinya bukan hasil budidaya mereka yang dijual tetapi harta kekayaan hutan nusantara dicolong dan dijual. kalau satu kebun anggrek &#8220;berduit&#8221; melakukan hal spt ini, ada 20 kbn aja habis anggrek 1 hutan. bayangkan 2 truk : sekitar 1000 pakis. rasanya ingin mengembalikan mereka ketempat semula, tapi apa daya saya cuma tukang siram dikebun tsbt. mohon saran : kalau saya menemui hal spt itu, tindakan apa yang harus saya ambil, lapor polisikah ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Destario Metusala</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1122</link>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 13:20:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1122</guid>
		<description>Salam kenal juga mas fendi ^_^!!
Syukurlah jika akhirnya kita-kita yang peduli dengan anggrek spesies Indonesia bisa saling bersilaturahmi lwat web atau milis ini. Kita semua udah brusaha mulai ubah image tersebut kok...dampaknya...pembicaraan di milis anggrek yang setiap minggu nya mencapai 200an lebih email, lebih memilih anggrek spesies Indonesia sebagai obyek pembicaraan ketimbang hybrid dari luar. Kita semualah yang bisa mengubah paradigma tersebut...namun jangan lupa pula untuk trus menggenjot peranggrekan dalam negeri supaya nggak kalah dengan yg luar negeri...misal dengan meniptakan varian baru species Indonesia dengan mutasi atau seleksi keturunan. Padahal banyak orang luar yang acungi jempol hybrid2 Indonesia lho...tapi karena kalah saing dengan kapasitas produksi akhirnya kalah juga di pasaran deh.
Salam-rio</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga mas fendi ^_^!!<br />
Syukurlah jika akhirnya kita-kita yang peduli dengan anggrek spesies Indonesia bisa saling bersilaturahmi lwat web atau milis ini. Kita semua udah brusaha mulai ubah image tersebut kok&#8230;dampaknya&#8230;pembicaraan di milis anggrek yang setiap minggu nya mencapai 200an lebih email, lebih memilih anggrek spesies Indonesia sebagai obyek pembicaraan ketimbang hybrid dari luar. Kita semualah yang bisa mengubah paradigma tersebut&#8230;namun jangan lupa pula untuk trus menggenjot peranggrekan dalam negeri supaya nggak kalah dengan yg luar negeri&#8230;misal dengan meniptakan varian baru species Indonesia dengan mutasi atau seleksi keturunan. Padahal banyak orang luar yang acungi jempol hybrid2 Indonesia lho&#8230;tapi karena kalah saing dengan kapasitas produksi akhirnya kalah juga di pasaran deh.<br />
Salam-rio</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fendi</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1121</link>
		<dc:creator>fendi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 07:13:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1121</guid>
		<description>lam kenal mas rio,awalnya saya kira saya sendiri..tetapi ternyata ada yang berpikiran sama seperti saya(walau nggak banyak). sedikit curhat,pada awalnya saya tertarik pada palem dan bukan anggrek.ada seorang temen yang suka anggrek terutama spesies.dia koleksi dari V.tricolor,limbata,amabylis(mohon koreksi bila salah), dan dari situlah saya suka anggrek. dan saya ada usul (karena berkali2 saya usul di contact nya majalah pertanian t****s dan nggak ada respon sama sekali)gimana kalo kita kerja sama (lewat forum aja dulu) untuk membangun image bahwa anggrek kita jauh lebih baik daripada anggrek yang diintroduksi luar negeri(thaikkkland,taiwan n sorry klo denger nama pertama kuping saya langsung merah karena mereka "maling nation")karena berkali2 saya pergi ke pameran dan kagetnya saya adalah bahwa kuatnya image bahwa produk anggrek dalam negeri kita kalah kualitas dari anggrek luar.memang kita akui bahwa sumberdaya manusia kita lemah tetapi hal tersebut bukan suatu alasan untuk merendahkan anggrek kita sendiri karena bisa apa negara2 tersebut tanpa anggrek spesies kita?dan para pengaggrek kita sendiri pun (beberapa) malah dengan bangganya memamerkan bahwa koleksi mereka adalah varietas baru hasil silangan thailand(dalam hati saya memaki dengan keras"ja***k).oleh karena itu saya mohon dengan sangat bantuan dari rekan2 milis untuk mengubah paradigma tersebut.cacian dan makian saya terima dengan kuping dan hati dingin thanks b4.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lam kenal mas rio,awalnya saya kira saya sendiri..tetapi ternyata ada yang berpikiran sama seperti saya(walau nggak banyak). sedikit curhat,pada awalnya saya tertarik pada palem dan bukan anggrek.ada seorang temen yang suka anggrek terutama spesies.dia koleksi dari V.tricolor,limbata,amabylis(mohon koreksi bila salah), dan dari situlah saya suka anggrek. dan saya ada usul (karena berkali2 saya usul di contact nya majalah pertanian t****s dan nggak ada respon sama sekali)gimana kalo kita kerja sama (lewat forum aja dulu) untuk membangun image bahwa anggrek kita jauh lebih baik daripada anggrek yang diintroduksi luar negeri(thaikkkland,taiwan n sorry klo denger nama pertama kuping saya langsung merah karena mereka &#8220;maling nation&#8221;)karena berkali2 saya pergi ke pameran dan kagetnya saya adalah bahwa kuatnya image bahwa produk anggrek dalam negeri kita kalah kualitas dari anggrek luar.memang kita akui bahwa sumberdaya manusia kita lemah tetapi hal tersebut bukan suatu alasan untuk merendahkan anggrek kita sendiri karena bisa apa negara2 tersebut tanpa anggrek spesies kita?dan para pengaggrek kita sendiri pun (beberapa) malah dengan bangganya memamerkan bahwa koleksi mereka adalah varietas baru hasil silangan thailand(dalam hati saya memaki dengan keras&#8221;ja***k).oleh karena itu saya mohon dengan sangat bantuan dari rekan2 milis untuk mengubah paradigma tersebut.cacian dan makian saya terima dengan kuping dan hati dingin thanks b4.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Isa Purwanti</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1103</link>
		<dc:creator>Isa Purwanti</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 08:34:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1103</guid>
		<description>Tq juga mas rio atas infonya, iya neh stress jg kr musim hujan gini banyak bekicot kecil2 pd gerilya malam hari, tp dah bisa diatasi kok. Bukan hanya situsnya yg dipublikasikan ke teman2 tp hobby nanam anggrek jg udah menular ke teman-teman. Sekarang dah pd rajin tuh jauh2 dari wonosari ngunjungi pameran ke mcdi, kedaung, dsb....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tq juga mas rio atas infonya, iya neh stress jg kr musim hujan gini banyak bekicot kecil2 pd gerilya malam hari, tp dah bisa diatasi kok. Bukan hanya situsnya yg dipublikasikan ke teman2 tp hobby nanam anggrek jg udah menular ke teman-teman. Sekarang dah pd rajin tuh jauh2 dari wonosari ngunjungi pameran ke mcdi, kedaung, dsb&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Destario Metusala</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1100</link>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 19:45:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1100</guid>
		<description>Salam knal mbak Isa...
Sering sih aku denger kalo banyak orang cari anggrek di kawasan tsb...cuman akunya yg jarang lwt situ sore2. Untuk masalah insectisida sebaiknya nunggu kalo ada gejala serangan aja mbak...biar lebih efisien dan efektif. Thanks juga ya...skalian minta tolong publikasikan web ini ke temen2 ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam knal mbak Isa&#8230;<br />
Sering sih aku denger kalo banyak orang cari anggrek di kawasan tsb&#8230;cuman akunya yg jarang lwt situ sore2. Untuk masalah insectisida sebaiknya nunggu kalo ada gejala serangan aja mbak&#8230;biar lebih efisien dan efektif. Thanks juga ya&#8230;skalian minta tolong publikasikan web ini ke temen2 ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Isa Purwanti</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1096</link>
		<dc:creator>Isa Purwanti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 08:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1096</guid>
		<description>Sip mas rio, saya jg mulai merintis menanam anggrek, biar anak cucu besok masih bisa melihat tanaman anggrek dan gak hanya dengar ceritanya aja. Tapi kalau sore hari lewat rest area bunder gunungkidul kok sering lihat banyak orang rame2 nyenggeti tanaman anggrek..katanya seh untuk dijual.

Mas rio, kalau anggrek apa jg harus disemprot insektisida secara berkala meski gak kena penyakit? tq infonya..maklum masih pemula. situs anggrek ini setia saya kunjungi lho...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sip mas rio, saya jg mulai merintis menanam anggrek, biar anak cucu besok masih bisa melihat tanaman anggrek dan gak hanya dengar ceritanya aja. Tapi kalau sore hari lewat rest area bunder gunungkidul kok sering lihat banyak orang rame2 nyenggeti tanaman anggrek..katanya seh untuk dijual.</p>
<p>Mas rio, kalau anggrek apa jg harus disemprot insektisida secara berkala meski gak kena penyakit? tq infonya..maklum masih pemula. situs anggrek ini setia saya kunjungi lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gunawan Saputra</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-1089</link>
		<dc:creator>Gunawan Saputra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 08:56:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-1089</guid>
		<description>Lelah sekali apabila kita memikirkan pelestarian species dari kelangkaan dan kepunahan. Banyak yang baru sadar dengan perlunya konservasi alam, setelah banyak bencana yang diakibatkan ulah manusia. Keseimbangan alam terganggu, membuat kita prihatin. Niat konservasi memang sangat baik, idealnya harus melibatkan semua unsur di masyarakat, tetapi kondisi sekarang sangat tidak mendukung lestarinya species in-situ, karena logging dan pembukaan lahan pertanian baru serta pemburuan anggrek secara membabi buta. Upaya pemerintah dengan membuat habitat ex-situ (pada botanical garden) juga kurang maksimal, karena tidak menghasilkan output F1 atau F2 untuk disebarkan kepada masyarakat. Jadinya harga suatu "kelangkaan" tetap saja tinggi mengikuti prinsip ekonomi.
Idealnya ada upaya untuk membuat species hasil budidaya dengan harga yang murah. Tentunya outputnya harus mengimbangi permintaan pasar, saya yakin perubahan segera terjadi. Supply banyak, harga murah, pengambilan di alam berkurang. Tinggal habitat species harus dilindungi secara serius dan disiplin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lelah sekali apabila kita memikirkan pelestarian species dari kelangkaan dan kepunahan. Banyak yang baru sadar dengan perlunya konservasi alam, setelah banyak bencana yang diakibatkan ulah manusia. Keseimbangan alam terganggu, membuat kita prihatin. Niat konservasi memang sangat baik, idealnya harus melibatkan semua unsur di masyarakat, tetapi kondisi sekarang sangat tidak mendukung lestarinya species in-situ, karena logging dan pembukaan lahan pertanian baru serta pemburuan anggrek secara membabi buta. Upaya pemerintah dengan membuat habitat ex-situ (pada botanical garden) juga kurang maksimal, karena tidak menghasilkan output F1 atau F2 untuk disebarkan kepada masyarakat. Jadinya harga suatu &#8220;kelangkaan&#8221; tetap saja tinggi mengikuti prinsip ekonomi.<br />
Idealnya ada upaya untuk membuat species hasil budidaya dengan harga yang murah. Tentunya outputnya harus mengimbangi permintaan pasar, saya yakin perubahan segera terjadi. Supply banyak, harga murah, pengambilan di alam berkurang. Tinggal habitat species harus dilindungi secara serius dan disiplin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Destario Metusala</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-989</link>
		<dc:creator>Destario Metusala</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2007 10:45:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-989</guid>
		<description>Salam buat mas melvin, mas zenzi dan mas amaru....matur nuwun buat segala masukannya. Mas melvin, Ini masih menunggu moment yang pas buat minta tolong para member milis...kalo yang "disini" udah cukup siap barulah nanti aku bisa enak buat minta tolong ke temen2 semua. Wah, salut juga buat mas zenzi atas upayanya di habitat alami si anggrek, boleh dong kita sharing tentang upaya konservasi yg sudah dilakukan...saya tertarik banget loh...pasti banyak info2 menarik yg bisa menginspirasi saya. Buat mas Amaru...saya sependapat dengan anda...krn saat ini hanya inilah yg baru bisa saya sumbangkan...semoga dilain kesempatan, saya dapat berperan lebih...doakan ya. Oh iya, kalo temen2 punya ide2 tentang ide2 kreatif dalam mendukung konservasi, boleh tuh di share, ntar bisa jadi bahan diskusi en wacana alternatif di dunia konsevasi anggrek.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam buat mas melvin, mas zenzi dan mas amaru&#8230;.matur nuwun buat segala masukannya. Mas melvin, Ini masih menunggu moment yang pas buat minta tolong para member milis&#8230;kalo yang &#8220;disini&#8221; udah cukup siap barulah nanti aku bisa enak buat minta tolong ke temen2 semua. Wah, salut juga buat mas zenzi atas upayanya di habitat alami si anggrek, boleh dong kita sharing tentang upaya konservasi yg sudah dilakukan&#8230;saya tertarik banget loh&#8230;pasti banyak info2 menarik yg bisa menginspirasi saya. Buat mas Amaru&#8230;saya sependapat dengan anda&#8230;krn saat ini hanya inilah yg baru bisa saya sumbangkan&#8230;semoga dilain kesempatan, saya dapat berperan lebih&#8230;doakan ya. Oh iya, kalo temen2 punya ide2 tentang ide2 kreatif dalam mendukung konservasi, boleh tuh di share, ntar bisa jadi bahan diskusi en wacana alternatif di dunia konsevasi anggrek.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amaru</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-968</link>
		<dc:creator>amaru</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 05:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-968</guid>
		<description>bagus sekali, semuanya bermula dari keinginan kita,klo belum mampu buat seperti itu, dgn menuliskan ide2 merupakan sumbangan yang baik sekali. Siapa tau ada orang yg memiliki kemampuan untuk melaksanakan niat baik tersebut.

kita tidak lebih bodoh dari org luar, tapi kita pun tidak lebih pintar. mungkin mereka hanya lebih dulu saja terbuka pemikirannya dibanding bangsa kita. Semua butuh proses. ketika sesuatu telah menjadi masalah maka akan terbuka pemikiran kita. Dengan kebobrokan diseluruh bidang yg ada di negara kita, semua kemajuan bangsa kita akan terhambat, maka mulailah berubah dari sekarang jgn sampe masalah-masalah tersebut menjadi sangat parah.

salam juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus sekali, semuanya bermula dari keinginan kita,klo belum mampu buat seperti itu, dgn menuliskan ide2 merupakan sumbangan yang baik sekali. Siapa tau ada orang yg memiliki kemampuan untuk melaksanakan niat baik tersebut.</p>
<p>kita tidak lebih bodoh dari org luar, tapi kita pun tidak lebih pintar. mungkin mereka hanya lebih dulu saja terbuka pemikirannya dibanding bangsa kita. Semua butuh proses. ketika sesuatu telah menjadi masalah maka akan terbuka pemikiran kita. Dengan kebobrokan diseluruh bidang yg ada di negara kita, semua kemajuan bangsa kita akan terhambat, maka mulailah berubah dari sekarang jgn sampe masalah-masalah tersebut menjadi sangat parah.</p>
<p>salam juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zenzi_anggrekbkl</title>
		<link>http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html/comment-page-1#comment-959</link>
		<dc:creator>zenzi_anggrekbkl</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 04:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/04/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata/#comment-959</guid>
		<description>thank...... Destario.
saya merasa punya teman walau kita belum ketemu... 
di sumatera kita suda mulai melakukan tindakan-tindakan penyelamatan dengan pola perlakuan pada habitat dan populasi... hanya saja memang belum seberapa karena kita melakukannya murni swadaya........ dari tahun 2002 kita di Bengkulu mencoba untuk melakukan inventarisasi keanekaragaman jenis anggrek dan mhlk hdp lainnya.. memprihatinkan memang.. ada sangat banyak jenis yang punah tanpa sempat diselamatkan, perkebunan sawit, illegal loging, pemburuan benar-benar membunah ekosistem dan kehidupan.. 
sekali lagi... salut buat kamu...
saya mencari teman untuk sama-sama menulis buku keanekaragaman anggrek indonesia... saya sumatera, dan baru ketemu rekan dari kalimantan... sangat menyedihkan.. ketika menyadari bahwa buku-buku tentang kekayaan alam negeri ini ditulis oleh orang luar,, apa memang kita lebih bodoh dari mereka? saya rasa idak.... saya berharap punya teman mewariskan alam dan pengetahuan kepada anak cucu. thanks zenzi_anggrekbkl@yahoo.co.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank&#8230;&#8230; Destario.<br />
saya merasa punya teman walau kita belum ketemu&#8230;<br />
di sumatera kita suda mulai melakukan tindakan-tindakan penyelamatan dengan pola perlakuan pada habitat dan populasi&#8230; hanya saja memang belum seberapa karena kita melakukannya murni swadaya&#8230;&#8230;.. dari tahun 2002 kita di Bengkulu mencoba untuk melakukan inventarisasi keanekaragaman jenis anggrek dan mhlk hdp lainnya.. memprihatinkan memang.. ada sangat banyak jenis yang punah tanpa sempat diselamatkan, perkebunan sawit, illegal loging, pemburuan benar-benar membunah ekosistem dan kehidupan..<br />
sekali lagi&#8230; salut buat kamu&#8230;<br />
saya mencari teman untuk sama-sama menulis buku keanekaragaman anggrek indonesia&#8230; saya sumatera, dan baru ketemu rekan dari kalimantan&#8230; sangat menyedihkan.. ketika menyadari bahwa buku-buku tentang kekayaan alam negeri ini ditulis oleh orang luar,, apa memang kita lebih bodoh dari mereka? saya rasa idak&#8230;. saya berharap punya teman mewariskan alam dan pengetahuan kepada anak cucu. thanks <a href="mailto:zenzi_anggrekbkl@yahoo.co.id">zenzi_anggrekbkl@yahoo.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
