Pengenalan Fungisida
Fungisida adalah zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan cendawan (fungi). Fungisida umumnya dibagi menurut cara kerjanya di dalam tubuh tanaman sasaran yang diaplikasi, yakni fungisida nonsistemik, sistemik, dan sistemik local. Pada fungisida, terutama fungisida sistemik dan non sistemik, pembagian ini erat hubungannya dengan sifat dan aktifitas fungisida terhadap jasad sasarannya.
- Fungisida Nonsistemik
Fungisida nonsistemik tidak dapat diserap dan ditranslokasikan didalam jaringan
Tanaman. Fungisida nonsistemik hanya membentuk lapisan penghalang di permukaan tanaman (umumnya daun) tempat fungisida disemprotkan. Fungisida ini hanya berfungsi mencegah infeksi cendawan dengan cara menghambat perkecambahan spora atau miselia jamur yang menempel di permukaan tanaman. Karena itu, fungisida kontak berfungsi sebagai protektan dan hanya efektif bila digunakan sebelum tanaman terinfeksi oleh penyakit. Akibatnya, fungisida nonsistemik harus sering diaplikasikan agar tanaman secara terus-menerus terlindungi dari infeksi baru. - Fungisida Sistemik
Fungisida sistemik diabsorbsi oleh organ-organ tanaman dan ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya melalui pembuluh angkut maupun melalui jalur simplas (melalui dalam sel). Pada umumnya fungisida sistemik ditranslokasikan ke bagian atas (akropetal), yakni dari organ akar ke daun. Beberapa fungisida sistemik juga dapat bergerak ke bawah, yakni dari daun ke akar (basipetal).
Kelebihan fungisida sistemik antara lain :- Bahan aktif langsung menuju ke pusat infeksi didalam jaringan tanaman, sehingga mampu menghambat infeksi cendawan yang sudah menyerang di dalam jaringan tanaman.
- Fungisida ini dengan cepat diserap oleh jaringan tanaman kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tanaman sehingga bahan aktif dan residunya tidak terlalu tergantung pada coverage semprotan, selain itu bahan aktif juga tidak tercuci oleh hujan. Oleh karena itu, aplikasinya tidak perlu terlalu sering.
- Fungisida Sistemik Lokal
Fungisida sistemik local diabsorbsi oleh jaringan tanaman, tetapi tidak ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya. Bahan aktif hanya akan terserap ke sel-sel jaringan yang tidak terlalu dalam dan tidak sampai masuk hingga pembuluh angkut.
Menurut mekanisme kerjanya, fungisida dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
- Multisite Inhibitor
Multisite inhibitor adalah fungisida yang bekerja menghambat beberapa proses metabolisme cendawan. Sifatnya yang multisite inhibitor ini membuat fungisida tersebut tidak mudah menimbulkan resistensi cendawan. Fungisida yang bersifat multisite inhibitor (merusak di banyak proses metabolisme) ini umumnya berspektrum luas. Contoh bahan aktifnya adalah maneb, mankozeb, zineb, probineb, ziram, thiram. - Monosite Inhibitor
Monosite inhibitor disebut juga sebagai site specific, yaitu fungisida yang bekerja dengan menghambat salah satu proses metabolisme cendawan, misalnya hanya menghambat sintesis protein atau hanya menghambat respirasi. Sifatnya yang hanya bekerja di satu tempat ini (spectrum sempit) menyebabkan mudah timbulnya resistensi candawan. Contoh bahan aktifnya adalah metalaksil, oksadisil, dan benalaksil.

September 5th, 2007 at 14:20
Mas Rio, bisa disebut ga nama/merk fungisida sistemiknya, di rumah cuma punya dith*** (ini fungisida non sistemik kan?). Kalo ga bisa yah ciri2 bungkusnya gitu. thx
September 5th, 2007 at 21:08
Dithane dgn bahan aktifnya mankozeb cuma bisa kontak. Sistemik pake Score, Ridomil Gold, Delsene dll. Tanya sama yg jual juga bisa..tapi pilih yg kemasan dan industrinya yg bonafid.
November 12th, 2007 at 20:47
apakah senyawa kimia dalam fungisida itu jga sangat membahayakan bagi tubuh? Lalu senyawa apa saja yang terkandung dalam fungisida?
December 16th, 2007 at 14:43
tolong jenis-jenis fungisida di tampilkan atau merek dagang fungisida!
January 11th, 2008 at 11:27
Mas Rio, khusus untuk tanaman anggrek fungisida mana yang paling tepat digunakan, dan cara2 pemakaiannya bagaimana? Terimakasih.
January 11th, 2008 at 21:06
Dear Sianli….
Dithane dgn bahan aktifnya mankozeb sbg fungisida kontak…cara pakai yaitu bubuk fungisida dicampur sedikit air hingga aggak kental (jangan terlalu encer) lalu dioles ditempat yg busuk. Untuk yg Sistemik pake Score, Ridomil Gold, Delsene dll…caranya biasanya dicampur air dalam sprayer lalu disemprotkan ke tanaman dengan hati2….dosisnya bisa dilihat di masing2 kemasan. Tanya sama yg jual juga bisa..tapi pilih yg kemasan dan industrinya yg bonafid
January 11th, 2008 at 21:26
Buat Mas Destario
Saya mau menanyakan nih cara merawat anggrek yang sudah terkena penyakit akibat serangan jamur dan bakteri secara benar.
1. Apakah daun anggrek yang sudah terlihat terkena gejala penyakit tersebut harus selalu dipotong, dan kemudian anggrek tersebut disemprot oleh fungisida/bakterisida (sistemik) untuk mencegah penyakit datang lagi?
Atau, apakah daun yang berpenyakit tersebut dibiarkan tetap ada, lalu anggrek tersebut disemprot oleh fungisida/bakterisida (sistemik) dan biarkan fungisida/bakterisida yang mencegah dan mengobati penyakit tersebut ?
Perlu diketahui bahwa
Anggrek yang saya tanam di rumah ini untuk koleksi saja dan untuk hiasan di halaman rumah. Jadi tempatnya pun apa adanya, ada yang ternaungi oleh pohon dan juga ada sebagian oleh atap rumah. Tidak seperti di tempat penanaman dan penjualan anggrek yang menggunakan tempat khusus yang tertutup dan ternaungi. Sehingga jika curah hujan sedang tinggi-tingginya (ket: saya tinggal di Bandung), anggrek tersebut jadi sering tersiram oleh air hujan, bahkan sering kali hujan nggak berhenti dari siang sampe pagi.
Anggrek yang saya tanam diantaranya Phalaenopsis, Cattelya, Dendrobium, Doritis, anggrek hitam, Kingidium, dll (Nggak tau jenisnya).
Yang paling sering terkena penyakit adalah jenis phalaenopsis dan doritis. Terutama untuk jenis phalaenopsis yang merupakan monopodial dan kadang susah mengeluarkan anakan (keiki). Jika sudah terserang penyakit apalagi sudah menyerang pangkal daun, daun muda, dan titik tumbuh sangat merepotkan. Terkadang sudah dipasrahkan aja deh nasibnya anggrek tersebut sama Tuhan, mau hidup sukur mau mati juga nggak apa-apa. Yang penting sudah ada usaha untuk menyembuhkan.
Tapi lumayan juga sih stressnya…
(Kalau boleh nyebutin merknya nih)
fungisida yang pernah saya pake yaitu Score (Sistemik), dan Dithane (Non Sistemik).
Bakterisida Agrept.
2. Apakah penyakit anggrek bisa ditularkan melalui vektor hama/binatang yang suka hinggap/bersarang di daun anggrek ?
3. Kalau ada tip-tip lain untuk merawat anggrek yang sudah terkena penyakit tolong dong diterangkan !
Dutunggu nih jawabannya
January 12th, 2008 at 21:02
Dear mas Aris suharyo….
Wah…mantap sekali comment anda…salut deh buat semangatnya.
1. Prinsip pertama yang perlu diketahui bahwa aplikasi Fungisida/bakterisida saat setelah terjadi serangan penyakit tidak dapat mengembalikan bagian tanaman yang rusak akibat terserang oleh penyakit, funginya lebih pada pencegahan supaya bibit penyakit yg ada di dalam tubuh tanaman dapat mati dan tidak menyebar ke bagian-bagian tanaman lain misal tunas muda, daun muda dll. Oleh karena itu…bagian tanaman yg sudah rusak (menguning, bercak basah, bercak hitam dll) akibat penyakit lebih baik dipotong dengan baik lalu dibuang jauh-jauh krn bagian tersebut msh menyimpan bibit2 penyakit yg bisa menular ke tan lain. Jangan lupa gunting pemotong dioles sabun antiseptik, lalu bekas potongan pada tanaman dioles fungisida ataau bisa juga pake betadine.
Anda benar sekali…phalaenopis memang salah satu genus yg rentan pada kondisi kelembaban tinggi. Khususnya ujung tunasnya…bila busuk…maka akan berhenti tumbuh dan biasanya memunculkan keiki. Saran saya…tanamlah phalaenopsis pada potongan akar pakis kotak, sehingga posisi daun menggantung dan titik tunasnya kearah horisontal…hal ini akan memudahkan air hujan yg tertampung celah daun untuk menetes kebawah sehingga tidak menggenang terlalu lama di celah daun, selain itu poisisi ini juga memudahkan pengeringan daun dengan bantuan angin, kelebihan lain yaitu kondii disekitar perakaran menjadi tidak terlalu lembab. Akan tetapi, konsekuensinya saat musim kemarau anda harus lebih sering menyiram.
Pesan saya…kalau sedang hujan deras-derasnya… Januari-Maret….bila koleksinya banyak…lebih baik diatasnya diberi semacam naungan menggunakan selembar plastik (plastik meja)yg agak tebal, lalu diatas plastik tsb diberi paranet 50 %…lebih murah dan praktis kan.
Pestisida yg anda sebutkan sudah bagus kok…
2. Bisa!!! banyak serangga tipe mulut pencucuk penghisap menjadi vektor penyakit-penyakit akibat virus, jamur dan bakteri. Terutama saat mereka menghisap cairan dr bagian tanaman yg terkena penyakit lalu berpindah-pindah ke tanaman2 lain yg sehaat.
3. Intinya…pisahkan anggrek yg sudah terkena penyakit dan disendirikan jauh dr tanaman sehat. Bongkar medianya…lalu potong bagian yg terkena penyakit. Cuci dan rendam sebentar (5-6 detik) tanaman pada larutan fungisida/bakterisida, keringanginkan, lalu tanam dengan media baru yg lebih porous (berongga dan tidak terlalu lembab).
Mungkin ini dulu ya tipsnya..kalau ada yg kurang silahkan kontak lagi…
Selamat Berhobi Ria!!!
rio
February 28th, 2008 at 16:32
waahh…klo terserang kutu, warnanya hitam keabuan gmana cara ngatasinya…help me plz…soalnya beberapa anggrekku banyak yg terserang terutama yg bayi…thx.
April 8th, 2008 at 0:44
mas aku mau tanya, kalau fungisida yang paling cocok untuk mangga apa ya? tks
April 30th, 2008 at 18:07
mas,aq mo tanya klo fungisida or bakterisida bisa ngebkn jamur or bakter resistan g y kaya pestisida?tktny yg aq pake ngbikin jamur&bakteri tahan banting.makasih
May 1st, 2008 at 12:40
mas saya hobi berkebun anggrek, hitungannya masih pemula jadi sedang belajar. koleksi saya sudah lumayan banyak. yang ingin saya tanyakan :
1. untuk anggrek dendro sekarang untuk daun-daun yang muda banyak lubang-lubang kecil, saya perhatikan ada semacam binatang hitam (mungkin kumbang gajah kali.. saya tidak tahu namanya), gimana cara mengobatinya dan pakai obat apa ?
2. untuk anggrek bulan dan catelya saya sedang belajar menanam dari botolan, bagaimana caranya agar tidak busuk dan bisa cepat berkembang, harus bagaimana merawatnya dan dikasih obat apa ?
Terima kasih infonya ditunggu.
September 10th, 2008 at 22:29
Terima kasih ya““““`