Pengenalan Insektisida

weevil
Gambar diambil dari http://www.everythingabout.net/

Insektisida secara umum adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu (hama serangga). Insektisida dapat membunuh serangga dengan dua mekanisme, yaitu dengan meracuni makanannya (tanaman) dan dengan langsung meracuni si serangga tersebut. Oleh karena itu, akan dijelaskan mengenai beberapa hal pokok tentang mekanisme insektisida dalam mengendalikan serangga.

A) Menurut cara kerja atau distribusinya didalam tanaman dibedakan menjadi tiga
macam sebagai berikut:

a. Insektisida Sistemik
Insektisida sistemik diserap oleh bagian-bagian tanaman melalui stomata, meristem akar, lentisel batang dan celah-celah alami. Selanjutnya insektisida akan melewati sel-sel menuju ke jaringan pengangkut baik xylem maupun floem. Insektisida akan meninggalkan residunya pada sel-sel yang telah dilewatinya. Melalui pembuluh angkut inilah insektisida ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman lainnya baik kearah atas (akropetal) atau ke bawah (basipetal), termasuk ke tunas yang baru tumbuh. Serangga akan mati apabila memakan bagian tanaman yang mengandung residu insektisida.

b. Insektisida Non-sistemik
Insektisida non sistemik tidak dapat diserap oleh jaringan tanaman, tetapi hanya menempel pada bagian luar tanaman. Lamanya residu insektisida yang menempel pada permukaan tanaman tergantung jenis bahan aktif (berhubungan dengan presistensinya), teknologi bahan dan aplikasi. Serangga akan mati apabila memakan bagian tanaman yang permukaannya terkena insektisida. Residu insektisida pada permukaan tanaman akan mudah tercuci oleh hujan dan siraman, oleh karena itu dalam aplikasinya harus memperhatikan cuaca dan jadwal penyiraman.

c. Insektisida Sistemik Lokal
Insektisida ini hanya mampu diserap oleh jaringan daun, akan tetapi tidak dapat ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya (efek translaminar). Insektisida yang jatuh ke permukaan atas daun akan menembus epidermis atas kemudian masuk ke jaringan parenkim pada mesofil (daging daun) dan menyebar ke seluruh mefosil daun (daging daun) hingga mampu masuk kedalam sel pada lapisan epidermis daun bagian bawah (permukaan daun bagian bawah).

B) Menurut cara masuknya insektisida kedalam tubuh serangga dibedakan menjadi 3
kelompok sebagai berikut:

a. Racun Lambung (racun perut)
Racun lambung atau perut adalah insektisida yang membunuh serangga sasaran dengan cara masuk ke pencernaan melalui makanan yang mereka makan. Insektisida akan masuk ke organ pencernaan serangga dan diserap oleh dinding usus kemudian ditranslokasikan ke tempat sasaran yang mematikan sesuai dengan jenis bahan aktif insektisida. Misalkan menuju ke pusat syaraf serangga, menuju ke organ-organ respirasi, meracuni sel-sel lambung dan sebagainya. Oleh karena itu, serangga harus memakan tanaman yang sudah disemprot insektisida yang mengandung residu dalam jumlah yang cukup untuk membunuh.

b. Racun Kontak
Racun kontak adalah insektisida yang masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit, celah/lubang alami pada tubuh (trachea) atau langsung mengenai mulut si serangga. Serangga akan mati apabila bersinggungan langsung (kontak) dengan insektisida tersebut. Kebanyakan racun kontak juga berperan sebagai racun perut.

c. Racun Pernafasan
Racun pernafasan adalah insektisida yang masuk melalui trachea serangga dalam bentuk partikel mikro yang melayang di udara. Serangga akan mati bila menghirup partikel mikro insektisida dalam jumlah yang cukup. Kebanyakan racun pernafasan berupa gas, asap, maupun uap dari insektisida cair.

Sifat-sifat atau cara kerja insektisida tersebut mempunyai spesifikasi terhadap cara aplikasinya :

1. Untuk mengendalikan hama yang berada didalam jaringan tanaman (misalnya hama penggerek batang, penggorok daun) penanganannya dilakukan dengan insektisida sistemik atau sistemik local, sehingga residu insektisida akan ditranslokasikan ke jaringan di dalam tanaman. Akibatnya hama yang memakan jaringan didalam tanaman akan mati keracunan. Hama yang berada didalam tanaman tidak sesuai bila dikendalikan dengan aplikasi penyemprotan insektisida kontak, karena hama didalam jaringan tanaman tidak akan bersentuhan (kontak) langsung dengan insektisida.

2. Untuk mengendalikan hama-hama yang mobilitasnya tinggi (belalang, kutu gajah dll), penggunaan insektisida kontak murni akan kurang efektif, karena saat penyemprotan berlangsung, banyak hama tersebut yang terbang atau tidak berada di tempat penyemprotan. Namun, selang beberapa hari setelah penyemprotan, hama tersebut dapat kembali lagi. Pengendalian paling tepat yaitu dengan menggunakan insektisida yang memiliki sifat kontak maupun sistemik dengan efek residual yang agak lama. Dengan demikian apabila hama tersebut kembali untuk memakan daun, maka mereka akan mati keracunan.

18 Responses to “Pengenalan Insektisida”

Pages: [2] 1 » Show All

  1. 18
    manto Says:

    saya mw t? nchpak,gimana cara membasmi hama ulat sengon yang berbentuk seperti kepompong atau paku berwarna kecoklatan?

  2. 17
    obsesiayamgoreng Says:

    thanks for making this posting. it really helps. :)

  3. 16
    sarah Says:

    Gramm.scriptum flores saya daunnya menguning semua. Ada 3 anakan baru tapi seperti ngga bertumbuh.
    Saya belinya dah dewasa dan sudah 1 tahun lebih merawatnya. Semula tidak ada masalah, beberapa bulb / anakan baru tumbuh dengan baik. Tapi belakangan daunnya menguning semua.
    Kemungkinan2 penyebabnya apa ya?? Dan apa yang harus saya lakukan sebagai solusi? Saya ngga mau kalo sampe kehilangan anggrek kesayangan saya. Pls help… Makasih

  4. 15
    Lia Says:

    artikel anda bagus sekali tapi tolong saya tuk lebih tau tentang insektisida sistemik…tks

  5. 14
    ade sugiarti Says:

    Assalamu alaykum… Saya ingin tahu jenis produk insektisida dan kandungan produk tersebut………..

  6. 13
    elfriede Says:

    saya merasa artikel anda kurang mempunyai nilai berarti.maaf tapi itulah kenyataannya.

  7. 12
    rima yulia Says:

    saya punya tugas karya tulis judulnya lada sebagai insektisida,
    saya mo tanya,
    apakah bagus insektisida itu untuk membasmi rayap,
    d tunggu ya jawabannya ?

  8. 11
    LPIR team Says:

    Insektisida non sistemik contohnya apa? udah banyak digunakan belum?kalo udah biasanya pada tanaman apa? apakah untuk sayur-sayuran bisa?

Pages: [2] 1 » Show All

Leave a Reply