Phalaenopsis javanica

Gambar oleh Ferry Regar 07
This entry was posted
on Thursday, April 26th, 2007 at 21:18 and is filed under Phalaenopsis.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
May 11th, 2007 at 17:34
mantep juga yah bunganya, baunya harum nggak ……
May 14th, 2007 at 9:11
Saya dengar,saking langkanya Phal javanica harganya selangit,apa iya?
Kalau dibandingkan dg Phal robinsonii mana ya yg lebih “very rare plant”?
padahal kalau dipikir-pikir,karena mahal itulah menjadi kewajiban bagi kolektor yg berduit untuk memburunya.Keindahan akhirnya menjadi relatif.Coba dibandingkan dg Phal amabilis yg karena berlimpah,harganya cuma 10 ribuan,tapi kalah gengsi kan? mungkin analognya seperti Nokia Communicator,karena harganya yg mahal itulah menjadikannya produk gadget yg paling laris (bukan karena fitur2nya).Padahal Ibu2 makenya cuma untuk sms saja! nah,sah2 saja kan?
May 25th, 2007 at 11:09
Hai…
gw gak tahu gw suka Bunga ini or gak!
Tapi yang jelas entah kenapa gw seneng lihat tuh BUNGA!
May 25th, 2007 at 15:57
ada penjelasannya ga tentang anggrek ini? Taksonomi, habitat, cara pemeliharaan, ato ruang lingkup budidayanya?
May 26th, 2007 at 10:49
anggrek phal.javanica ini merupakan anggrek asli jawa barat yang sebarannya disekitar sukabumi-cianjur-garut bagian selatan. Anggrek ini mahal hanya karena dianggap sudah langka. Itulah sifat dari masyarakat kita yang hanya menghargai nilai tanaman dari sekedar nilai uang. Coba bandingkan bagaimana orang2 menganggap rendah terhadap phal.amabilis, phal.cornucervi atau D.prianganense, D.Capra atau mungkin D.crumenatum (yang notabenenya masih merupakan anggrek yang sebarannya ada di Jawa Barat). Bagaimana kalau nanti tiba waktunya phal.javanica ini di jual dengan harga Rp.10.000; apakah kita2 masih akan merasa tertarik pada anggrek ini?
Ada masanya di hari depan anggrek langka ini tidak akan langka lagi, dan akan dijual mungkin dibawah harga Rp.10.000; bagaimana? ada yang mau beli? ada yang mau ngejar?
May 26th, 2007 at 11:04
anggrek ini cukup adaftatif untuk berbagai lingkungan (namun jangan terlalu ekstrim). Dihabitat utamanya (cianjur selatan) anggrek ini tumbuh di dataran dengan ketinggian 100-800 mpl. sebenarnya kita bisa memelihara anggrek ini sama seperti phal.fimbriata atau phal.amboinensis. Hal utama dalam memeliharanya adalah memperhatikan tingkat cahaya dan kelembaban. Anggrek ini adalah anggrek yang mudah untuk dipelihara.
Saya sangat sedih memperhatikan tingginya harga yang dipatok beberapa pemilik nursery untuk anggrek ini. Rekan2 bisa mencek ke nursery pak rizal(maribaya lembang), disana untuk tanaman dewasa dijual 1juta lebih dan untuk bibit botol dijual 500ribu/botol. Dengan keadaan ini bagaimana penggemar anggrek yang terbatas kemampuannya untuk dapat memilikinya? Coba kita bertanya pada mas destario bagaimana jalan untuk pemecahan masalah ini?
May 26th, 2007 at 19:07
Prihatin juga kalo harganya selangit… dengan harga segitu mahal mungkin malah mendorong orang2 untuk memburunya di alam bebas yang mempercepat kepunahannya di habitat aslinya. Tolong dong harganya jangan terlalu mahal mencekik, saya sendiri belum punya anggrek itu. Malahan phalaenopsis luar2 Jawa saya punya. O ya…Dipodium scandens di jawa ditemukan di mana ya???
May 31st, 2007 at 15:59
Setuju banget dengan pendapat mas ferry,
padahal aslinya phal javanica ini (menurut saya pribadi ) nggak cantik2 amat lho(?)beda amat dg di photo yg fisiknya kelihatan begitu gede.Kalau sampai sejuta,mending saya beli phal amboinensis,bellina,violacea,venosa,floresensis dll yg nggak sampe 50 ribuan! atau sekalian saja uang segitu untuk beli Grammatophyllum speciosum (mahal tapi memang luar biasa)!
June 14th, 2007 at 11:19
dari dulu saya ingin memiliki anggrek ini tapi karena anggrek ini sangat mahal maka sementara ini saya urungkan niat saya untuk membeli anggrek ini (masih berharap ada yang jual murah ataupun kasih gratis, hehehehee….)
sayang sekali klo anggrek secantik ini punah dari habitatnya tapi lebih disayangkan lagi bagi nursery” anggrek yang menjual anggrek ini dengan harga yang sangat mahal.
kapan ya saya bisa punya anggrek ini (masih tetap bermimpi dan berharap)?
buat pak Ferry, apakah bapak punya keiki phal. javanica ini yang bisa di share ke saya (sangat berharap ada, hehehehe……)?
June 15th, 2007 at 13:55
salam manis,
saya punya anggrek spt diatas dan sdg berbunga , tapi bintiknya berwarna agak pink gelap. Saya informasikan bahwa anggrek yg saya punya tsb sering berbunga 2x setahun, memang bunganya tidak terlalu besar spt anggrek bulan, tapu memang cantik sih. Dulu saya beli dgn harga 50 ribu, gimana yaa cara kirim gbr-nya? atau saya e-mailkan bagi siapa yang pengin lihat, e-mail saya : munifah@upv.pertamina.com
July 7th, 2007 at 12:31
maap klo ga ada hubungannya…cuma pengen info dan foto phal. gigantea…ada yg bs bantu?
July 12th, 2007 at 17:16
pak ib,
kalau bapak berminat tentang info anggrek phal.gigantea nanti bisa saya bantu kirimkan, silahkan hubungi saya di email feregar21@yahoo.com
July 13th, 2007 at 18:19
Halo semua pecinta anggrek,
Cobalah anda renungkan sedikit tentang harga anggrek yang mahal ini, kita sebagai kolektor mungkin menanam anggrek hanya untuk kesenangan saja, tinggal beli, letakkan ditempat yang cocok dirumah dan dirawat dengan harapan berbunga, itupun mungkin bukan kita sendiri yang mengerjakan. Kalaupun si anggrek yang kita beli itu mati kita masih bisa beli lagi karena kita tidak menggantungkan penghasilan dari sana.
Sekarang bayangkanlah anda sebagai seorang pemulia/pekebun anggrek yang mengandalkan penghasilan anda dari anggrek tersebut. Harus menanam dan merawat sampai berbunga, membuahkan bunga untuk mendapatkan biji dan kemudian mengkulturkannya dalam botol sampai siap dijual, berapa lama waktu yang anda butuhkan ? berapa banyak peralatan dan pengetahuan yang harus anda miliki ? Berapa banyak pegawai yang harus di gaji ? Bagaimana kalau gagal ?
Menurut hemat saya sangat wajar kalau harga anggrek itu mahal, 500rb per botol dengan isi rata2 20an adalah sangat murah dibandingkan dengan tingkat kesulitan dan waktu pembudidayaannya apa lagi kalau bunganya memang bagus dan memang anggrek langka.
Coba bandingkan harganya dengan tanaman lain Aglonema atau anthurium, 1 daun 50rb - 100rb bahkan bisa jutaan. Beli satu anda bisa memperbanyaknya dengan mudah. Apakah harga anggrek mahal ?
Lagian kalau tidak mahal kita tidak pernah bisa menghargainya… ya kan ?
selamat berkebun
July 13th, 2007 at 21:23
saya sangat senang pola pemikiran pak oge. Menurut saya pak oge begitu mencintai tanaman lebih dari sekedar nilai rupiahnya. kadang kita selalu terjebak pada trend yang gila-gilaan mematok harga atau terjebak pada latahnya orang2 dalam mencari tanaman. pada dasarnya marilah kita mencintai tanaman karena kita punya tanggung jawab untuk melangsungkan kehidupannya dengan sebaik mungkin. dan pada kesempatan ini juga saya sampaikan penghargaan saya kepada orang2 yang mengembangkan anggrek dengan segenap tenaga dan dedikasi yang tinggi.
July 31st, 2007 at 12:00
wah hebat-hebat! semua orang kayaknya peduli banget sama kelangsungan anggrek indonesia pada umumnya. buat info aja nih, hampir semua nursery, atau hobiis yang menambah koleksi, n mencari komoditi perdagangan dengan cara mengambil langsung ke habitatnya. ini dilakukan secara langsung (turun ke lapangan) atau menghubungi pengepul yang bertebaran dimana2. tapi hampir gak ada hobiis atau nursery yang peduli dengan kelangsungan anggrek2 di alam! kalau udah beli anggrek cabutan, ato nyabut sendiri yuk kita niatin diperbanyak, udh gt kita relokasi ke alam lagi, biar keberadaan anggrek spesies terjaga! jangan cuma memperbanyak buat bisnis. prihatin aja gak cukup. yang mau sekedar info, tuker2 pendapat, pikiran, yang berpikiran sama, n buat hobiis, nursery yang punya niat mengakomodir perbanyakan anggrek spesies untuk kepentingan relokasi ke alam dengan senang hati saya siap membantu!
August 14th, 2007 at 9:34
Anggrek ini sangat mempesona. Warna dominan “merah-putih”nya mengingatkan akan bendera kita, Sang Saka Merah-Putih. Sepasang daun mahkota yang setengah tertangkup bagaikan sepasang tangan yang menyambut ramah siapa saja yang mendekatinya. Daun kelopak atas yang merunduk memperlihatkan kerendahan hatinya. Betul-betul pas sekali jika dijadikan “icon”nya bangsa kita, Bangsa Indonesia. Saya sangat senang bisa melihat foto “close up”nya disini. Ijinkan saya untuk menyimpannya di komputer saya.
Salam,
setiawansig@yahoo.com
August 17th, 2007 at 19:54
salam anggrek,
saya senang melihat berbagai tanggapan atas apresiasi masing-masing individu menyikapi keadaan anggrek spesies kita ini, semua memiliki perhatian dan penilaian terhadap kehidupan anggrek ini. satu hal yang pasti dari anggrek ini, bahwa “dia” memiliki “daya tarik” yang khas. hampir semua orang menginginkan untuk memilikinya dengan berbagai alasan. kita tidak bisa mencerca bila anggrek ini memiliki nilai jual yang tinggi. semuanya telah berjalan sesuai dengan “hukum ekonomi”. sebab itu kita tidak bisa katakan sepenuhnya bahwa anggrek ini mahal karena konspirasi dari segelintir pihak. nilainya melonjak tinggi karena suplay dan permintaan tidak lagi berimbang. alam tidak lagi sanggup “bermurah hati” untuk menyediakan kebutuhan penggemar anggrek ini. begitu juga pihak-pihak yang berkemampuan mengembangkannya tidak punya kemampuan untuk “memperbanyak” sesuai kebutuhan. sebatas pengetahuan saya bahwa anggrek ini tidak mudah untuk diperbanyak seperti halnya anggrek lain. logikanya bahwa di alam tempat tumbuhnya sendiri anggrek ini sangat sulit berkembang. saya tidak bermaksud memojokkan atau mematahkan pendapat masing2 pihak mengenai anggrek ini. namun kenyataannya bahwa anggrek ini hanya bisa diperbanyak oleh orang2 yang memiliki pemahaman yang mendalam. bila kita menaruh kecurigaan terhadapa pihak alin akan keadaan anggrek ini, mengapa kita tidak menggali lagi pengetahuan lebih dalam agar kelangsunan dan ketersediannya dapat memenuhi keinginan kita. kita tidak bisa hanya berbicara, namun lebih dari itu kita harus memakai segenap kemampuan kita untuk mengembangkan anggrek ini an anggrek lainnya. bagaimana ada yang berminat untuk menyumbang ilmunya? saya tunggukomentarnya, hubungi saya di feregar21@yahoo.com
September 10th, 2007 at 19:18
berhubung harga anggrek spc mahal dan langka …….. ayo….mari kita sama2 memperbanyakkannya, mempopulerkan shg tidak punah di habitat aslinya dan dpt meringankan kantong yg ingin belajar merawatnya.Kenapa demikian???? krn anggrek spc itu berbunga ada waktunya,lama adaptasi lingkungan,bunganya tidak dpt di lihat sewaktu2 dan memiliki aroma yg sofh sp menyengat.AYO PARA KOLEKTOR YG MEMILIKI LAHAN KECIL… MULAI SAAT INI KITA RAWAT ANGGREK SPC AJA… JGN YG HYBRID KRN MEMPERTEBAL KANTONG ORG ASING AJA…. HEHEHE…………. TQS ATT NYA.
October 24th, 2007 at 0:03
dijual Phal.javanica >
October 24th, 2007 at 16:44
bapak/ibu wewin,
ada berapa pohon p.javanica yang dijual? hubungi saya di 081320443636
November 16th, 2007 at 11:10
Kepada para pecinta anggrek,
saya sangat prihatin akan kondisi anggrek alam indonesia yang sudah banyak berkurang di habitatnya akibat perburuan anggrek alam indonesia di habitatnya, kalo bisa para pecinta anggrek kiranya tidak mengambil anggrek langsung dari alam, agar anggrek indonesia tidak punah. Mencintai anggrek tidak harus dengan mengambil anggrek dari alam khan.
Trims.
January 25th, 2008 at 23:06
hhhhhhhhhhheeeee………………………,,,
NOOOOO COMENT……………………….
January 25th, 2008 at 23:16
saya priatin meliat keadaan anggrek nusantara kian tahun kian terpuruk habis karena kerusakan alam dan di perparah oleh sifat rakus manusia yg menguras habis dari habitat di alam,dan menjualnya ke luar negri, tanpa penangkaran dan budidaya.
March 22nd, 2008 at 17:38
Ada yang tahu nggak tentang Phalaenopsis tetraspis ? Saya pernah menanamnya sebanyak 3 anakan,tapi yang berbunga hanya satu, yang lainnya mati. Saya khawatir anggrek ii adalah jenis langka. Adakah panduan cara pemeliharaan yang baik ?. Sebelumnya saya punya Dend. capra, Dend. Spektabili, dan beberapa dendro spesies lainaya. Semuanya mati kecuali Dend. Phalaenopsis dan Phal. tetraspis .
April 11th, 2008 at 21:47
Kita semua harus bisa bersatu untuk melestarikan anggrek ini.
Salam
Umar Said Abdullah
April 19th, 2008 at 19:29
halo salam kenal dari aku,
saya pikir buat ferry selamat dan terima kasih atas dedikasinya mencintai anggrek, saya cuma mau titip pesan buat kita semua jangan sampai memperjual belikan anggrek alam/species. Kecuali untuk indukan persilangan.
terimakasih :
kalo jualan anggrek alam jangan mahal-mahal!
April 19th, 2008 at 19:32
aku ingin lihat foto Phalaenopsis javanica di habitat aslinya (di alam). ada yang bisa kirim fotonya nggak?
terimakasih:
April 19th, 2008 at 19:35
saya ingin belajar menyilang anggrek, dari mulai penyerbukan sampai keluar dari botolan. Kalau ada tempat kursusnya berupa pelatihan, saya mau ikut lesnya.
ada yang bisa bantu saya?
April 21st, 2008 at 20:41
jual botolan anggrek species, hibrid , dendrobium,vanda ,cataleya,phaleonopsis,gramatopylum dll berminat hub aq di (0341)467341,mobile 081333197499.
April 28th, 2008 at 7:33
salam anggrek,
Mohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan pencinta anggrek, atas semua kondisi yang tidak kondusif di forum ini. Saya pribadi malu dengan komentar-komentar saya sebelumnya yang konfrontatif. komentar-komentar tersebut sangat kekanak-kanakan. sekalilagi saya moho maaf.
Para pencinta anggrek, saya akan tetap komit dengan niat saya untuk fokus pada penyelamatan dan pengembangan anggrek. Saya akan abaikan hal-hal provokatif yang ditujukan pada diri saya. Mari kita bergandengan tangan untuk berbuat bagi pengembangan anggrek.
Saya tunggu sumbangsih saran dan dukungan dari rekan-rekan pencinta anggrek untuk berjalan dalam pengembangan anggrek spesies.
April 28th, 2008 at 14:57
Kelihatannya komentar2 sdh di potong ya oleh tuan rumah??
Syukurlah kalau pak Ferry masih merasa kekanak-kanakan dan tidak menulis lagi sesuatu yg sangat memalukan apalagi di forum terbuka ini berarti anda sdh sadar. Kalau ada unek2 silakan ditempuh jalur pribadi nggak perlu dibuka-buka segala aib orang lain di forum. Mari kita kembangkan kekayaan anggrek lokal kita sendiri. Jangan saling menjatuhkan, mungkin sang Phal javanica kalau bisa ngomong akan merasa marah dan geli melihat kalian2 saling beradu.
May 27th, 2008 at 20:35
Saya ingin mencoba untuk memelihara dan membeli bibit anggrek botolan seperti Vanda, dan Anggrek Bulan dalam skala kecil kurang lebih 4 botol saja dengan harga terjangkau. Mohon kabari saya untuk informasinya beserta harga dan cara pembayaran. Hubungi E-mail saya andi_wonk_cerbon@yahoo.co.id
June 4th, 2008 at 10:09
Secara prinsip saya setuju dgn Pak Ferry. Menurut saya anda tdk kekanak-kanakan, anda hanya prihatin akan harga tanaman yg dijual gila-gilaan. Waktu saya tugas di luar negeri (Argentine), anthurium adalah tumbuhan biasa. Saya sangat kaget karena sesampai di sini (Jakarta), anthurium di tawarkan USD 15000 (alibaba.com).
June 13th, 2008 at 17:44
Dijual seedling phal javanica @50ribu, persediaan terbatas, bila berminat hubungi Indra-Bandung 081320405436. thanx
June 13th, 2008 at 20:33
mas dede,ada spesies apa aja
June 13th, 2008 at 20:36
di jual phalaenopsis javanica @ 75 Rb siap bunga.phal@yahoo.com
July 1st, 2008 at 20:03
salam anggrek,
Beberapa hari yang lalu saya dikirimi email oleh teman yang sedang di Belanda. Beliau menceritakan bahwa pada botanical garden, beliau melihat berbagai anggrek yang selama ini sering dilihatnya ditempat saya. Berdasarkan foto2 yang dikiriminya, saya melihat bahwa hampir semua jenis phalenopsis dan paphiopedilum Indonesia ada disana. Hal pertama yang saya pikirkan, bahwa anggrek kita merupakan anggrek yang paling terkemuka diantara anggrek-anggrek dari negara lain. Disana juga telah dilakukan pengembangan berbagai jenis anggrek kita dalam jumlah yang sangat besar. Badan yang melakukan pengembangan anggrek-anggrek tersebut mampu mendapatkan profit yang lumayan besar dari plasma nuftah negeri kita ini. Apakah kita hanya akan menunggu sampai pada waktunya nanti kita akan membeli anggrek-anggrek tersebut dari negeri mereka? Apakah saat ini kita merasa lebih pintar dibanding orang-orang dari negeri kincir angin tersebut, karena kita selalu merasa tidak perlu melakukan pengembangan karena alam masih bermurah hati pada ego kita?
July 1st, 2008 at 20:23
Saya rasa negeri kita ini bagaikan hamparan taman surga. Tuhan telah menganugerahi dengan berbagai kekakayaan sumberdaya yang tak terhitung nilainya. Hamparan hijau, bunga-bunga berjuta warna dan nyanyian burung memuji keindahan alam. Negeri ini juga dihuni manusia-manusia beradab dengan pemikiran tinggi. Sumberdaya manusia kita melebihi bangsa-bangsa eropa. Telah terbukti bahwa generasi muda kita banyak memenangkan kompetisi ilmu pengetahuan di tingkat dunia. Namun bila kita bertanya lagi, kenapa bangsa kita terpuruk? dijajah 350tahun oleh bangsa-bangsa eropa? Apakah kita bodoh atau mereka pintar? Saya rasa tidak, tidak, dan tidak. Bangsa kita tidak bodoh dan Bangsa eropa juga tidak lebih pintar. Kita hanya terpasung pada keegoisan dan kesombongan sendiri. Kita tidak mau bersatu membangun bangsa. Kita lebih senang dipecah belah orang lain. Disaat seseorang berbuat untuk kelestarian anggrek kita, yang ada hanya cacian dan hinaan yang menyudutkan orang tersebut. Kenapa harus begini? Kenapa kita tidak berlomba-lomba berbuat hal yang lebih positif?
July 7th, 2008 at 9:29
Sudah lah…mas Ferry jangan memancing2 lagi, kan katanya sdh menutup tulisan anda yg sudah terpublikasi dulu dan kelihatannya sudah diedit. Lagian sudah meminta maaf. Tulisan andapun hanyalah retorika anda saja. Memang Indonesia bisanya cuma omong doang….prakteknya anda tahu sendirilah…nggak usah munafik…apalagi membandingkan dengan negeri Belanda yang memang sudah maju agronya. Tidak perlulah mengungkit lagi. Apalagi autokritik yg berlebihan dan hiperbola.
July 7th, 2008 at 22:29
Bapak Ok… mohon beri saya kesempatan untuk meluruskan, dan jangan memberi predikat negatif pada saya. Saya tidak bermaksud untuk mengungkit masalah yang lalu, sama sekali saya tidak bermaksud untuk hal tersebut. Kalaupun ada kata-kata saya yang anda anggap “agak provokatif” mungkin kesalahan saya karena tidak menjelaskan arah perkataan tersebut. Sama sekali bukan mengarah pada permasalah yang lalu!!!!
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang senior anggrek yang mengatakan bahwa saya adalah orang yang bodoh, karena saya mengatakan bahwa kualitas anggrek cabutan dengan anggrek hasil biakan adalah “”sama”". Karena bagi saya yang membedakan keduanya hanya caranya dan tempatnya tumbuh. Kemudian beliau mengatakan bahwa anggrek spesies hanyalah anggrek cabutan alam.
Saya rasa kalau kita terus “memelihara” pola pikir seperti ini, bagaimana nasib anggrek kita? Apakah perkataan saya ini hanya bernilai retorika saja? Kalaupun anda tersinggung dengan postingan saya tersebut, saya sampaikan disini saya minta maaf, sekali lagi saya minta maaf.
Kenapa anda katakan “”"Memang Indonesia bisanya cuma omong doang….prakteknya anda tahu sendirilah…nggak usah munafik…apalagi membandingkan dengan negeri Belanda yang memang sudah maju agronya”"” ? Jangan pesimis dulu pak Okky !!!
Kita sudah merdeka, 63 tahun, kita harus bangkit!!! Tidak ada alasan untuk mengatakan kita tidak bisa melakukan seperti apa yang telah dilakukan bangsa lain. Jangan sampai kejadian seperti saat lalu, kita teriak begitu negeri tetangga kita mengklaim bahwa batik, reog dan angklung diakui milik mereka. Apakah perkataan saya ini bersifat hiperbola? Apakah anda ingin katakan bahwa negeri Belanda itu bangsa kelas satu, sementara kita inlander?
Kalau saya boleh bertanya kira-kira apa yang harus kita lakukan saat ini? Perkataan apa yang pantas untuk saya posting? Atau saya tidak layak untuk memposting apapun dikarenakan saya dianggap bersalah dan munafik? Mohon maaf, sekali lagi saya tidak bermaksud untuk provokatif dengan perkataan saya ini. Untuk menjaga kenyamanan forum ini mungkin Bapak Okky atau rekan lainnya bisa menghubungi saya di feregar21@yahoo.com Saya tunggu saran dan kritik dari rekan-rekan.
salam
Ferry Siregar
July 13th, 2008 at 20:56
sy punya phal javanica kok sulit adaptasi ya ? sy dapat cabutan hutan dah lama sekitar 4 bulan, gimana caranya aga r phal javanica saya bisa pulih dan bunga, mungkin rekan 2bisa membantu saya trims
July 16th, 2008 at 21:16
Selamat malam pak adi,
Saya sangat senang dengan semangat Bapak untuk berusaha memulihkan kondisi phal.javanica tsbt. Sebelumnya saya harap bapak tidak beranggapan bahwa Phal javanica sulit untuk dirawat, namun untuk hidup sehat tanaman tsbt butuh kondisi tertentu layaknya phal lainnya yang memiliki karakteristik berdaun tipis. Phal Javanica butuh peneduh sekitar 60% (artinya cahaya yang masuk sekitar 40%). kemudian butuh kelembaban sekitar 60-80%. Kemudian sebaiknya Phal javanica tidak ditanam didalam pot, melainkan ditempel di kulit kayu yang telah dilapisi tipis akar kadaka/moss. Kemudian sebagian akar di posisikan diluar (tidak tertutup akar kadaka/moss). biasanya saya mengikat akar ini dengan benang kasur yang terbuat dari kapas, keadaan ini hanya sebagai contoh sederhana saja pak, mungkin bapak bisa memodifikasi dengan hal yang lebih baik lagi. Sebaiknya diawal-awal ini bapak rutin menyirami dengan B1 setiap minggunya. Mudah-mudahan sekitar 1 bulan kondisinya mulai membaik, selanjutnya bisa disemprotkan pupuk organik (semisal fish emulsion, bio sugih, RI1 atau lainnya). Namun pemberian pupuk jangan sampai berlebihan, pupuk hanya sekedar nutrisi tambahan, hal terpenting yang perlu dicermati adalah kondisi syarat tumbuh tersebut. Jangan pernah tergiur dengan iming-iming suatu produk yang menjanjikan bisa segera membungakan phal anda secepat mungkin. Phal tersebut akan berbunga bila kondisinya telah sehat dan kebutuhan untuk berbunganya terpenuhi. Saya sampaikan hal ini bukan berniat untuk menggurui bapak, namun hal sperti itu telah merenggut hidup tanaman milik seorang teman (memakai sejenis produk perangsang pembungaan). Kalau suatu saat nanti tanaman tersebut berbunga, jangan pula berpikiran untuk segera mengkawin (selfing) dengan niat ingin membotolin bibitnya. Coba perhatikan kondisi tanaman tersebut, apakah benar2 sehat untuk memproduksi buah (biji)?, karena proses pembentukan buah (biji) akan menyedot cukup besar nutrisi yang dimiliki tanaman tersebut. Namun bila Bapak telah yakin dengan kondisi tanaman untuk di kawinkan, silahkan dilakukan. Sehingga dengan begitu tanaman tersebut bisa tetap hidup dengan sehat dan bapak bisa melakukan tindakan pelestarian untuk menyambung kelestarian hidup Phal. javanica tersebut.
Saya berharap penyampaian singkat ini bisa membantu bapak untuk memulihkan phal. javanica tersebut. Saya berharap rekan-rekan yang lain bisa menyumbangkan saran / pengalaman kepada pak Adi agar phal javanica Beliau bisa pulih kembali.
salam
Ferry Siregar
August 19th, 2008 at 0:27
Saya berminat untuk membeli Phal. Javanica, Sumatrana, Violacea var alba, dan Dendro. Sutiknoi baik yang cabutan dari hutan, seedling, dan botolan, untuk saya lestarikan di Kota Cirebon - Jawa Barat.
Kontak saya bila memiliki anggrek tersebut diatas melalui SMS No. 081-324-183353
September 22nd, 2008 at 20:39
bravo anggrek indonesia saya sangat senang dengan komentar rekan yang ada dimillis ini.mudah2an inilah langkah awal maju anggrek indonesia.Ass.ysm.