Si Raja Tanduk dari Papua

Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex’s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)

Picture created by Nik Fahmi 2007 : Vortex’s Orchids (http://zanaf. dyndns.biz)
Begitulah sebutan bagi anggrek yang memiliki nama latin Dendrobium sutiknoi P.O’bryne. Anggrek ini dideskripsikan dan dipublikasikan untuk pertama kali pada Mei 2005 di Jurnal fur den Orchideenfreund. Nama sutikno ini sendiri diambil dari nama seorang hobiis dan pedagang anggrek di Tretes, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur yang kemudian dideskripsikan untuk pertama kali oleh Mr. Peter O’bryne di Singapura. Sejarahnya, ternyata anggrek ini ditemukan secara tidak sengaja oleh beliau di antara batang-batang D. lasianthera, namun tiba saat berbunga tampaklah perbedaan tersebut. Oleh karena karakter bunganya yang unik maka beliau yakin bahwa anggrek ini berpotensi menjadi species baru.
Species ini berasal dari Papua dan Kepulauan Morotai (Indonesia). Sejauh ini telah ditemukan dua varian warna, yaitu oranye tembaga dan hijau kekuningan. Sosok tanamannya mirip dengan anggrek-anggrek section Spatulata lainnya. Batangnya cukup tinggi mencapai 1-1,5 meter. Bentuk daunnya elips agak bulat telur, semakin kearah ujung atas ukuran daunnya semakin mengecil. Karakter unik dari anggrek ini adalah petal nya yang sangat panjang (mirip petal D.stratiotes) serta bentuk ujung labellumnya yang sempit dan melengkung dan hampir menyerupai labellum Dendrobium tobaense. Kelebihan anggrek section Spatulata ini adalah sifat dominan nya yang sangat kuat pada hybrid-hybrid keturunannya. Tidak seperti pada D.tobaense yang bentuk labellumnya bersifat resesif sehingga akan mudah terdegradasi oleh hybridisasi.
Saat ini, hybrid-hybrid maupun hasil selfing dari D.sutiknoi telah banyak beredar di pasaran anggrek di Asia tenggara. Namun menurut informasi dari seorang rekan hobiis senior dari Malaysia, setelah sekian lama D.sutiknoi dimanfaatkan sebagai parent/induk silangan, ternyata anggrek ini kurang begitu diminati oleh para penyilang sebagai parent karena sifatnya genetiknya yang sangat dominan, sehingga selalu mengalahkan karakter dari induknya yang lain, akibatnya hybrid yang terbentuk juga terlalu condong ke arah karakteristik D.sutiknoi. Namun hal ini tidak begitu dipersoalkan oleh para penggemar dan konsumen anggrek hybrid, sehingga tidak mengurangi minat para penggemar anggrek pada umumnya untuk tetap mengkoleksi hybrid-hybrid turunan D.sutiknoi, karena tetap saja hybridnya cantik dan unik dipandang. Di Indonesia sendiri, anggrek ini maupun hybridnya belum begitu tersosialisasi secara luas, sehingga tak heran bila harganya melambung sangat tinggi.
Meskipun demikian, anggrek ini merupakan harta genetis yang tak ternilai. Sehingga langkah-langkah serius untuk menjaga kelestarian genetisnya perlu segera dilakukan.
by Destario Metusala 2007
Thanks to Mr. Nik Fahmi for his picture and the information, also thanks to Mr. Peter O’bryne ^_^!!

March 21st, 2007 at 1:07
“Namun menurut informasi dari seorang rekan hobiis senior dari Malaysia, ternyata hybrid anggrek ini kurang begitu diminati karena sifatnya genetiknya yang sangat dominan, sehingga selalu mengalahkan karakter dari induknya yang lain”
==================================================
bisa bisa aja nih triknya orang2 supaya harganya rendah,coba kalo mereka yang nemuin, pasti mereka bilang mahal.maklum bung,ini kan dari “INDON” dan seperti yang selama ini terjadi bahwa barang indon pasti bermutu rendah.mo murah kek, mo gak ada yang minat kek mang gwa pikirin??? jawab aja gitu bung desta….
“Meskipun demikian, anggrek ini merupakan harta genetis yang tak ternilai. Sehingga langkah-langkah serius untuk menjaga kelestarian genetisnya perlu segera dilakukan” Ini yang saya harapkan dari seluruh penganggrek di INDONESIA dan bukan luar negeri sentris,bukan begitu pak S****g???
March 21st, 2007 at 8:51
Salam Anggrek,
Anggrek ini di Biak terkenal dgn nama Anggrek KELINCI krn bunga yg mirip telinga kelinci. Masa berbunga bisa sampai 3 bln/kadang lebih. ada 2 Species yg sy punya jenis agak besar/rumpun = 75 cm. ada yg kecil = 25 cm. Bentul bunga sama, hanya yg kecil lebih diminati krn biasa u/ hiasan meja pesta.
Info hub Dedi 085244234364
Salam
March 21st, 2007 at 10:06
Kok namanya bukan dendro tanduk rusa aja. Khan lebih Indonesia. Kok namanya diambil dari orang dekat yang mempublikasikannya ya? Kok ga di ambil dari nama daerah sekitar habitatnya. Saya jamin Sutikno bukan penemunya. Masyarakat sekitar habitat pasti lebih dulu melihat. Jadi lebih adil klo di beri nama daerah sekitar habitat, bukan orang yang mengklaim ke jurnal ilmiah. Khan jadi egois sekali. Padahal Sutikno khan dari Jatim. Sedangkan habitat anggrek ada di Papua dan Morotai (barat laut Indonesia) jauh amat dari Jatim. Rasa-rasanya ga adil seeeeh…
March 22nd, 2007 at 0:13
Halo pak dedi..
Sepertinya anggrek anda bukan D.sutiknoi tapi D.antennatum atau mungkin juga D.stratiotes. Monggo di cek kembali bentuk labellumnya.
Salam
Rio
March 26th, 2007 at 20:17
Anggrek ini apakah penyebarannya sampe Sulawesi? Morotai Halmahera utara ya?? Ditemukan di ketinggian daerah berapa meter?
April 28th, 2007 at 9:46
Saya hanya kebetulaan lewat dpn halaman rumah anggrek.org dan saya membaca salah satu komentar dari Pak Eka. Menurut saya pendapat baliau itu ada benarnya. Bisa jadi Pak Sutikno itu bukan penemu pertama kali anggrek tikno tadi tapi masyarakat setempat.
Saya merasa geli melihat melihat kejadian2 seperti itu. Karena saya sendiri yang dibesarkan di Tanah Papua, melihat banyak sekali orang Indonesia yang bersifat egois dengan kekayaan alam di Papua.Mungkin dikemudian hari muncul Sutikno2 lain yg aka menamakan anggrek Papua yg terkenal.
Saran saya buat anggrek.org, masih banyak anggrek2 yg hidup di tanah papua untuk diteliti.Sebagai contoh Anggrek Kriting yang hanya ada di Daerah Pantai selatan Papua, Merauke. Anggrek2 ini memiliki keiistimewaan sendiri, karena hanya dapat hidup di daerah yang berawa. Salam Anggrek
May 11th, 2007 at 9:33
Sya punya dengan tanduk yang sama tapi warnanya putih dan ada garis garis merah di kelopaknya, saya dapatkan dari daerah sekitar Sorong Papua dan di sana dikenal dengan nama anggrek kupu – kupu, apa memang sama atau berbeda, mohon bapak ibu yang lebih mengerti dapat membantu saya ( mas Rio bisa membantu ? )
Salam Anggrek,
aji
May 11th, 2007 at 21:41
menanggapi nama yang disandang anggrek-anggrek baik spesies maupun hybrid, maka akan menggunakan Nama Penemu atau Nama orang atau organisasi yang mendaftarkan anggrek-anggrek tersebut, meskipun anggrek tersbut sudah terkenal di daerah tertentu, tapi kalao belum terdaftar secara internasional tatap aja orang yang mendaftarkan pertama kali diklaim sebagai yah..istilahnya penemu gitu. karena begitulah kesepakan secara internasional. hal tersebut untuk menghargai jerih payahnya dalam hal publikasi tentang anggrek tersebut. meskipun demikian kadangkala ada juga orang yang kecewa meski telah mendaftarkan anggreknya karena sebelumnya telah ada yang mendaftarkan anggrek yang sama. jadi begitu,… jangan merasa ga adil donk… itu kan ga gampang deskripsikannya//Ok
May 13th, 2007 at 20:07
Halo bung aji….waduh..kalo belum lihat gambarnya secara detail amatlah sulit untuk mengidentifikasinya…mungkin bisa kirim foto detailnya ke alamat email saya di neo_evanggelion00@yahoo.com
Untuk commentnya mas Sigit….saya setuju ^_^!! Nama anggrek species baru adalah hak prerogatif deskriptor yg legal (dipublikasikan scr resmi)…meskipun nantinya dsana akan ada pertimbangan2 lain…misal untuk nama2 yg kontrofersial,berbau politik yg sensitif dll.
Salam
June 12th, 2007 at 10:20
saya sangat berminat dengan bunga anggek.terutama jenis Dendrobium dari papua,tp masalahnya saya kurang informasi ginama cara mendapatkan bibit tersebut.plz kalau ada yang tahu kirim ke e_mail saya kalau bisa beserta fotonya.terima kasih
June 12th, 2007 at 10:26
ini e_mail saya
lucky_b_sheet@yahoo.co.id
October 2nd, 2007 at 16:27
Saya sangat Ingin sekali mempunyai jenis anggrek ini tapi apakah harganya mahal?apalagi ini Dendrobium dari papua.dimana saja toko yang menjualnya?
October 22nd, 2007 at 17:10
saya ada anggrek mirip dengan ini saya bawa dari irian kaimana 8 bln yg lalu, namun warna bunganya ungu kotor apa jenisnya sama?
November 19th, 2007 at 16:43
menyenangkan sekali melihat perkembangan orientasi cintanya bangsa ini terhadap kekayaan Anggrek Indonesia, bila anda tertarik untuk DAPAT GRATIS MEMILIKI ANGGREK CANTIK SUMATERA, silakan Kunjungi Alamat Berikut:
http://zenzibar.multiply.com/photos/album/13/corak_cerah_anggrek_spesies
August 22nd, 2008 at 1:27
Saya berminat untuk membeli D. Sutiknoi untuk dikembangkan dikota saya Cirebon. Mohon hubungi saya bila ada yang memiliki dan berniat untuk menjual untuk klasifikasi indukan.
SMS : 081-324-183353
e-mail : andi_wonk_cerbon@yahoo.co.id
May 3rd, 2010 at 14:24
Di Papua anggrek ini melimpah ruah dari pesisir pantai sampai hutan dataran rendah yang sering di masuki masyarakat anggrek ini mudah di temukan.Anggrek ini dapat mengeluarkan kembang hampir sepanjang tahun, yang penting cukup mendaptkan sinar matahri ( 6- 8 jam),dan air, lagipula jenis ini bukan jenis anggrek spesies laenya yang perlu perawatan yang ekstra hati2, bukan jenis yang manja. Jadi menurut saya lebih baik tidak dijadikan induk u penyilangan karena dasarnya anggrek ini udah cantik kembangnya, rajin berbunga n banyak orang kok di daerah sini masyarakat yang memelihara dan menikmati indahnya kembang anggrek Denrobium yang satu ini dengan apaadanya.