Grammatophyllum Stapeliaeflorum

gram.satplflrm
Gambar diambil dari http://www.geocities.com/

Kerabat jenis anggrek ini jumlahnya agak terbatas. Berdasarkan catatan sementara, di Indonesia hanya ditemukan 3 jenis, yaitu anggrek tebu (G. speciosum), anggrek macan (G. scriptum) dan Anggrek sendu (G. stapeliaeflorum).

Anggrek ini biasa disebut anggrek sendu karena warnanya yang kusam dan bentuk bunga yang menggantung seperti cucuran air mata. Bulbnya menyerupai bulb anggrek macan (G. scriptum) hanya saja kulit permukaan luarnya tampak lebih mengkilat dan kaku seperti dilapisi plastic, berbuku tunggal dengan panjang kira-kira 14 cm, lebar 6 cm, agak memipih dengan 2-3 daun pada puncaknya. Daun berukuran cukup lebar, panjang kira-kira 35 cm yang makin menyempit kearah pangkalnya. Bunganya muncul dari dasar bulb dengan tandan bunga yang merunduk dan menggantung ke bawah. Panjang tandan bunga sekitar 30 cm. Pada tandan tersebut tumbuh sebanyak 12 kuntum bunga. Bunga berwarna coklat kelabu keunguan dengan totol-totol ungu tua, berbau tidak sedap.

Jenis ini ditemukan di hutan-hutan di Sumatera, Jawa sampai dengan Sulawesi. Tumbuh secara epifit pada pohon-pohon di hutan-hutan yang agak terbuka. Berdasarkan catatan sementara tanaman ini berbunga pada bulan-bulan Januari, Februari, Juni, Juli. Apakah waktu berbunga tersebut sama dengan berbunganya di alam masih perlu diteliti. Masa mekar bunganya antara 13-15 hari. Buah berbentuk jorong.

Tanaman ini sudah mulai dibudidayakan, tapi sayang peminatnya masih sedikit karena masih kalah populer dibanding dua kerabatnya yang lain, anggrek tebu dan anggrek macan. Umumnya dipelihara di pot besar atau pot gantung besar dengan media tumbuh cacahan akar pakis dan sedikit sabut kelapa. Penyiraman diperlukan tetapi tidak setiap hari. Mudah dikembangbiakkan dengan anakan. Meskipun penampakan bunganya yang kurang menarik, namun anggrek ini merupakan satu-satunya anggota keluarga Grammatophyllum yang memiliki morfologi tandan dengan posisi menggantung. Keunikan inilah yang membuat anggrek species ini mulai dilirik banyak para kolektor.

34 thoughts on “Grammatophyllum Stapeliaeflorum

  1. Koleksi anggrekku lumayan..jenis anggrek sendu paling rajin berbunga dlm satu rumpun bisa sampe 3 atau 4 spek nya tumbuh , lumayan jauh juga sih dapetnya waktu travelling ke Manado tepatnya perjalanan menju Tondano.Cuman yg ndak hoki jenis gramatopilum macan ku punya busuk, aduh sedih banget.

  2. Moooo izin gabung nih, aq suka berburu anggrek di alam!!!!!!
    klu ada minat contact aja okey!!!!!!

  3. saya punya stapeliaeflorum yg sudah berbunga, dan yg siap berbunga satu rumpun 5-7 batang. usia 3-4 thn, ada 30 pot.
    harga per pot Rp.600.000.

  4. Saya mempunyai dua jenis Grammaptophyllum yaitu jenis anggrek macan dan anggrek tebu…saya pengen sekali punya yang anggrek sendunya karena saya punya fotonya tapi saya kurang puas karena tampilan fotonya kecil…bagi dong kalo ada yang detail atau ada yang punya koleksi pohonnya…

  5. cara memelihara anggrek tu,susah2 gampang. pemeliharaan tergantung jenisnya.gak smua sama.ada yang suka terang dan ada yg suka gelap.tapi pd dasarnya anggrek suka angin sepoi2 dan kelembaban. aku punya byk anggrek.tapi yg banyak jenis hybrid. awalnya cuma coba2 tp eh malah jadi maniak. benar kata orang.hati2 ama anggrek,kalo udah terpesona seperti kena hypnotis.lupa ama yg lain.dan pasti ketagihan.

Leave a Reply