Cymbidium Finlaysonianum

Cymbidium finlaysonianum
Gambar diambil dari http://www.morninggarden.com

Di Kalimantan Barat anggrek ini dinamakan sakat lidah ular tedung atau lau pandan. Orang sumatera mengenalnya dengan nama anggrek pandan, karena perawakannya memang sekilas menyerupai pandan. Untuk membedakannya dengan anggrek lainnya yang perawakannya mirip pandan seperti Vanda tricolor, anggrek ini diberi nama “anggrek lidah ular”.

Tumbuhan ini hidup menumpang pada pohon-pohon besar. Tumbuhnya merumpun karena tunas-tunas yang keluar disekitar tumbuhan induk. Batangnya sangat pendek dan tertutup rapat oleh pelepah daun. Daunnya berbentuk pita, tebal dan kaku, ujungnya membelah dua. Lebar daun antara 2-3 cm, terkadang pada kondisi subur, daunnya dapat mencapai satu meter panjangnya. Memiliki akar lekat dan akar udara. Akar lekatnya berdiameter lebih besar dan agak memipih dengan penebalan jaringan meristem ganda berwarna keputihan. Bunganya tersusun dalam tandan yang panjangnya dapat mencapai 1 meter lebih, menjuntai kebawah menyerupai lidah ular. Dalam satu rumpun dapat muncul beberapa tandan bunga sekaligus. Terdapat 15-30 kuntum bunga pada setiap tandannya. Masing-masing bunga bergaris tengah 6 cm. Sepalnya berbentuk lanset, membentuk bintang. Warnanya kuning semburat kemerahan. Lidahnya berwarna merah marun dengan corak putih yang mencolok.

Anggrek ini dijumpai tumbuh liar di tempat-tempat yang sedikit terbuka, di hutan jati dan hutan campuran. Tumbuh pada ketinggian antara 5-300 m dpl. Di tempat-tempat tersebut anggrek ini berbunga sepanjang tahun. Setiap kuntum bunga dapat bertahan mekar selama 12 hari. Penyebaran anggrek ini sangat luas, Indonesia, Filipina, Burma, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Karena anggrek ini sangat mudah dipelihara maka sekarang jenis ini banyak dibudidayakan orang.

49 thoughts on “Cymbidium Finlaysonianum

  1. Salam kenal saya pecinta anggrek dari Malang saya punya anggrek cymbidium…. tapi kenapa subur didaun saja ???

  2. Mbak m3m3,kemungkinan terlalu lembab & kurang penyinaran matahari pagi jadinya daunnya & anakan subur & banyak. Coba dijemur di matahari pagi sampai jam 9. Berikan vitamin / pupuk bunga (10:10:30(atau diatasnya))sesuai anjuran. Saya juga orang Lawang – Malang. Klo butuh Anggrek Hutan Kalimantan call 081316280140

  3. Saya menemukan 3 jenis cymbidium di kalteng. Yg 1 jenis sama dgn di foto dan jenis lainnya berwarna merah gelap, tangkai bunga berwarna hijau menjuntai ke bawah dan permukaan daun terasa kasar kalau diraba. Jenis lainnya daun lebih kecil, tangkai bunga berdiri dgn panjang tangkai bunga sekitar 15 cm, jumlah bunga 5 – 13 kuntum. Warna dasar bunga kuning dengan garis merah terang. Saya temukan di tanah hutan kerangas yg berlumut tebal.

  4. mau tanya,cymbidiumku kena penyakit.bintik2 coklat timbul di daunnya.lama kelaman tambah nanyak trus daunnya jadi kuning lam2 mati.dikasuh apa tuh ya?itu termasuk jamur atau binatang y?thanx banget

  5. saya tertarik banget dengan cymbidium. ada yang bisa kasih info dapatin cymbi yang murah di jakarta? kira2 cocok ngak dengan udara di jak yang panas terik?

  6. saya sangat tertarik dengan anggrek.. olek karena itu saya mengajak kalian semua untuk melestarikan tanaman yang elok ini.

  7. Pinggir jalan Gendingan-Ngrambe tahun 2002 saya dapat 1/3 dr rumpun Cymbidium (skitar 40x40x40 cm). Saat ini besar rumpun bertambah jadi 50 cm, anggrek tidak saya tempel tapi di gantung tnpa media dan kawt ukuran 4mm.

Leave a Reply